<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029</id><updated>2011-12-26T08:06:27.905+07:00</updated><category term='POLITIK'/><category term='Download'/><category term='Tafsir'/><category term='Makalah'/><category term='PENDIDIKAN'/><category term='TASAUF'/><category term='Bisnis'/><category term='KEISLAMAN'/><category term='Artikel'/><category term='Smart Phones'/><category term='Share'/><category term='Sejarah Nabi SAW'/><category term='Komentar'/><category term='Denah Website'/><category term='About Us'/><category term='Travel'/><category term='HADIS'/><category term='FILSAFAT'/><category term='English Version'/><category term='Maktabah Syamilah Portable'/><category term='Hikmah'/><category term='Sejarah Islam'/><category term='Education'/><category term='Health'/><category term='News'/><category term='Info PSB Online Padang'/><title type='text'>RIWAYAT NET</title><subtitle type='html'>Menyebarkan dan Berbagi  Ilmu</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>458</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-4700289019574608536</id><published>2011-12-21T19:03:00.001+07:00</published><updated>2011-12-21T19:03:24.693+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='English Version'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Education'/><title type='text'>CTl In THE LESSONS PAI</title><content type='html'>&lt;span class="" id="result_box" lang="en"&gt;&lt;span title="Pendahuluan"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title="Proses belajar mengajar selama ini dianggap masih belum maksimal dalam memberdayakan kemampuan yang ada pada peserta didik."&gt;Teaching and learning process is considered still not maximal in empowering the existing capabilities in learners. &lt;/span&gt;&lt;span title="Pembelajaran juga dianggap belum mampu mengakomodasi keberagaman siswa."&gt;Learning is also considered not able to accommodate the diversity of students. &lt;/span&gt;&lt;span title="Di sisi lain pembelajaran masih belum mengaitkan antara yang diketahui dan yang dipelajari siswa dengan dunia nyata yang ada di sekitar peserta didik."&gt;On the other side of learning is still not known and the link between the students are learning with the real world that exists around the learner. &lt;/span&gt;&lt;span title="Hal ini menimbulkan efek yang tidak menguntungkan bagi kemajuan dan pemahaman pengetahuan peserta didik."&gt;This effect is not beneficial to the advancement of knowledge and understanding of learners.&lt;/span&gt;&lt;span title="Padahal siswa hidup dan bergaul di lingkungan nyata."&gt;Though the students live and socialize in the real environment. &lt;/span&gt;&lt;span title="Akan tetapi apa yang dipelajari siswa di sekolah terkadang tidak terkait langsung dengan kehidupan nyata dan pengalaman siswa di luar sekolah."&gt;However, what students are learning in school is sometimes not directly related to real life and experiences of students outside of school. &lt;/span&gt;&lt;span title="Keadaan ini menjadikan pengetahuan siswa tidak berguna dan tidak bermanfaat secara langsung."&gt;This situation makes the students' knowledge is not useful and not useful directly. &lt;/span&gt;&lt;span title="Siswa belajar tentang sesuatu yang asing."&gt;Students learn about something alien.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span title="Pembelajaran bukan sekedar mencatat dan mendengar akan tetapi seharusnya pembelajaran melibatkan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran itu sendiri."&gt;Learning is not just a record and listen to but should be learning actively involves learners in the learning process itself. &lt;/span&gt;&lt;span title="Dengan kata lain, dalam pembelajaran perlu adanya interaktif di antara siswa dan guru, dalam arti lain dalam pembelajaran dibutuhkan proses berfikir siswa dan pemanfaat mental secara maksimal."&gt;In other words, the need for interactive learning among students and teachers, in another sense required in the learning process of students' thinking and mental utilizing to the fullest. &lt;/span&gt;&lt;span title="Dengan demikian pembelajaran bukan hasil pemberian orang lain, akan tetapi merupakan proses proses kontruksi dari pengalaman-pengalaman secara langsung."&gt;Thus, learning is not the result of someone else, but of a process of construction processes from these experiences directly.&lt;/span&gt;&lt;span title="Endang Komara menyatakan bahwa Pembelajaran interaktif memiliki dua karakteristik yaitu Pertama proses pembelajaran melibatkan proses mental siswa secara maksimal, Kedua, dalam proses pembelajaran membangun suasana dialogis."&gt;Endang Komara states that interactive learning has the two characteristics of the learning process first involves the mental processes of students to the maximum, the Second, in the learning process to build the atmosphere of dialogue. &lt;/span&gt;&lt;span title="Dari kutipan ini dapat dipahami bahwa pembelajaran hendaknya interaktif dan melibatkan semua kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik."&gt;From this quotation it is understood that learning should be interactive and involve all the capabilities of the learners.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title="Di sisi lain, pembelajaran hendaknya bukan hanya menuntut peserta sekedar mendengar, mencatat, menuliskan,dan menghafal, tetapi bagaimana pembelajaran memberi ruang kepada peserta didik untuk mencari pengetahuannya sendiri, menemukan, berinovasi, kreasi dan merasakan makan dan manfaat dari pembelajaran yang dilakukannya."&gt;On the other hand, learning should not just simply requires participants to listen, record, writing, and memorization, but learning how to give space for learners to seek his own knowledge, discover, innovate, creation and feel the benefits of learning to eat and it does.&lt;/span&gt;&lt;span title="Dengan adanya pengembangan secara maksimal dalam proses pembelajaran diharapkan siswa mempunyai kecakapan, keahlian dan mempunyai daya saing di masa mendatang."&gt;With the development to the maximum of students in the learning process is expected to have the skills, expertise and have competitiveness in the future. &lt;/span&gt;&lt;span title="Apalagi desakan kemajuan jaman makin tinggi, kebutuhan kan tenaga terdidik, kreatif, inovatif makin di butuhkan di era global dewasa ini."&gt;Moreover, the higher the pressure the progress of time, it needs educated, creative, innovative, increasingly in need in today's global era. &lt;/span&gt;&lt;span title="dalam proses pembelajaran sehingga proses berfikir berkembang maksimal."&gt;in the learning process so that the process of thinking to be fully developed.&lt;/span&gt;&lt;span title="Dengan demikian pembelajaran hendaknya bukan sekedar menguasai materi keilmuan, akan tetapi lebih dari itu adalah bagaimana siswa memahami, makna pembelajaran yang ia terima berdasarkan pembelajaran yang dilaluinya serta mampu mengkaitkan dan merasakan manfaat Dari apa yang ia pelajari."&gt;Thus, learning should not only master the material science, but more than that is how the students understand the meaning of learning which he received on the basis of learning in its path and be able to relate and feel the benefits of what she learned. &lt;/span&gt;&lt;span title="Terkait dengan harapn tersebut, maka pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL[selanjutnya ditulis CTL]) adalah alternatif yang dapat dilakukan untuk mewujudkan keinginan tersebut."&gt;Harapn associated with it, then learning Contextual Teaching and Learning (CTL [hereinafter written CTL]) is an alternative that can be done to realize the desire. &lt;/span&gt;&lt;span title="Maka pembahasan berikut merupakan langkah awal untuk memahami apa dan bagaimana sebenarnya pendekatan CTL tersebut dalam pembelajaran?"&gt;The following discussion is the first step to understanding what and how to actually approach these CTL in the lesson? &lt;/span&gt;&lt;span title="Pengkajian lebih lanjut tentang pendekatan pembelajaran CTL akan dibahas dalam makalah ini dengan judul Pembelajaran CTL dalam mata Pelajaran Pendidikan agama Islam."&gt;Assessment of learning more about CTL approach will be discussed in this paper under the title Learning CTL in the eyes of Islamic religious education lesson.&lt;/span&gt;&lt;span title="Pengertian Pembelajaran"&gt;Understanding Learning&lt;/span&gt;&lt;span title="Dalam pendidikan ada dua istilah pendidikan yang telah dikenal, yaitu pengajaran dan pembelajaran."&gt;In education there are two terms that have been known to education, namely teaching and learning. &lt;/span&gt;&lt;span title="Kedua hal tersebut merupakan istilah yang berbeda."&gt;Both of these are different terms. &lt;/span&gt;&lt;span title="Pengajaran terpusat kepada pendidik sedangkan pembelajaran terpusat pada peserta didik."&gt;Teaching focused on educators while learning centered on the learner. &lt;/span&gt;&lt;span title="Pengajaran biasanya lebih bersifat komunikasi satu arah, sedangkan pembelajaran mengarah kepada komunikasi dua arah."&gt;Teaching is usually more one-way communication, while learning leads to a two-way communication. &lt;/span&gt;&lt;span title="Dengan demikian dalam kontek pendidikan kekinian, pembelajaran lebih tepat jika dibandingkan dengan pengajaran."&gt;Thus in the context of contemporary education, learning is more appropriate when compared with the teaching.&lt;/span&gt;&lt;span title="Hal ini tentunya sesuai dengan CTL yang proses pembelajarannya lebih memberdayakan peserta didik, peserta didik lebih aktif dalam dan selama proses pembelajaran."&gt;This is certainly in accordance with the CTL that the learning process more empowering learners, learners are more active in and during the learning process. &lt;/span&gt;&lt;span title="Dalam hal ini pembelajaran terjadi saling keterkaitan dan ketergantungan satu dengan yang lainnya."&gt;In this learning occurs interconnectedness and dependence on one another. &lt;/span&gt;&lt;span title="Hal ini sesuai dengan pendapat Ramayulis, bahwa pembelajaran adalah:”Sesuatu aktivitas (proses) yang sistematis dan sistemik yang terdiri atas banyak komponen."&gt;This is in accordance with the opinion Ramayulis, that learning is: "Something activity (process) a systematic and systemic consisting of many components. &lt;/span&gt;&lt;span title="Masing-masing komponen tidak bersifat parsial, tetapi harus berjalan secara teratur, saling bergantung, komplementer dan berkelanjutan”."&gt;Each component is not partial, but it should be run regularly, interdependent, complementary and sustainable ". &lt;/span&gt;&lt;span title="Dari pendapat Ramayulis tersebut dapat dipahami bahwa pembelajaran bersifat menyeluruh dan melibatkan semua komponen pendidikan sebagai sebuah sistem."&gt;From Ramayulis opinion is understandable that learning is thorough and involves all components of education as a system. &lt;/span&gt;&lt;span title="Dalam proses pembelajaran hendaknya pendidik memperhatikan prinsip-prinsip pembelajaran, sehingga pembelajaran mampu memberi manfaat dan memberdayakan peserta didik secara maksimal."&gt;In the process of learning educators should pay attention to the principles of learning, so learning is able to benefit and empower learners to the fullest.&lt;/span&gt;&lt;span title="Menurut Ramayulis Prinsip-prinsip pembelajaran tersebut adalah aktivitas,azas motivasi, azas individualitas,azas keperagaan, azas ketauladanan, azas pembiasaan, azas korelasi, azas minat dan perhatian."&gt;According Ramayulis principles of learning is the activity, the principle motivation, the principle of individuality, principle keperagaan, ketauladanan principle, the principle of habituation, the correlation principle, the principle interest and attention. &lt;/span&gt;&lt;span title="Dengan memperhatikan prinsip-prinsip pembelajaran diharapkan pendidik mampu melaksanakan pembelajaran yang secara sistematis dan sistemik sesuai dengan hakekat pembelajaran."&gt;By observing the principles of learning educators are expected to be able to implement learning in a systematic and systemic in accordance with the essence of learning.&lt;/span&gt;&lt;span title="Sejarah Pembelajaran CTL"&gt;History Learning CTL&lt;/span&gt;&lt;span title="Menurut Ramayulis pembelajaran CTL dilhami oleh pembelajaran aktif yang dirumuskan oleh Coufusisus, yaitu” Apa yang saya dengar saya lupa, apa yang saya lihat saya ingat, dan apa yang saya kerjakan saya paham.” Lebih lnjut menurut Ramayulis, rumusan pembelajaran aktif Coufusisus tersebut dikembangkan oleh"&gt;According to CTL dilhami Ramayulis learning by active learning formulated by Coufusisus, namely "What I hear I forget, what I see I remember, and what I do I understand." More lnjut according Ramayulis, active learning formulation Coufusisus were developed by &lt;/span&gt;&lt;span title="Nel Siberman dalam karyanya pembelajaran Active Learning."&gt;Nel Siberman in his learning Active Learning. &lt;/span&gt;&lt;span title="Lebih lanjut Ramayulis menyatakan CTL berkembang di Negara-negara maju dengan nama yang berbeda-beda, meskipun mempunyai nama yang beragam, tetapi semua bertujuan bagaimana pembelajaran selalu dikaitkan dengan kehidupan nyata peserta didik."&gt;Ramayulis menyatakan further develop CTL in the State-developed countries with different names, despite having different names, but all aimed at how the learning is always associated with real-life learners.&lt;/span&gt;&lt;span title="Pengertian CTL"&gt;Definition of CTL&lt;/span&gt;&lt;span title="Contextual Teaching and Learning (CTL[selanjutnya ditulis CTL)adalah sebuah sistem yang menyeluruh yang terdiri dari bagian-bagian yang saling terhubung."&gt;Contextual Teaching and Learning (CTL [hereinafter written CTL) is a comprehensive system that consists of the parts are interconnected. &lt;/span&gt;&lt;span title="Endang Komara Contextual Teaching and Learning CTL adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka."&gt;Endang Komara Contextual Teaching and Learning CTL is a learning approach that emphasizes the process of student engagement in full to be able to find material that is learned and relate it to real life situations that encourage students to be able to apply it in their lives.&lt;/span&gt;&lt;span title="Dari kutipan tersebut dapat dipahami bahwa pembelajaran CTL paling tidak membutuhkan adanya keterlibtan siswa secara maksimal dan menyeluruh, siswa mendapatkan pengetahuannya sendiri melalui pengalamannya dan menghubungkan apa yang ia ketahui dan pelajari dengan kehidupan nyata."&gt;From these quotations it is understood that learning requires the presence of CTL at least keterlibtan maximum and thorough student, students get their own knowledge through experience and relate what he knew and learned to real life.&lt;/span&gt;&lt;span title="Hal senada juga diungkapkan oleh Endang Komara, bahwa paling tidak ada tiga hal yang harsu ada dalam pembelajaran CTL, yaitu:"&gt;The same thing is also expressed by Endang Komara, that there are at least three things that exist in learning harsu CTL, namely:&lt;/span&gt;&lt;span title="Pertama, CTL menekankan kepada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi, artinya proses belajar diorientasikan pada proses pengalaman secara langsung."&gt;First, CTL emphasis on student engagement process to find the material, meaning that the learning process oriented towards the process of direct experience. &lt;/span&gt;&lt;span title="Proses belajar dalam konteks CTL tidak mengharapkan agar siswa hanya menerima pelajaran, akan tetapi proses mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran."&gt;The learning process in the context of CTL did not expect that the students only receive a lesson, but the process of seeking and finding his own subject matter.&lt;/span&gt;&lt;span title="Kedua, CTL mendorong agar siswa dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata, artinya siswa dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata."&gt;Second, the CTL push for students to find a relationship between the material learned to real life situations, meaning that students are required to be able to capture the relationship between learning experiences in school to real life. &lt;/span&gt;&lt;span title="Hal ini sangat penting sebab dengan dapat mengorelasikan materi yang ditemukan dengan kehidupan nyata, bukan saja bagi siswa materi itu akan bermakna secara fungsional akan tetapi materi yang dipelajarinya akan tertanam erat dalam memori siswa, sehingga tidak akan mudah dilupakan."&gt;It is very important because the material can be found to correlate with real life, not only for the students the material that will be functionally significant, but the material he learned to be embedded firmly in the memory of students, so it will not easily forgotten. &lt;/span&gt;&lt;span title="Ketiga, CTL mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan, artinya CTL bukan hanya mengharapkan siswa dapat memahami materi yang dipelajarinya, akan tetapi bagaimana materi pelajaran itu dapat mewarnai perilakunya dalam kehidupan sehari-hari."&gt;Third, CTL encourages students to be able to apply it in life, meaning that CTL is not just expect students to understand the material he learned, but how the subject matter that can color their behavior in everyday life. &lt;/span&gt;&lt;span title="Materi pelajaran dalam konteks CTL bukan untuk ditumpuk di otak dan kemudian dilupakan akan tetapi segala bekal mereka dalam mengarungi kehidupan nyata."&gt;CTL in the context of the subject matter is not to be stacked in the brain and then will be forgotten but they are all packed in a wading real life.&lt;/span&gt;&lt;span title="Bandono mendefinisikan CTL:"&gt;Bandono define CTL:&lt;/span&gt;&lt;span title="sebagai proses pembelajaran yang holistik dan bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi ajar dengan mengaitkannya terhadap konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial dan kultural), sehingga siswa memiliki pengetahuan/ ketrampilan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkonstruksi sendiri secara aktif pemahamannya."&gt;as a holistic learning process and aims at helping students to understand the meaning of teaching materials by linking it to the context of their everyday lives (personal context, social and cultural), so students have the knowledge / skills dynamic and flexible to actively construct their own understanding.&lt;/span&gt;&lt;span title="Dari pendapat Bandono tersebut dapat dipahami bahwa CTL merupakan sebuah proses pembelajaran yang menyeluruh yang berusaha membantu siswa menguasa dan memaknai pembelajaran dengan mengkaitkannya dengan kehidupan nyata yang dialami peserta didik."&gt;From Bandono opinion is understandable that CTL is a comprehensive learning process that seeks to help students interpret menguasa and linking learning to real life experienced by learners. &lt;/span&gt;&lt;span title="Hal ini sesuai dengan pendapat Ahmad Sudrajat bahwa CTL merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa."&gt;This is in accordance with the opinion of Ahmad Sudrajat that CTL is a learning concept which helps teachers to link between the material being taught to students real-world situations.&lt;/span&gt;&lt;span title="Menurut Syaiful Sagala CTL adalah konsep belajar yang membantu pendidik mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari."&gt;According to Syaiful Sagala CTL is the concept of learning that help educators link between the material taught to the students real-world situations and encourage the students make connections between its knowledge with its application in their daily lives. &lt;/span&gt;&lt;span title="Sedang E."&gt;Medium E. &lt;/span&gt;&lt;span title="Mulyasa mendefinisikan CTL sebagai pembelajaran yang menekankan kepada keterkaitan antara materi yang dipelajari atau materi pembelajaran dengan dunia peserta didik secara nyata."&gt;Mulyasa CTL defines as learning that emphasizes the connection between the material learned or learning materials with learners in real world. &lt;/span&gt;&lt;span title="Sedangkan Ramayulis mendefinisikan CTL :"&gt;While Ramayulis define CTL:&lt;/span&gt;&lt;span title="“ pendekatan pembelajaran yang dilakukan pendidik dalam proses pembelajaran agar peserta didik dapat menghubungkan/mengaitkan antara materi pembelajaran dengan kenyataan yang ditemukan dalm kehidupna seharihari, sehingga peserta didik dapat menerapkan materi pembelajaran yang dipelajarinya dalam kehidupannya."&gt;"Learning approach performed educators in the learning process so that learners can connect / relate to the fact that learning materials found kehidupna seharihari preformance, so that learners can apply the learning material he learned in his life. &lt;/span&gt;&lt;span title="”"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span title="Dari pembahasan tersebut dapat dipahami bahwa pembelajaran CTL merupakan konsep pembelajaran yang membantu siswa  dan guru dalam upaya merealitaskan materi ajar dengan kehidupan nyata siswa yang dapat secara langsung dirasakan oleh peserta didik melalui proses berfikir aktif dan merasakan secara langsung apa yang dipelajari saat itu."&gt;From these discussions it is understood that the CTL is learning the concept of learning that helps students and teachers in an effort merealitaskan teaching materials with real life students who can be directly perceived by learners through a process of active thinking and feeling firsthand what is learned at that time.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span title="Dalam pembahasan makalah ini yang dimaksud dengan pembelajaran CTL Pendidikan Agama Islam(PAI)[selanjutnya ditulis PAI] adalah sebuah proses pembelajaran yang menyeluruh sistemik, sistematik yang terpusat pada peserta didik yang mengaitkan materi pembelajaran PAI dengan kehidup nyata secara langsung."&gt;In the discussion of this paper is meant by learning CTL Islamic Religious Education (PAI) [hereinafter written PAI] is a comprehensive learning process of systemic, systematic focus on linking learners with learning materials PAI real life directly.&lt;/span&gt;&lt;span title="Karakteristik Pembelajaran Kontekstual"&gt;Characteristics of Contextual Learning&lt;/span&gt;&lt;span title="Mitri Irianti dan Almasdi Syahza menyatakan bahwa karakteristik pembelajaran kontekstual adalah sebagai berikut: Pertama, Pembelajaran dilaksanakan dalam konteks autentik, yaitu pembelajaran yang diarahkan pada ketercapaian keterampilan dalam konteks kehidupan nyata atau pembelajaran yang dilaksanakan dalam lingkungan yang alamiah."&gt;Mitri Irianti and Almasdi Syahza states that contextual learning characteristics are as follows: First, be implemented in the context of authentic learning, ie learning that is directed at the achievement of skills in the context of real life or learning undertaken in a natural environment. &lt;/span&gt;&lt;span title="Kedua, Pembelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan tugas-tugas yang bermakna."&gt;Second, learning gives students the chance to work on meaningful tasks. &lt;/span&gt;&lt;span title="Ketiga, Pembelajaran dilaksanakan dengan memberikan pengalaman bermakna kepada siswa."&gt;Third, learning implemented by providing meaningful experiences to students. &lt;/span&gt;&lt;span title="Keempat, Pembelajaran dilaksanakan melalui kerja kelompok, berdiskusi, saling mengoreksi antar teman."&gt;Fourth, learning is carried out through group work, discussion, mutual correction between friends. &lt;/span&gt;&lt;span title="Kelima, Pembelajaran memberikan kesempatan untuk menciptakan rasa kebersamaan, bekerja sama, dan saling memahami antara satu dengan yang lain secara mendalam."&gt;Fifth, Learning provides an opportunity to create a sense of togetherness, cooperation, and mutual understanding between each other in depth. &lt;/span&gt;&lt;span title="Keenam, Pembelajaran dilaksanakan secara aktif, kreatif, produktif, dan mementingkan kerja sama."&gt;Sixth, actively implemented learning, creative, productive, and the importance of cooperation. &lt;/span&gt;&lt;span title="Ketujuh, Pembelajaran dilaksanakan dalam situasi yang menyenangkan."&gt;Seventh, learning implemented in an unpleasant situation.&lt;/span&gt;&lt;span title="Sedangkan menurut Wina Sanjaya ada lima karakteristik dalam proses pembelajaran CTL yaitu: Pertama, Pembelajaran merupakan proses pengaktifan pengetahuan yang sudah ada (activiting knowledge), artinya apa yang akan dipelajari tidak terlepas dari pengetahuan yang sudah dipelajari, dengan demikian pengetahuan yang akan diperoleh siswa adalah pengetahuan"&gt;Meanwhile, according to Sanjaya Vienna there are five characteristics of CTL in the learning process, namely: First, learning is a process of activation of existing knowledge (knowledge activiting), meaning that what you learn is inseparable from the knowledge already learned, thus the knowledge to be gained is the knowledge students &lt;/span&gt;&lt;span title="yang utuh yang memiliki keterkaitan satu sama lain."&gt;a whole that has a relation to one another. &lt;/span&gt;&lt;span title="Kedua, Pembelajaran kontekstual adalah belajar dalam rangka memperoleh dan menambah pengetahuan baru (acquiring knowledge)."&gt;Second, contextual learning is learning in order to acquire and add new knowledge (acquiring knowledge). &lt;/span&gt;&lt;span title="Pengetahuan baru itu diperoleh dengan cara deduktif, artinya pembelajaran dimulai dengan mempelajari secara keseluruhan, kemudian memperhatikan detailnya."&gt;The new knowledge obtained by deductive, meaning that learning begins with the study as a whole, then pay attention to details.&lt;/span&gt;&lt;span title="Ketiga, Pemahaman pengetahuan (understanding knowledge), artinya pengetahuan yang diperoleh bukan untuk dihafal tapi untuk dipahami dan diyakini, misalnya dengan cara meminta tanggapan dari yang lain tentang pengetahuan yang diperolehnya dan berdasarkan tanggapan tersebut baru pengetahuan itu dikembangkan."&gt;Third, knowledge Comprehension (understanding knowledge), meaning that the knowledge gained is not to memorize but to be understood and believed, for example by requesting a response from others about the acquired knowledge and new knowledge based on these responses was developed. &lt;/span&gt;&lt;span title="Keempat, Mempraktekkan pengetahuan dan pengalaman tersebut (applying knowledge) artinya pengetahuan dan pengalaman yang diperolehnya harus dapat diaplikasikan dalam kehidupan siswa, sehingga tampak perubahan perilaku siswa."&gt;Fourth, Practice knowledge and experience (applying knowledge) means that the knowledge and experience gained should be applied in the lives of students, so it looks change student behavior. &lt;/span&gt;&lt;span title="Kelima, Melakukan refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi pengembangan pengetahuan."&gt;Fifth, Doing reflection (reflecting knowledge) to knowledge development strategy. &lt;/span&gt;&lt;span title="Hal ini dilakukan sebagai umpan balik untuk proses perbaikan atau penyempurnaan strategi."&gt;This is done as feedback for process improvement or refinement strategy. &lt;/span&gt;&lt;span title="Karakteristik pembelajaran CTL tersebut harus ada dalam proses pembelajaran CTL, jika hal karakteristik tersebut tidak terlihat dan tergambar selama proses pembelajaran, maka CTL belum dilakukan secara benar."&gt;Characteristics of learning CTL must exist in the learning process CTL, if this characteristic was not seen and drawn during the learning process, then the CTL has not been done correctly.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-4700289019574608536?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/4700289019574608536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/12/ctl-in-lessons-pai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/4700289019574608536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/4700289019574608536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/12/ctl-in-lessons-pai.html' title='CTl In THE LESSONS PAI'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-7779036633287531172</id><published>2011-10-06T00:28:00.000+07:00</published><updated>2011-10-06T00:28:19.509+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KEISLAMAN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='English Version'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Education'/><title type='text'>Methods of Education in the Hadith: Methods and Tarhib Targhib</title><content type='html'>&lt;span class="" id="result_box" lang="en"&gt;&lt;span title="Targhib adalah janji yang disertai bujukan dan rayuan untuk menunda kemaslahatan, kelezatan, dan kenikmatan."&gt;Riwayat.net-Targhib is the promise that accompanied persuasion and seduction to defer the benefit, delights, and pleasures. &lt;/span&gt;&lt;span title="Namun, penundaan itu bersifat pasti, baik dan murni sertà dilakukan melalui amal saleh atau pencegahan diri dari kelezatan yang membahayakan (pekerjaan buruk)."&gt;However, delay was certain, good and pure and good deeds done by yourself or prevention of a dangerous delicacy (bad job). &lt;/span&gt;&lt;span title="Yang jelas, semua dilakukan untuk mencari keridaan Allah dan itu merupakan rahmat dari Allah bagi hamba-hamba-Nya.[1]"&gt;Clearly, all done to seek pleasure of Allah and it is the grace of God for His servants. [1]&lt;/span&gt;&lt;span title="Rasulullah SAW."&gt;Rasulullah SAW. &lt;/span&gt;&lt;span title="banyak menggunakan targhib dalam mendidik sahabat (umat)nya."&gt;much use in educating targhib friends (the people) it. &lt;/span&gt;&lt;span title="Di antaranya dapat dilihat dalam hadis berikut ini."&gt;Among them can be seen in the following hadith.&lt;/span&gt;&lt;span title="عَنْ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ.[2] رواه الترمذى"&gt;عن عبد الله بن مسعود يقول قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من قرأ حرفا من كتاب الله فله به حسنة والحسنة بعشر أمثالها لا أقول الم حرف ولكن ألف حرف ولام حرف وميم حرف. [2] رواه الترمذى&lt;/span&gt;&lt;span title="Abdullah bin Mas'ud meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: Siapa yang membaca satu huruf Alquran mendapat pahala satu kebaikan."&gt;Abdullah bin Mas'ud narrated that the Messenger of Allah said: Anyone who reads the Qur'an one letter gets a good reward. &lt;/span&gt;&lt;span title="Satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh."&gt;One goodness multiplied into ten. &lt;/span&gt;&lt;span title="Saya tidak mengatakan “Alif Lam Mim” itu satu huruf."&gt;I do not say "Alif Lam Mim" is one letter. &lt;/span&gt;&lt;span title="Akan tetapi, alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf."&gt;However, one letter alif, lam one letter and one letter meme.&lt;/span&gt;&lt;span title="عَنْ سَلْمَانَ قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ رَجُلٍ يَتَطَهَّرُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ كَمَا أُمِرَ ثُمَّ يَخْرُجُ مِنْ بَيْتِهِ حَتَّى يَأْتِيَ الْجُمُعَةَ وَيُنْصِتُ حَتَّى يَقْضِيَ صَلاَتَهُ إِلاَّ كَانَ كَفَّارَةً لِمَا قَبْلَهُ مِنْ الْجُمُعَةِ.[3] رواه النسائى"&gt;عن سلمان قال قال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم ما من رجل يتطهر يوم الجمعة كما أمر ثم يخرج من بيته حتى يأتي الجمعة وينصت حتى يقضي صلاته إلا كان كفارة لما قبله من الجمعة. [3] رواه النسائى&lt;/span&gt;&lt;span title="Dari Salman, ia berkata Rasulullah saw."&gt;From Salman, he said the Messenger of Allah. &lt;/span&gt;&lt;span title="berkata kepadaku, Setiap orang yang menyucikan diri pada hari Jumat sebagaimana diperintahkan, kemudian keluar dari rumahnya untuk menghadiri salat Jumat, ia diam sampai selesai salat akan diampuni dosanya sejak Jumat yang lalu."&gt;said to me, every person who purifies himself on Friday as instructed, then out of his house to attend Friday prayers, he was silent until the prayer is finished will be forgiven his sins since last Friday.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span title="Untuk menumbuhkan semangat dan minat yang tinggi dalam mengerjakan ibadah (membaca Alquran dan mendirikan salat Jumat), Rasulullah saw."&gt;To cultivate the spirit and the high interest in doing worship (reading the Qur'an and established the Friday prayer), the Messenger of Allah. &lt;/span&gt;&lt;span title="menggunakan metode targhîb."&gt;targhîb method. &lt;/span&gt;&lt;span title="Dengan metode ini, beliau menggugah dan menimbulkan rasa senang pada diri peserta didik (sahabat) untuk melakukan sesuatu."&gt;With this method, his evocative and creates a feeling of fun on the learners themselves (friends) to do something. &lt;/span&gt;&lt;span title="Beliau menyampaikan informasi yang menyenangkan hati berupa janji pahala dari Allah untuk orang yang mengerjakan suatu kegiatan."&gt;He is pleasing to convey information in the form of reward from God promises to those who do an activity.&lt;/span&gt;&lt;span title="Tarhib adalah ancaman atau intimidasi melalui hukuman yang disebabkan oleh terlaksananya sebuah dosa, kesalahan, atau perbuatan yang telah dilarang Allah."&gt;Tarhib is a threat or intimidation through penalty caused by the implementation of a sin, error, or deeds which Allah has forbidden. &lt;/span&gt;&lt;span title="Selain itu juga karena menyepelekan pelaksanaan kewajiban yang telah diperintahkan Allah.[4] Tarhib pun dapat diartikan sebagai ancaman dari Allah untuk menakut-nakuti hamba-hamba-Nya melalui penonjolan kesalahan atau penonjolan salah satu sifat keagungan dan kekuatan ilahiah agar mereka teringatkan untuk tidak melakukan"&gt;In addition, because of undermining the implementation of the obligations that Allah has commanded. [4] Tarhib can be interpreted as a threat from God to frighten His servants through the protrusion or protrusion of one of the mistakes the nature of divine majesty and power to recall them not to do &lt;/span&gt;&lt;span title="kesalahan dan kemaksiatan."&gt;errors and disobedience. &lt;/span&gt;&lt;span title="Sehubungan dengan ini tersapat hadi antara lain:"&gt;In connection with this tersapat hadi include:&lt;/span&gt;&lt;span title="عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ أَفْطَرَ يَوْمًا مِنْ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ رُخْصَةٍ رَخَّصَهَا اللَّهُ لَهُ لَمْ يَقْضِ عَنْهُ صِيَامُ الدَّهْرِ.[5] رواه البخارى وأبو داود والترمذى"&gt;عن أبى هريرة قال قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم - «من أفطر يوما من رمضان من غير رخصة رخصها الله له لم يقض عنه صيام الدهر. [5] رواه البخارى وأبو داود والترمذى&lt;/span&gt;&lt;span title="Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah saw."&gt;From Abu Hurairah, he said, the Messenger of Allah. &lt;/span&gt;&lt;span title="bersabda, Siapa yang berbuka satu hari pada bulan Ramadan tanpa rukhsah yang diberikan Allah tidak dapat mengqada puasanya itu walaupun ia berpuasa sepanjang masa."&gt;said, Who is breaking the one day during Ramadan without rukhsa that God can not mengqada fast that even though he fasted all time.&lt;/span&gt;&lt;span title="Pada bulan Ramadan, semua orang yang beriman diwajibkan mengerjakan puasa."&gt;In the month of Ramadan, all the faithful are obliged to fast. &lt;/span&gt;&lt;span title="Hanya orang-orang yang memiliki alasan tertentu saja yang boleh meninggalkannya, seperti: sakit, bepergian, hamil, menyusui dan lanjut usia."&gt;Only people who have a specific reason are allowed to leave, such as: illness, traveling, pregnant, breastfeeding and the elderly. &lt;/span&gt;&lt;span title="Orang yang tidak memiliki alasan tersebut tidak dipekenankan untuk tidak berpuasa."&gt;People who do not have dipekenankan no reason not to fast. &lt;/span&gt;&lt;span title="Karena begitu besarnya dosa bagi yang melanggar ketentuan ini, maka dalam hadis ini Rasulullah SAW."&gt;Because so much of sin for those who violate this provision, then in this hadith the Prophet Muhammad. &lt;/span&gt;&lt;span title="mengancam orang-orang yang meninggalkan puasa tersebut dengan ancaman yang berat, yaitu tidak dapat mengganti satu hari puasa yang ditinggalkannya itu walaupun ia berusaha untuk membayarnya seumur hidup."&gt;threaten the people who left the fast with a severe threat, ie can not replace one who left the fast day, although he tried to pay him a lifetime. &lt;/span&gt;&lt;span title="Dengan demikian, Rasulullah SAW."&gt;Thus, the Prophet Muhammad. &lt;/span&gt;&lt;span title="menggunakan tarhib (ancaman) dengan maksud agar orang beriman itu tidak ada yang melanggar perintah Allah."&gt;using tarhib (threats) with the intention that the believers are not in violation of the commandment of God.&lt;/span&gt;&lt;span title="عَنْ أُمِّ أَيْمَنَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « لاَ تَتْرُكِ الصَّلاَةَ مُتَعَمِّداً فَإِنَّهُ مَنْ تَرَكَ الصَّلاَةَ مُتَعَمِّداً فَقَدْ بَرِئَتْ مِنْهُ ذِمَّةُ اللَّهِ وَرَسُولِهِ.[6] رواه أحمد"&gt;عن أم أيمن أن رسول الله - صلى الله عليه وسلم - قال «لا تترك الصلاة متعمدا فإنه من ترك الصلاة متعمدا فقد برئت منه ذمة الله ورسوله. [6] رواه أحمد&lt;/span&gt;&lt;span title="Ummu Aiman meriwayatkan bahwa Rasulullah saw."&gt;Umm Ayman reported that the Messenger of Allah. &lt;/span&gt;&lt;span title="bersabda: Janganlah kamu meninggalkan salat dengan sengaja karena orang yang meninggalkan salat dengan sengaja terlepas dari naungan Allah dan rasul-Nya."&gt;He said: Do not leave the prayer deliberately because the person who left the prayer deliberately apart from the shade of Allah and His Messenger.&lt;/span&gt;&lt;span title="Ibadah salat merupakan kewajiban yang tidak dapat ditawar-tawar, kendatipun teknik pelaksanaannya dapat bervariasi sesuai dengan tingkat kemampuan pelaksananya."&gt;Worship Prayer is an obligation that is not inexorable, although its implementation techniques may vary according to the level of executive ability. &lt;/span&gt;&lt;span title="Namun, banyak juga orang yang dengan mudah meninggalkannya."&gt;However, there are many people who simply leave. &lt;/span&gt;&lt;span title="Agar umat tidak mudah meninggalkan salat, dalam hadis ini Rasulullah SAW."&gt;So that people do not easily abandon prayers, in this hadith the Prophet Muhammad. &lt;/span&gt;&lt;span title="mengancam dengan ancaman bahwa orang yang sengaja meninggalkan salat, tanpa alasan yang benar, akan terlepas dari naungan dan perlindungan Allah."&gt;threatened with the threat that those who intentionally left the prayers, without right, will be regardless of shelter and protection of God.&lt;/span&gt;&lt;span title="Rasulullah SAW melakukan cara belajar seperti diajarkan dalam Alquran."&gt;Prophet Muhammad did such a way of learning taught in the Koran. &lt;/span&gt;&lt;span title="Selain membujuk manusia, beliau juga menggunakan ancaman untuk membangkitkan motivasi manusia supaya taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya."&gt;In addition to persuade people, he also uses the threat to arouse human motivation to obey Allah and His Messenger. &lt;/span&gt;&lt;span title="Ancaman juga memotivasi manusia untuk menjalankan ibadah dan menguatkan tanggung jawab terhadap agamanya (taklif), menjauhi maksiat serta segala sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT dan Rasul-Nya."&gt;Threats also motivate people to perform worship and strengthen the responsibilities of his religion (taklif), away from everything that is immoral and forbidden by Allah and His Messenger. &lt;/span&gt;&lt;span title="Penggunaan bujukan dan ancaman secara bersamaan mempunyai pengaruh yang lebih efektif daripada menggunakan salah satu di antara keduanya."&gt;The use of inducements and threats simultaneously influence more effective than using one of the two. &lt;/span&gt;&lt;span title="Sebab menggunakan bujukan saja, menurut Najati akan menjadikan manusia terlalu berharap banyak untuk meminta ampunan dari Allah SWT dan terlalu tinggi berangan-angan untuk masuk surga."&gt;For use persuasion alone, according to Najati will make man to expect too much to ask for forgiveness from Allah SWT and daydream too high to get into heaven. &lt;/span&gt;&lt;span title="Bahkan cenderung untuk bersikap pasrah dan banyak meninggalkan sebagian rewajiban agama."&gt;Even tend to let go and leave some rewajiban many religions. &lt;/span&gt;&lt;span title="Ancaman saja akan menjadikan manusia bersikap pesimis pada rahmat-Nya sehingga harapan untuk menggapai surga akan lenyap."&gt;The threat alone would make man to be pessimistic at his mercy, so hope to reach the heavens will vanish. &lt;/span&gt;&lt;span title="Konsekuensinya mereka akan meninggalkan kewajiban agama, bahkan terjebak dalam perbuatan maksiat."&gt;Consequently they would abandon their religious duties, even trapped in immoral acts. &lt;/span&gt;&lt;span title="Berharap secara berlebiban dan bersikap pasrah yang berlebihan merupakan sikap yang berbahaya.[7]"&gt;Hoping to berlebiban and let go of excessive is a dangerous attitude. [7]&lt;/span&gt;&lt;span title="Berdasarkan hadis-hadis di atas, pendidik Islam seyogianya menggunakan metode targhib dan tarhib ini secara berimbang."&gt;Based on the above hadiths, Islamic educators should use this method tarhib targhib and equally. &lt;/span&gt;&lt;span title="Jangan hanya menggunakan targhib saja sedangkan tarhib diabaikan."&gt;Do not just use it while tarhib targhib ignored. &lt;/span&gt;&lt;span title="Jangan pula sebaliknya."&gt;Do not vice versa. &lt;/span&gt;&lt;span title="Mana yang lebih besar vorsinya dapat ditentukan setelah melihat karakter peserta didik."&gt;Whichever is greater vorsinya can be determined after seeing the character of students. &lt;/span&gt;&lt;span title="Bila respon peserta didik lebih positif terhadap metode targhib, maka pendidik lebih banyak menggunakannya daripada metode tarhib."&gt;When learners respond more positively to targhib method, then the educators to use more than tarhib methods. &lt;/span&gt;&lt;span title="Begitu juga sebaliknya."&gt;And vice versa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title="[1]Abdurrahman Al-Nahlawi, Op.cit., h."&gt;[1] Abd Al-Nahlawi, op.cit., P. &lt;/span&gt;&lt;span title="296"&gt;296&lt;/span&gt;&lt;span title="[2] Al-Tirmiziy, Op.cit., Juz 4, h."&gt;[2] Al-Tirmiziy, op.cit., Juz 4, p. &lt;/span&gt;&lt;span title="248"&gt;248&lt;/span&gt;&lt;span title="[3] Al-Nasa'iy, Sunan Nasa'iy, Juz 5, h."&gt;[3] Al-Nasa'iy, Sunan Nasa'iy, Juz 5, p. &lt;/span&gt;&lt;span title="285 dalam Al-Maktabah al-Syamilah"&gt;285 in Al-Maktabah al-Syamilah&lt;/span&gt;&lt;span title="[4] Ibid."&gt;[4] Ibid.&lt;/span&gt;&lt;span title="[5] Al-Bukhariy, Op.cit., Juz 1, h."&gt;[5] Al-Bukhariy, op.cit., Juz 1, p. &lt;/span&gt;&lt;span title="737"&gt;737&lt;/span&gt;&lt;span title="[6] Ahmad Ibn Hanbal, Musnad Ahmad Ibn Hanbal, Juz 59, h."&gt;[6] Ahmad Ibn Hanbal, Musnad Ahmad Ibn Hanbal, Juz 59, p. &lt;/span&gt;&lt;span title="347 dalam Al-Maktabah al-Syamilah"&gt;347 in Al-Maktabah al-Syamilah&lt;/span&gt;&lt;span title="[7]Muahmmad Utsman Najati, Op.cit., h."&gt;[7] Muahmmad Uthman Najati, op.cit., P. &lt;/span&gt;&lt;span title="180-181"&gt;180-181&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-7779036633287531172?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/7779036633287531172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/10/methods-of-education-in-hadith-methods_06.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/7779036633287531172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/7779036633287531172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/10/methods-of-education-in-hadith-methods_06.html' title='Methods of Education in the Hadith: Methods and Tarhib Targhib'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-6358158840099096254</id><published>2011-10-06T00:25:00.002+07:00</published><updated>2011-10-06T00:25:30.290+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KEISLAMAN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='English Version'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Education'/><title type='text'>Methods of Education in the Hadith: Repetition and Training Methods</title><content type='html'>&lt;span class="" id="result_box" lang="en"&gt;&lt;span title="Metode pengulangan adalah"&gt;Riwayat.net-Repetition method is&lt;/span&gt;&lt;span title="عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَدَخَلَ رَجُلٌ فَصَلَّى فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَدَّ وَقَالَ ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ فَرَجَعَ يُصَلِّي كَمَا صَلَّى ثُمَّ جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ ثَلَاثًا فَقَالَ"&gt;عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم دخل المسجد فدخل رجل فصلى فسلم على النبي صلى الله عليه وسلم فرد وقال ارجع فصل فإنك لم تصل فرجع يصلي كما صلى ثم جاء فسلم على النبي صلى الله عليه وسلم فقال ارجع فصل فإنك لم تصل ثلاثا فقال &lt;/span&gt;&lt;span title="وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ مَا أُحْسِنُ غَيْرَهُ فَعَلِّمْنِي فَقَالَ إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلَاةِ فَكَبِّرْ ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنْ الْقُرْآنِ ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْدِلَ قَائِمًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا وَافْعَلْ ذَلِكَ فِي صَلَاتِكَ كُلِّهَا.[1] رواه"&gt;والذي بعثك بالحق ما أحسن غيره فعلمني فقال إذا قمت إلى الصلاة فكبر ثم اقرأ ما تيسر معك من القرآن ثم اركع حتى تطمئن راكعا ثم ارفع حتى تعدل قائما ثم اسجد حتى تطمئن ساجدا ثم ارفع حتى تطمئن جالسا وافعل ذلك في صلاتك كلها. [1] رواه &lt;/span&gt;&lt;span title="البخارى"&gt;البخارى&lt;/span&gt;&lt;span title="Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW masuk masjid, maka masuklah seorang laki-laki dan melakukan shalat, lalu ia memberi salam kepada Nabi SAW dan beliau pun menjawab salamnya seraya bersabda."&gt;From Abu Hurairah that the Prophet entered the mosque, then walked a man, and prayed, then he greeted the Prophet and he also answered his greeting as he said. &lt;/span&gt;&lt;span title="“Kembali dan shalatlah, karena sesungguhnya engkau belum shalat.” Kemudian ia datang memberi salam kepada Nabi SAW, dan beliau bersabda."&gt;"Back and The prayer, for surely you have not prayed." Then he comes to give greeting to the Prophet Muhammad, and he said. &lt;/span&gt;&lt;span title="Kemba1i dan salatlah, karena sesungguhnya engkau belum shalat” (tiga kali)."&gt;Kemba1i and salatlah, because actually you do not pray "(three times). &lt;/span&gt;&lt;span title="Laki-Iaki itu berkata, 'Demi Zat yang mengutusmu dengan benar, aku tidak dapat melakukan yang lebih baik darinya."&gt;Of men said, 'By Him who sent you correctly, I can not do better than him. &lt;/span&gt;&lt;span title="maka ajarilah aku."&gt;then teach me. &lt;/span&gt;&lt;span title="Beliau SAW bersabda, “Apabila engkau berdiri untuk shalat maka hertakbirlah, kemudian bacalah apa yang mudah bugimu dari Alquran, lalu rukuklah hingga engkau tuma'ninah (tenang) dalam rukuk."&gt;He SAW said, "If you stand for prayer then hertakbirlah, and then read what is easy bugimu from the Koran, then bow down to thee tuma'ninah (calm) in the bow. &lt;/span&gt;&lt;span title="Kemudian bangkitlah hingga engkau berdiri lurus."&gt;Then get up until you are standing straight. &lt;/span&gt;&lt;span title="Kemudian sujudlah hingga engkau tuma'ninah dalam sujud, lalu bangkitlah hingga engkau tuma'ninah dalam duduk."&gt;Then prostrate until you tuma'ninah in prostration, then rise up to thee tuma'ninah in a sitting. &lt;/span&gt;&lt;span title="Lakukun yang demikiun itu pada seluruh shalatmu."&gt;Lakukun the demikiun it in all your prayers.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title="Hadis di atas menginformasikan beberapa hal, di antaranya: (1) Nabi saw."&gt;Above Hadith informs several things, among them: (1) the Holy Prophet. &lt;/span&gt;&lt;span title="melihat seorang laki-laki mendirikan salat dalam masjid, (2) Setelah salat, laki-laki itu datang kepada Nabi dan mengucapkan salam dan Nabi menjawabnya, (3) Nabi menyuruhnya mengulang salatnya karena belum benar, (4) Laki-laki itu mengulang salat"&gt;saw a man in prayer in the mosque, (2) After the prayer, the man came to the Prophet and say hello and the Prophet answered, (3) The Prophet told her to repeat the prayers because it is not correct, (4) The man repeated the prayers &lt;/span&gt;&lt;span title="dengan cara seperti pertama kali, (5) Nabi menyuruh ulang lagi sampai tiga kali, (6) Laki-laki itu mengulang salatnya sampai tiga kali pula."&gt;that way the first time, (5) The Prophet sent back again three times, (6) The man repeated the prayers up to three times as well. &lt;/span&gt;&lt;span title="(7) Sesudah itu, laki-laki itu mengaku bahwa ia tidak mampu lagi melakukan salat lebih baik daripada itu dan meminta Nabi mengajarnya, dan (8) Nabi mengajarkan kaifiat salat yang benar."&gt;(7) After that, the man confessed that he was no longer able to pray better than that and asks the Prophet taught him, and (8) The Prophet taught that true prayer kaifiat. &lt;/span&gt;&lt;span title="Di sini, Rasulullah saw."&gt;Here, the Messenger of Allah. &lt;/span&gt;&lt;span title="tidak langsung mengajar sahabat bagaimana tatacara salat yang benar, tetapi menyuruhnya terlebih dulu secara berulang-ulang."&gt;Indirect teaching friends how to pray the right procedure, but first told her repeatedly. &lt;/span&gt;&lt;span title="Dalam kasus ini terlihat prinsip metode pengulangan yang digunakan oleh Rasulullah saw."&gt;In this case the visible principle repetition method used by the Prophet. &lt;/span&gt;&lt;span title="Dengan digunakannya oleh Rasulullah saw."&gt;With the use of by the Prophet. &lt;/span&gt;&lt;span title="metode pengulangan ini, sahabat terkesan dan harus bersungguh-sungguh dan berhati-hati memperhatikan apa yang akan diajarkan oleh Rasulullah saw."&gt;This repetition method, impressed friends and be sincere and careful attention to what will be taught by the Prophet. &lt;/span&gt;&lt;span title="Hal ini diperlukan agar materi yang diajarkan memberikan kesan yang kuat dalam memori orang yang diajar."&gt;This is necessary so that the material being taught to give a strong impression in the memory of those who taught.&lt;/span&gt;&lt;span title="Pengajaran memerlukan banyak pengulangn."&gt;Teaching requires a lot of pengulangn. &lt;/span&gt;&lt;span title="Pengulangan bahan yang telah dipelajari akan memperkuat hasil belajar."&gt;Repetition of material has been learned will reinforce the learning outcomes. &lt;/span&gt;&lt;span title="Kenyataan tersebut telah dibuktikan oleh para ahli psikologi pendidikan modern seperti konsep teori “Conditional Stimuli and Responses” sebagai natijah dari exsperiment Pavlov.[2] Syaibany juga menyatakan bahwa Alquran banyak melakukan pengulangan yang dapat dijadikan dalil untuk memperkuat perlunya prinsip pengulangan ini dipertimbangkan.[3"&gt;The fact has been proven by experts of modern educational psychology as theoretical concepts "Conditional Stimuli and Responses" as natijah of exsperiment Pavlov. [2] Syaibany also stated that the Koran did a lot of repetition that can be used as arguments for the need to strengthen the principle of repetition is considered. [3 &lt;/span&gt;&lt;span title="] Pengulangan dalam proses belajar mengajar berlandaskan kepada dua hal."&gt;] The repetition in the learning process is based on two things. &lt;/span&gt;&lt;span title="Pertama, individu pada umumnya berkecenderungan meniru orang lain, apalagi orang yang ditiru cukup berpengaruh ( misalnya karena faktor identifikasi dan simpatik)."&gt;First, individuals generally tend to imitate others, especially people who imitated quite influential (eg because of the identification and sympathetic). &lt;/span&gt;&lt;span title="Kedua peniruan dan pengulangan memperhatikan efektivias yang tinggi."&gt;Both imitation and repetition efektivias high attention. &lt;/span&gt;&lt;span title="Nabi Muhammad ketika menerima wahyu yang pertama dalam keadaan “meniru dan mengulang” apa yang disampaikan oleh Jibril."&gt;Prophet Muhammad when he received the first revelation in a state of "imitate and repeat" what is delivered by Gabriel.&lt;/span&gt;&lt;span title="Dalam pelaksanaannya, pengulangan dapat dilakukan sebelum pemberian materi pelajaran dan dapat pula sesudah penyampaian bahan pelajaran."&gt;In practice, repetition can be done before granting the subject matter and may also after the delivery of learning materials. &lt;/span&gt;&lt;span title="Pengulangan yang dilakukan sebelum penyampaian materi pelajaran dimaksudkan untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik sehubungan dengan materi yang akan diajarkan dan dapat pula untuk meningkatkan daya konsentrasi peserta didik terhadap materi yang akan diajarkan."&gt;Repetitions performed before delivery of the subject matter is intended to determine the level of mastery of learners with respect to material that can be taught and also to increase the concentration of the material that students will be taught. &lt;/span&gt;&lt;span title="Pengulangan yang dilakukan setelah pemberian materi dimaksudkan untuk mempertinggi penguasaan peserta didik terhadap materi pelajaran yang sudah diterima."&gt;Repetition is performed after administration of the material is intended to enhance the learners mastery of subject matter that has been accepted.&lt;/span&gt;&lt;span title="Dalam hadis di atas, Rasulullah saw."&gt;In the above hadith, the Prophet. &lt;/span&gt;&lt;span title="menggunakan pengulangan sebelum mengajarkan kaifiat salat."&gt;using repetition to teach kaifiat before prayer. &lt;/span&gt;&lt;span title="Dengan metode ini, sahabat yang bersangkutan memiliki minat dan konsentrasi yang tinggi terhadap materi pelajaran yang akan diajarkan oleh Nabi."&gt;With this method, the friend in question has an interest and a high concentration of the subject matter that will be taught by the Prophet.&lt;/span&gt;&lt;span title="Pengulangan tawaran opini atau pemikiran tertentu kepada seseorang biasanya akan menyebabkan opini atau pemikiran tersebut tertanam kuat di dalam benaknya."&gt;Repetition offer certain opinions or thoughts to someone usually will cause your opinions or thoughts are firmly planted in his mind. &lt;/span&gt;&lt;span title="Beberapa studi para psikolog modern mengungkapkan pentingnya pengulangan dalam proses belajar.[4] Pengulangan dapat meningkatkan perhatian seseorang terhadap objek yang diulangkan."&gt;Some modern psychologists study reveals the importance of repetition in the learning process. [4] The repetition can enhance a person's attention to objects diulangkan. &lt;/span&gt;&lt;span title="Perhatian ini sangat dibutuhkan dalam proses belajar."&gt;Caution is needed in the learning process.&lt;/span&gt;&lt;span title="Perhatian merupakan faktor penting dalam belajar, menimba pengetahuan, dan memperoleh ilmu."&gt;Attention is an important factor in learning, draw on knowledge, and acquire knowledge. &lt;/span&gt;&lt;span title="Jika seseorang tidak memerhatikan, misalnya, suatu perkuliahan, ia tidak akan dapat memahami informasi-informasi yang terdapat dalam perkuliahan itu."&gt;If someone was not paying attention, for example, a lecture, he will not be able to understand the information contained in the lectures. &lt;/span&gt;&lt;span title="Lebih jauh lagi, ia tidak akan dapat mempelajari dan mengingat perkuliahan itu untuk selanjütnya."&gt;Furthermore, he will not be able to learn and remember it for the next lecture. &lt;/span&gt;&lt;span title="Oleh karena itu, para pengajar dan pendidik selalu berusaha membangkitkan perhatian siswa-siswa agar mereka dapat menyerap, memahami dan mempelajari pelajaran."&gt;Therefore, teachers and educators are always trying to arouse the attention of students so that they can absorb, understand and learn the lesson.&lt;/span&gt;&lt;span title="Nabi sendiri telah mengkhususkan waktu tiga tahun berturut-turut untuk menanamkan perintah penting dalam Islam, yaitu perintah salat."&gt;The Prophet himself has set a time three consecutive years to instill important commandment in Islam, namely prayer command. &lt;/span&gt;&lt;span title="Betapa pentingnya kedudukan salat itu dapat dipahami dari firman Allah dalam A1quran disebutkan, “Perintahkanlah keluargamu mengerjakan salat dan hendaklah bersabar melaksanakannya.”[5] Mendidik anak mengerjakan salat membutuhkan kesabaran dan perintah yang berulang-ulang."&gt;How important the position that prayer can be understood from the word of God in A1quran mentioned, "Command your family to pray and be patient do it." [5] Educating children to pray requires patience and repeated orders. &lt;/span&gt;&lt;span title="Setiap waktu salat masuk, orang tua harus menyuruh anaknya mengerjakan salat."&gt;Any time of prayer comes in, parents must send their children to pray. &lt;/span&gt;&lt;span title="Orang tua tidak boleh bosan dalam melaksanakan kewajiban ini."&gt;Parents should not be bored in carrying out this obligation.&lt;/span&gt;&lt;span title="Menurut Ali Al-Jumbulati, psikologi modern memandang bahwa pengulangan itu merupakan salah satu metode belajar yang baik, karena dapat memperbaiki pengetahuan pada tahap permulaannya yang sesuai dengan teori- kemampuan menangkap pengertian manusia terhadap obyek pengamatan (seperti telah diuraikan dalam teori Gestalt).[6"&gt;According to Ali Al-Jumbulati, modern psychology's view that repetition is one method of learning is good, because it can improve knowledge in the beginning stages according to the theory-the ability to capture human understanding of the objects of observation (as described in the Gestalt theory). [6 &lt;/span&gt;&lt;span title="]"&gt;]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title="عَنْ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ أَنَّ رَجُلاً تَوَضَّأَ فَتَرَكَ مَوْضِعَ ظُفُرٍ عَلَى قَدَمِهِ فَأَبْصَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ ارْجِعْ فَأَحْسِنْ وُضُوءَكَ فَرَجَعَ ثُمَّ صَلَّى.[7] رواه البخارى"&gt;عن عمر بن الخطاب أن رجلا توضأ فترك موضع ظفر على قدمه فأبصره النبي صلى الله عليه وسلم فقال ارجع فأحسن وضوءك فرجع ثم صلى. [7] رواه البخارى&lt;/span&gt;&lt;span title="Umar ibn Khattab meriwayatkan bahwa seorang laki-laki berwuduk lalu ia meninggalkan membasuh tumitnya selebar kuku."&gt;Umar ibn Khattab narrated that a man berwuduk then he left to wash his heels as wide as nails. &lt;/span&gt;&lt;span title="Hal itu dilihat oleh Nabi SAW."&gt;It was seen by the Prophet SAW. &lt;/span&gt;&lt;span title="Lalu, beliau bersabda: Ulangilah dan perbaiki wudukmu."&gt;Then, he said: Go back and fix wudukmu. &lt;/span&gt;&lt;span title="Seterusnya, laki-laki itu mengulang wuduknya lalu mengerjakan salat."&gt;Onwards, the man then repeat wuduknya prays.&lt;/span&gt;&lt;span title="Dalam hadis ini, Rasulullah saw."&gt;In this hadith, the Prophet. &lt;/span&gt;&lt;span title="mengajarkan cara berwuduk setelah melihat ada rukun wuduk sahabat yang tidak sempurna."&gt;teach you how to get along berwuduk after seeing an imperfect wuduk friend. &lt;/span&gt;&lt;span title="Beliau menyuruh sahabat itu mengulangi wuduknya."&gt;He told friends that repeat wuduknya.&lt;/span&gt;&lt;span title="Metode praktik langsung dan pengulangan ini sangat penting dalam pembelajaran agama Islam terutama masalah ibadah agar peserta didik mampu memahami dan melaksanakan sesuai dengan kaifiyat yang benar."&gt;Method of direct practice and repetition is very important in learning the religion of Islam, especially the issue of worship so that learners are able to understand and implement in accordance with the correct kaifiyat. &lt;/span&gt;&lt;span title="Tanpa praktik dan pengulangan, ilmu pengetahuan yang diperoleh oleh peserta didik tidak aplikatif dan tidak fungsional."&gt;Without practice and repetition, knowledge acquired by learners are not applicable and not functional.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title="[1] Al-Bukhariy, Op.cit., Juz 1, h."&gt;[1] Al-Bukhariy, op.cit., Juz 1, p. &lt;/span&gt;&lt;span title="297"&gt;297&lt;/span&gt;&lt;span title="[2]Lihat, James V."&gt;[2] See, James V. &lt;/span&gt;&lt;span title="Mc Connel, dalam Ramayulis, Metodologi Pengajaran Agama Islam, (Jakarta: kalam Mulia, 1990), h."&gt;Mc Connell, in Ramayulis, Teaching Methodology of Islamic Religion, (New York: Kalam Noble, 1990), p. &lt;/span&gt;&lt;span title="95"&gt;95&lt;/span&gt;&lt;span title="[3]Lihat, Omar Mohammad Al-Thoumy Al-Syaibani,, Falsafah Pendidikan Islam, Terjemahan Hasan Langgulung, (Jakarta, Bulan Bintang, 1979), h."&gt;[3] See, Omar Al-Mohammad Al-Syaibani Thoumy,, Philosophy of Islamic Education, Hasan Langgulung Translation, (New York, the Crescent Star, 1979), p. &lt;/span&gt;&lt;span title="610"&gt;610&lt;/span&gt;&lt;span title="[4] Lihat, Muhammad Utsman Najati, Psikologi dalam Al-Quran Terapi Qurani dalam Penyembuhan Gangguan Kejiwaan, Judul Asli &amp;quot;Al-Qur'ân wa 'Ilm al-Nafs&amp;quot; Terejemahan M."&gt;[4] See, Muhammad Uthman Najati, Psychology in the Al-Quran Quranic Therapy in Healing Mental Disorders, original title "Al-Qur'ân wa 'Ilm al-Nafs" Terejemahan M. &lt;/span&gt;&lt;span title="Zaka Al-Farisi, (Bandung: Pustaka Setia, 2005), cet."&gt;Zaka Al-Farisi, (Bandung: Pustaka Setia, 2005), cet. &lt;/span&gt;&lt;span title="ke-1, h."&gt;to-1, p. &lt;/span&gt;&lt;span title="282"&gt;282&lt;/span&gt;&lt;span title="[5]QS."&gt;[5] QS. &lt;/span&gt;&lt;span title="Thâhâ: 132"&gt;Taha: 132&lt;/span&gt;&lt;span title="[6] Lihat, Ali Al-Jumbulati, Op.cit., h."&gt;[6] See, Ali Al-Jumbulati, op.cit., P. &lt;/span&gt;&lt;span title="200"&gt;200&lt;/span&gt;&lt;span title="[7]Ahmad Ibn Hanbal, Op.cit., Juz 1, h."&gt;[7] Ahmad Ibn Hanbal, op.cit., Juz 1, p. &lt;/span&gt;&lt;span title="140"&gt;140&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-6358158840099096254?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/6358158840099096254/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/10/methods-of-education-in-hadith_06.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/6358158840099096254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/6358158840099096254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/10/methods-of-education-in-hadith_06.html' title='Methods of Education in the Hadith: Repetition and Training Methods'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-2567493022121159822</id><published>2011-10-01T20:52:00.002+07:00</published><updated>2011-10-01T20:52:30.266+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Download'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'>Download regulasi Pendidikan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;UNDANG-UNDANG&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/04/undang-undang-hak-cipta.pdf" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/04/undang-undang-no-20-tentang-sisdiknas.pdf" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/04/undang-undang-no-14-tahun-2005-tentang-guru-dan-dosen.doc" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;PERATURAN PEMERINTAH&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/01/pp-no-74-tahun-2008-tentang-guru1.pdf" target="_blank"&gt;Peraturan Pemerintah Nomor. 74 Tahun 2008&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2008 tentang Guru&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/06/peraturan-pemerintah-no-37-tahun-2009-tentang-dosen.pdf" target="_blank"&gt;Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2009&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Peraturan Pemerintah No 37 Tahun 2009 tentang Dosen&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/01/pp-no-48-tahun-2008-tentang-pendanaan-pendidikan1.pdf" target="_blank"&gt;Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Peraturan Pemerintah No. 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/04/pp-ri-n0-19-th-2005-ttg-snp.pdf" target="_blank" title="PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan"&gt;&lt;b&gt;Peraturan Pemerintah Nomor.19 Tahun 2005&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Peraturan Pemerintah N0.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/02/pp-no10-th-2008.pdf" target="_blank"&gt;Peraturan Pemerintah Nomor. 10 Tahun 2008&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Peraturan Pemerintah Nomor. 10 Tahun 2008 tentang&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Perubahan Kesepuluh Atas Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1977 Tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/02/pp-no10-th-2009.pdf" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Peraturan Pemerintah Nomor. 8 Tahun 2009&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Peraturan Pemerintah Nomor. 8 Tahun 2009 tentang&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Perubahan Kesebelas Atas Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1977 Tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/06/peraturan-pemerintah-no-41-tahun-2009.pdf" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Peraturan Pemerintah No 41 Tahun 2009&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;PP Nomor. 41 Tahun 2009 tentang Tunjangan Profesi Guru dan Dosen, Tunjangan Khusus Guru dan Dosen, serta Tunjangan Kehormatan Profesor&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2010/04/14/download-peraturan-pemerintah-nomor-17-tahun-2010-tentang-pengelolaan-dan-penyelenggaraan-pendidikan/"&gt;&lt;b&gt; Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 &lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2010/09/pp_53_2010.pdf" target="_blank"&gt;Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 &lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;KETENAGAAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/04/permen_12_th-2007.pdf" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Permendiknas RI Nomor. 12 th 2007&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Permendiknas RI Nomor. 12 th 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/04/permen_13_th-2007.pdf" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Permendiknas RI Nomor 13 th 2007&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Permendiknas RI Nomor 13 th 2007 tentang Standar Kepala Sekolah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/02/standar-laboran.pdf" target="_blank"&gt;Permendiknas RI Nomor 26 Tahun 2008&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Permendiknas RI Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Laboratorium Sekolah/Madrasah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/12/16/kualifikasi-dan-kompetensi-konselor/" target="_blank"&gt;Permendiknas RI Nomor 27 Tahun 2008 &lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Permendiknas RI Nomor 27 Tahun 2008 Tentang Standar Kualifikasi Akademik Dan Kompetensi Konselor&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/02/standar-tu.pdf" target="_blank"&gt;Permendiknas RI Nomor 24 Tahun 2008&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Permendiknas RI Nomor 24 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/02/standar-tenaga-perpustakaan.pdf" target="_blank"&gt;Permendiknas RI Nomor 25 Tahun 2008&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Permendiknas RI Nomor 25 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/ Madrasah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;SERTIFIKASI GURU DAN DOSEN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/02/perubahan-sertifikasi-guru.pdf" target="_blank"&gt;Permendiknas RI Nomor 11 Tahun 2008&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Permendiknas RI Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 Tahun 2007 Tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/02/perubhan-sertifikasi-dosen.pdf" target="_blank"&gt;Permendiknas RI Nomor 17 Tahun 2008&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Permendiknas RI Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Perubahan Pertama Atas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 42 Tahun 2007 Tentang Sertifikasi Dosen&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/02/konsorsium-lptk-sertifikasi.pdf" target="_blank"&gt;Permendiknas RI Nomor 19 Tahun 2008&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Permendiknas RI Nomor 19 Tahun 2008 Tentang Perguruan Tinggi Penyelenggara Sertifikasi Dosen Tahun 2008&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/12/permendiknas-n0-63-tahun-2009-tentang-penjaminan-mutu.pdf" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Permendiknas RI Nomor 63 Tahun 2009&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Permendiknas RI Nomor 63 Tahun 2009 Tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;AKREDITASI SEKOLAH&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/02/permen-29-tentang-ban-sm.pdf" target="_blank"&gt;Permendiknas RI No. 29 Tahun 2005&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Permendiknas No. 29 Tahun 2005 tentang Badan Akreditasi Nasional Sekolah-Madrasah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/04/salinan-permendiknas-no-11-tahun-2009-tentang-akreditasi-sd-mi2.pdf" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Permendiknas No. 11 Tahun 2009 &lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Permendiknas No 11 Tahun 2009 tentang Kriteria dan Perangkat Akreditasi SD-MI.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/05/salinan-permen-12-thn-2009-ttg-akreditasi-smp-mts.pdf"&gt;Permendiknas No.12 Tahun 2009&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Permendiknas No.12 Tahun 2009 tentang Kriteria dan Perangkat Akreditasi SMP-MTs&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2008/12/instrumen-akreditasi-sma-akhmadsudrajatcocc.pdf" target="_blank"&gt;Permendiknas RI No. 52 Tahun 2008&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Permendiknas No. 52 Tahun 2008 tentang Kriteria dan Perangkat Akreditasi SMA-MA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;8 STANDAR PENDIDIKAN DI SEKOLAH&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/04/permendiknas-no-22-tahun-2006.pdf" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Permendiknas RI Nomor. 22 Tahun 2006&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Permendiknas RI Nomor. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/04/permendiknas-nomor-23-tahun-2006-skl.pdf" target="_blank"&gt; Permendiknas RI No. 23 Tahun 2006 &lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Permendiknas No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/04/lampiran-permen-no-16-tahun-2007.pdf" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Permendiknas RI Nomor 16 Tahun 2007 tentang Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/04/permen-no-19-tahun-2007-standar-pengelolaan.pdf" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Permendiknas No 19 Tahun 2007&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/04/permen-no-20-standar-penilaian-pendidikan.pdf" target="_blank"&gt;Permendiknas RI Nomor 20 Tahun 2007&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/04/permen-no-24-standar-sarana.pdf" target="_blank" title="permen-no-24-standar-sarana-prasarana-sekolah-madrasah.pdf"&gt;Permendiknas RI Nomor 24 Tahuan 2007&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Permendiknas Nomor 24 Tahuan 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana Sekolah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/04/standar-proses-_permen-41-2007_.pdf" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Permendiknas RI No. 41 Tahun 2007&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Permendiknas RI No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/04/permen-no-40-tahun-2008-standar-sarana-prasaranastandar-smk.pdf" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Permendiknas RI No. 40 Tahun 2008&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2010/02/lamp-permen-no-40-tahun-2008-smk.pdf" target="_blank"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Lampiran Permendiknas RI No. 40 Tahun 2008&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Permendiknas RI No. 40 Tahun 2008 tentang Standar Sarana dan Prasana SMK/MAK&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2010/05/permensiknas-no-69-tahun-2009-tentang-standar-biaya.pdf" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Permendiknas Nomor 69 Tahun 2009&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Permendiknas Nomor 69 Tahun 2009 tentang Standar Pembiayaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;LAIN-LAIN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/04/peraturan-menteri.pdf" target="_blank"&gt;Permendiknas No. 3 tahun 2009&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Permendiknas No. 3 tahun 2009 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2009.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/08/permendiknas-no-39-th-2009-tentang-beban-kerja-guru-dan-pengawas-sekolah.pdf" target="_blank"&gt;Permendiknas No.39 Tahun 2009 &lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Permendiknas No 39 Tahun 2009 tentang Beban Kerja Guru dan Pengawas Satuan Pendidikan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/12/permendiknas-n0-63-tahun-2009-tentang-penjaminan-mutu.pdf" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Permendiknas RI Nomor 63 Tahun 2009&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Permendiknas RI Nomor 63 Tahun 2009 Tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8538170/PermenPANdanReformasiBirokrasiNo.16Tahun2009.zip.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Permen PAN dan Reformasi Birokrasi No. 16 Tahun 2009&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru Dan Angka Kreditnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2011/04/permenpan-no-21-tahun-2010-tentang-jabatan-fungsional-pengawas-sekolah.pdf" title="PERMENPAN  NO 21 TAHUN 2010 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS SEKOLAH"&gt;&lt;b&gt;Permen PAN dan Reformasi Birokrasi No. 21 tahun 2010 &lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Permen dan Reformasi Birokrasi No. 21 tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2010/09/nomor-19-tahun-2010.pdf"&gt;&lt;b&gt;Permendiknas No. 19 tahun 2010&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Permendiknas No. 19 tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2010 untuk SMP.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2010/09/nomor-17-tahun-2010.pdf"&gt;&lt;b&gt;Permendiknas No 17 Tahun 2010&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Permendiknas No 17 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2010/09/nomor-20-tahun-2010.pdf"&gt;&lt;b&gt;Permendiknas No 20 Tahun 2010&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Permendiknas No 20 Tahun 2010 tentang Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria di Bidang Pendidikan&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-2567493022121159822?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/2567493022121159822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/10/download-regulasi-pendidikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/2567493022121159822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/2567493022121159822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/10/download-regulasi-pendidikan.html' title='Download regulasi Pendidikan'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-7950787939659630105</id><published>2011-10-01T19:41:00.001+07:00</published><updated>2011-10-01T19:41:41.922+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='English Version'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah'/><title type='text'>Methods of Education in the Hadith: Repetition and Training Methods</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="en"&gt;&lt;span title="Metode pengulangan adalah"&gt;Repetition method is&lt;/span&gt;&lt;span title="عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَدَخَلَ رَجُلٌ فَصَلَّى فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَدَّ وَقَالَ ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ فَرَجَعَ يُصَلِّي كَمَا صَلَّى ثُمَّ جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ ثَلَاثًا فَقَالَ"&gt;عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم دخل المسجد فدخل رجل فصلى فسلم على النبي صلى الله عليه وسلم فرد وقال ارجع فصل فإنك لم تصل فرجع يصلي كما صلى ثم جاء فسلم على النبي صلى الله عليه وسلم فقال ارجع فصل فإنك لم تصل ثلاثا فقال &lt;/span&gt;&lt;span title="وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ مَا أُحْسِنُ غَيْرَهُ فَعَلِّمْنِي فَقَالَ إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلَاةِ فَكَبِّرْ ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنْ الْقُرْآنِ ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْدِلَ قَائِمًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا وَافْعَلْ ذَلِكَ فِي صَلَاتِكَ كُلِّهَا.[1] رواه"&gt;والذي بعثك بالحق ما أحسن غيره فعلمني فقال إذا قمت إلى الصلاة فكبر ثم اقرأ ما تيسر معك من القرآن ثم اركع حتى تطمئن راكعا ثم ارفع حتى تعدل قائما ثم اسجد حتى تطمئن ساجدا ثم ارفع حتى تطمئن جالسا وافعل ذلك في صلاتك كلها. [1] رواه &lt;/span&gt;&lt;span title="البخارى"&gt;البخارى&lt;/span&gt;&lt;span title="Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW masuk masjid, maka masuklah seorang laki-laki dan melakukan shalat, lalu ia memberi salam kepada Nabi SAW dan beliau pun menjawab salamnya seraya bersabda."&gt;From Abu Hurairah that the Prophet entered the mosque, then walked a man, and prayed, then he greeted the Prophet and he also answered his greeting as he said. &lt;/span&gt;&lt;span title="“Kembali dan shalatlah, karena sesungguhnya engkau belum shalat.” Kemudian ia datang memberi salam kepada Nabi SAW, dan beliau bersabda."&gt;"Back and The prayer, for surely you have not prayed." Then he comes to give greeting to the Prophet Muhammad, and he said. &lt;/span&gt;&lt;span title="Kemba1i dan salatlah, karena sesungguhnya engkau belum shalat” (tiga kali)."&gt;Kemba1i and salatlah, because actually you do not pray "(three times). &lt;/span&gt;&lt;span title="Laki-Iaki itu berkata, 'Demi Zat yang mengutusmu dengan benar, aku tidak dapat melakukan yang lebih baik darinya."&gt;Of men said, 'By Him who sent you correctly, I can not do better than him. &lt;/span&gt;&lt;span title="maka ajarilah aku."&gt;then teach me. &lt;/span&gt;&lt;span title="Beliau SAW bersabda, “Apabila engkau berdiri untuk shalat maka hertakbirlah, kemudian bacalah apa yang mudah bugimu dari Alquran, lalu rukuklah hingga engkau tuma'ninah (tenang) dalam rukuk."&gt;He SAW said, "If you stand for prayer then hertakbirlah, and then read what is easy bugimu from the Koran, then bow down to thee tuma'ninah (calm) in the bow. &lt;/span&gt;&lt;span title="Kemudian bangkitlah hingga engkau berdiri lurus."&gt;Then get up until you are standing straight. &lt;/span&gt;&lt;span title="Kemudian sujudlah hingga engkau tuma'ninah dalam sujud, lalu bangkitlah hingga engkau tuma'ninah dalam duduk."&gt;Then prostrate until you tuma'ninah in prostration, then rise up to thee tuma'ninah in a sitting. &lt;/span&gt;&lt;span title="Lakukun yang demikiun itu pada seluruh shalatmu."&gt;Lakukun the demikiun it in all your prayers.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span title="Hadis di atas menginformasikan beberapa hal, di antaranya: (1) Nabi saw."&gt;Above Hadith informs several things, among them: (1) the Holy Prophet. &lt;/span&gt;&lt;span title="melihat seorang laki-laki mendirikan salat dalam masjid, (2) Setelah salat, laki-laki itu datang kepada Nabi dan mengucapkan salam dan Nabi menjawabnya, (3) Nabi menyuruhnya mengulang salatnya karena belum benar, (4) Laki-laki itu mengulang salat"&gt;saw a man in prayer in the mosque, (2) After the prayer, the man came to the Prophet and say hello and the Prophet answered, (3) The Prophet told her to repeat the prayers because it is not correct, (4) The man repeated the prayers &lt;/span&gt;&lt;span title="dengan cara seperti pertama kali, (5) Nabi menyuruh ulang lagi sampai tiga kali, (6) Laki-laki itu mengulang salatnya sampai tiga kali pula."&gt;that way the first time, (5) The Prophet sent back again three times, (6) The man repeated the prayers up to three times as well. &lt;/span&gt;&lt;span title="(7) Sesudah itu, laki-laki itu mengaku bahwa ia tidak mampu lagi melakukan salat lebih baik daripada itu dan meminta Nabi mengajarnya, dan (8) Nabi mengajarkan kaifiat salat yang benar."&gt;(7) After that, the man confessed that he was no longer able to pray better than that and asks the Prophet taught him, and (8) The Prophet taught that true prayer kaifiat. &lt;/span&gt;&lt;span title="Di sini, Rasulullah saw."&gt;Here, the Messenger of Allah. &lt;/span&gt;&lt;span title="tidak langsung mengajar sahabat bagaimana tatacara salat yang benar, tetapi menyuruhnya terlebih dulu secara berulang-ulang."&gt;Indirect teaching friends how to pray the right procedure, but first told her repeatedly. &lt;/span&gt;&lt;span title="Dalam kasus ini terlihat prinsip metode pengulangan yang digunakan oleh Rasulullah saw."&gt;In this case the visible principle repetition method used by the Prophet. &lt;/span&gt;&lt;span title="Dengan digunakannya oleh Rasulullah saw."&gt;With the use of by the Prophet. &lt;/span&gt;&lt;span title="metode pengulangan ini, sahabat terkesan dan harus bersungguh-sungguh dan berhati-hati memperhatikan apa yang akan diajarkan oleh Rasulullah saw."&gt;This repetition method, impressed friends and be sincere and careful attention to what will be taught by the Prophet. &lt;/span&gt;&lt;span title="Hal ini diperlukan agar materi yang diajarkan memberikan kesan yang kuat dalam memori orang yang diajar."&gt;This is necessary so that the material being taught to give a strong impression in the memory of those who taught.&lt;/span&gt;&lt;span title="Pengajaran memerlukan banyak pengulangn."&gt;Teaching requires a lot of pengulangn. &lt;/span&gt;&lt;span title="Pengulangan bahan yang telah dipelajari akan memperkuat hasil belajar."&gt;Repetition of material has been learned will reinforce the learning outcomes. &lt;/span&gt;&lt;span title="Kenyataan tersebut telah dibuktikan oleh para ahli psikologi pendidikan modern seperti konsep teori “Conditional Stimuli and Responses” sebagai natijah dari exsperiment Pavlov.[2] Syaibany juga menyatakan bahwa Alquran banyak melakukan pengulangan yang dapat dijadikan dalil untuk memperkuat perlunya prinsip pengulangan ini dipertimbangkan.[3"&gt;The fact has been proven by experts of modern educational psychology as theoretical concepts "Conditional Stimuli and Responses" as natijah of exsperiment Pavlov. [2] Syaibany also stated that the Koran did a lot of repetition that can be used as arguments for the need to strengthen the principle of repetition is considered. [3 &lt;/span&gt;&lt;span title="] Pengulangan dalam proses belajar mengajar berlandaskan kepada dua hal."&gt;] The repetition in the learning process is based on two things. &lt;/span&gt;&lt;span title="Pertama, individu pada umumnya berkecenderungan meniru orang lain, apalagi orang yang ditiru cukup berpengaruh ( misalnya karena faktor identifikasi dan simpatik)."&gt;First, individuals generally tend to imitate others, especially people who imitated quite influential (eg because of the identification and sympathetic). &lt;/span&gt;&lt;span title="Kedua peniruan dan pengulangan memperhatikan efektivias yang tinggi."&gt;Both imitation and repetition efektivias high attention. &lt;/span&gt;&lt;span title="Nabi Muhammad ketika menerima wahyu yang pertama dalam keadaan “meniru dan mengulang” apa yang disampaikan oleh Jibril."&gt;Prophet Muhammad when he received the first revelation in a state of "imitate and repeat" what is delivered by Gabriel.&lt;/span&gt;&lt;span title="Dalam pelaksanaannya, pengulangan dapat dilakukan sebelum pemberian materi pelajaran dan dapat pula sesudah penyampaian bahan pelajaran."&gt;In practice, repetition can be done before granting the subject matter and may also after the delivery of learning materials. &lt;/span&gt;&lt;span title="Pengulangan yang dilakukan sebelum penyampaian materi pelajaran dimaksudkan untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik sehubungan dengan materi yang akan diajarkan dan dapat pula untuk meningkatkan daya konsentrasi peserta didik terhadap materi yang akan diajarkan."&gt;Repetitions performed before delivery of the subject matter is intended to determine the level of mastery of learners with respect to material that can be taught and also to increase the concentration of the material that students will be taught. &lt;/span&gt;&lt;span title="Pengulangan yang dilakukan setelah pemberian materi dimaksudkan untuk mempertinggi penguasaan peserta didik terhadap materi pelajaran yang sudah diterima."&gt;Repetition is performed after administration of the material is intended to enhance the learners mastery of subject matter that has been accepted.&lt;/span&gt;&lt;span title="Dalam hadis di atas, Rasulullah saw."&gt;In the above hadith, the Prophet. &lt;/span&gt;&lt;span title="menggunakan pengulangan sebelum mengajarkan kaifiat salat."&gt;using repetition to teach kaifiat before prayer. &lt;/span&gt;&lt;span title="Dengan metode ini, sahabat yang bersangkutan memiliki minat dan konsentrasi yang tinggi terhadap materi pelajaran yang akan diajarkan oleh Nabi."&gt;With this method, the friend in question has an interest and a high concentration of the subject matter that will be taught by the Prophet.&lt;/span&gt;&lt;span title="Pengulangan tawaran opini atau pemikiran tertentu kepada seseorang biasanya akan menyebabkan opini atau pemikiran tersebut tertanam kuat di dalam benaknya."&gt;Repetition offer certain opinions or thoughts to someone usually will cause your opinions or thoughts are firmly planted in his mind. &lt;/span&gt;&lt;span title="Beberapa studi para psikolog modern mengungkapkan pentingnya pengulangan dalam proses belajar.[4] Pengulangan dapat meningkatkan perhatian seseorang terhadap objek yang diulangkan."&gt;Some modern psychologists study reveals the importance of repetition in the learning process. [4] The repetition can enhance a person's attention to objects diulangkan. &lt;/span&gt;&lt;span title="Perhatian ini sangat dibutuhkan dalam proses belajar."&gt;Caution is needed in the learning process.&lt;/span&gt;&lt;span title="Perhatian merupakan faktor penting dalam belajar, menimba pengetahuan, dan memperoleh ilmu."&gt;Attention is an important factor in learning, draw on knowledge, and acquire knowledge. &lt;/span&gt;&lt;span title="Jika seseorang tidak memerhatikan, misalnya, suatu perkuliahan, ia tidak akan dapat memahami informasi-informasi yang terdapat dalam perkuliahan itu."&gt;If someone was not paying attention, for example, a lecture, he will not be able to understand the information contained in the lectures. &lt;/span&gt;&lt;span title="Lebih jauh lagi, ia tidak akan dapat mempelajari dan mengingat perkuliahan itu untuk selanjütnya."&gt;Furthermore, he will not be able to learn and remember it for the next lecture. &lt;/span&gt;&lt;span title="Oleh karena itu, para pengajar dan pendidik selalu berusaha membangkitkan perhatian siswa-siswa agar mereka dapat menyerap, memahami dan mempelajari pelajaran."&gt;Therefore, teachers and educators are always trying to arouse the attention of students so that they can absorb, understand and learn the lesson.&lt;/span&gt;&lt;span title="Nabi sendiri telah mengkhususkan waktu tiga tahun berturut-turut untuk menanamkan perintah penting dalam Islam, yaitu perintah salat."&gt;The Prophet himself has set a time three consecutive years to instill important commandment in Islam, namely prayer command. &lt;/span&gt;&lt;span title="Betapa pentingnya kedudukan salat itu dapat dipahami dari firman Allah dalam A1quran disebutkan, “Perintahkanlah keluargamu mengerjakan salat dan hendaklah bersabar melaksanakannya.”[5] Mendidik anak mengerjakan salat membutuhkan kesabaran dan perintah yang berulang-ulang."&gt;How important the position that prayer can be understood from the word of God in A1quran mentioned, "Command your family to pray and be patient do it." [5] Educating children to pray requires patience and repeated orders. &lt;/span&gt;&lt;span title="Setiap waktu salat masuk, orang tua harus menyuruh anaknya mengerjakan salat."&gt;Any time of prayer comes in, parents must send their children to pray. &lt;/span&gt;&lt;span title="Orang tua tidak boleh bosan dalam melaksanakan kewajiban ini."&gt;Parents should not be bored in carrying out this obligation.&lt;/span&gt;&lt;span title="Menurut Ali Al-Jumbulati, psikologi modern memandang bahwa pengulangan itu merupakan salah satu metode belajar yang baik, karena dapat memperbaiki pengetahuan pada tahap permulaannya yang sesuai dengan teori- kemampuan menangkap pengertian manusia terhadap obyek pengamatan (seperti telah diuraikan dalam teori Gestalt).[6"&gt;According to Ali Al-Jumbulati, modern psychology's view that repetition is one method of learning is good, because it can improve knowledge in the beginning stages according to the theory-the ability to capture human understanding of the objects of observation (as described in the Gestalt theory). [6 &lt;/span&gt;&lt;span title="]"&gt;]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title="عَنْ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ أَنَّ رَجُلاً تَوَضَّأَ فَتَرَكَ مَوْضِعَ ظُفُرٍ عَلَى قَدَمِهِ فَأَبْصَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ ارْجِعْ فَأَحْسِنْ وُضُوءَكَ فَرَجَعَ ثُمَّ صَلَّى.[7] رواه البخارى"&gt;عن عمر بن الخطاب أن رجلا توضأ فترك موضع ظفر على قدمه فأبصره النبي صلى الله عليه وسلم فقال ارجع فأحسن وضوءك فرجع ثم صلى. [7] رواه البخارى&lt;/span&gt;&lt;span title="Umar ibn Khattab meriwayatkan bahwa seorang laki-laki berwuduk lalu ia meninggalkan membasuh tumitnya selebar kuku."&gt;Umar ibn Khattab narrated that a man berwuduk then he left to wash his heels as wide as nails. &lt;/span&gt;&lt;span title="Hal itu dilihat oleh Nabi SAW."&gt;It was seen by the Prophet SAW. &lt;/span&gt;&lt;span title="Lalu, beliau bersabda: Ulangilah dan perbaiki wudukmu."&gt;Then, he said: Go back and fix wudukmu. &lt;/span&gt;&lt;span title="Seterusnya, laki-laki itu mengulang wuduknya lalu mengerjakan salat."&gt;Onwards, the man then repeat wuduknya prays.&lt;/span&gt;&lt;span title="Dalam hadis ini, Rasulullah saw."&gt;In this hadith, the Prophet. &lt;/span&gt;&lt;span title="mengajarkan cara berwuduk setelah melihat ada rukun wuduk sahabat yang tidak sempurna."&gt;teach you how to get along berwuduk after seeing an imperfect wuduk friend. &lt;/span&gt;&lt;span title="Beliau menyuruh sahabat itu mengulangi wuduknya."&gt;He told friends that repeat wuduknya.&lt;/span&gt;&lt;span title="Metode praktik langsung dan pengulangan ini sangat penting dalam pembelajaran agama Islam terutama masalah ibadah agar peserta didik mampu memahami dan melaksanakan sesuai dengan kaifiyat yang benar."&gt;Method of direct practice and repetition is very important in learning the religion of Islam, especially the issue of worship so that learners are able to understand and implement in accordance with the correct kaifiyat. &lt;/span&gt;&lt;span title="Tanpa praktik dan pengulangan, ilmu pengetahuan yang diperoleh oleh peserta didik tidak aplikatif dan tidak fungsional."&gt;Without practice and repetition, knowledge acquired by learners are not applicable and not functional.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-7950787939659630105?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/7950787939659630105/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/10/methods-of-education-in-hadith.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/7950787939659630105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/7950787939659630105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/10/methods-of-education-in-hadith.html' title='Methods of Education in the Hadith: Repetition and Training Methods'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-7259038841418814331</id><published>2011-10-01T19:39:00.002+07:00</published><updated>2011-10-01T19:39:40.139+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Education'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah'/><title type='text'>Methods of Education in the Hadith: Methods Mau'izhah</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="en"&gt;&lt;span title="Metode mau'izhah adalah mengingatkan seseorang terhadap sesuatu yang dapat meluluhkan hatinya dan sesuatu itu dapat berupa pahala maupun siksa, sehingga dia menjadi ingat.[1] Sehubungan dengan ini terdapat hadis:"&gt;Mau'izhah method is to remind someone of something that can melt her heart and something that can be either reward or punishment, allowing him to be remembered. [1] In connection with this there is a hadith:&lt;/span&gt;&lt;span title="عن عُمَرَ بْنَ أَبِي سَلَمَةَ يَقُولُ كُنْتُ غُلاَمًا فِي حَجْرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَتْ يَدِي تَطِيشُ فِي الصَّحْفَةِ فَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ فَمَا زَالَتْ تِلْكَ طِعْمَتِي بَعْدُ.[2] رواه البخارى"&gt;عن عمر بن أبي سلمة يقول كنت غلاما في حجر رسول الله صلى الله عليه وسلم وكانت يدي تطيش في الصحفة فقال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم يا غلام سم الله وكل بيمينك وكل مما يليك فما زالت تلك طعمتي بعد. [2] رواه البخارى&lt;/span&gt;&lt;span title="Umar bin Abi Salmah ra."&gt;Umar ibn Abi Salmah ra. &lt;/span&gt;&lt;span title="berkata, “Dulu aku menjadi pembantu di rumah Rasulullah saw.."&gt;said, "I used to be a maid in the Prophet's house .. &lt;/span&gt;&lt;span title="Ketika makan, biasanya aku mengulurkan tanganku ke berbagai penjuru."&gt;When I eat, I generally held out my hand to different directions. &lt;/span&gt;&lt;span title="Melihat itu beliau berkata, 'Hai ghulam, bacalah basmallah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah apa yang ada di dekatmu."&gt;Seeing it he says, 'Hi ghulam, read Basmallah, eat with your right hand, and eat what's on near you.&lt;/span&gt;&lt;span title="Riwayat di atas menyiratkan beberapa nilai tarbawiyah yang dapat kita terapkan dalam mendidik anak."&gt;History above implies some value tarbawiyah which we can apply in educating children. &lt;/span&gt;&lt;span title="Sehubungan dengan hadis ini, Najib Khalid al-Amir menjelaskan bahwa:"&gt;In connection with this tradition, Najib Khalid al-Amir explained that:&lt;/span&gt;&lt;span title="1."&gt;1. &lt;/span&gt;&lt;span title="Rasulullah saw."&gt;Prophet. &lt;/span&gt;&lt;span title="senantiasa menyempatkan untuk makan bersama anak-anak."&gt;always made time to eat with the children. &lt;/span&gt;&lt;span title="Cara tersebut akan mempererat keterikatan batin antara seorang pendidik dengan anak didiknya."&gt;This will just strengthen the bond between the inner an educator with his protege. &lt;/span&gt;&lt;span title="Dengan begitu, kita dapat meluruskan kembali berbagai kekeliruan yang mereka lakukan melalui dialog terbuka dan diskusi."&gt;That way, we can realign the various mistakes that they did through open dialogue and discussion. &lt;/span&gt;&lt;span title="Alangkah baiknya jika ibu dan bapak berkumpul dengan anak-anaknya ketika makan bersama, sehingga mereka merasakan pentingnya peran kedua orang tua."&gt;It would be nice if mother and father together with his children when eating together, so that they feel the importance of the role of both parents. &lt;/span&gt;&lt;span title="Hal ini juga dapat mempermudah meresapnya segala nasihat orang tua kepada anak-anaknya baik itu nasihat dalam hal perilaku, keimanan, atau pendidikan."&gt;It can also facilitate the pervasiveness of all counsel parents to their children's good advice in terms of behavior, belief, or education.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span title="2."&gt;2. &lt;/span&gt;&lt;span title="Waktu yang beliau pilih pun sangat tepat."&gt;The time that he was very precise select. &lt;/span&gt;&lt;span title="Beliau segera menegur ketika kekeliruan Umar bin Abi Salmah itu terjadi berulang-ulang sebelum kebiasaan tersebut menjadi kebiasaan sehari-hari."&gt;He was immediately reprimanded when Umar ibn Abi Salmah errors that occur repeatedly before the habit becomes a daily habit. &lt;/span&gt;&lt;span title="Jika dibiarkan, kekeliruan akan sulit diluruskan."&gt;If left unchecked, the mistake will be difficult to be straightened. &lt;/span&gt;&lt;span title="Kalaupun dapat, kita membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih banyak lagi."&gt;If can, we need time and energy more. &lt;/span&gt;&lt;span title="Karenanya, mengacu pada metode Rasulullah saw."&gt;Therefore, referring to the method of the Prophet. &lt;/span&gt;&lt;span title="di atas, kita harus sesegera mungkin meluruskan kebiasaan jelek anak ana kita."&gt;above, we have a bad habit as soon as possible to straighten out our ana child. &lt;/span&gt;&lt;span title="Model pendidikan ini wajib diambil sari patiny oleh para orang tua dan pendidik zaman sekarang."&gt;This educational model must be taken cider patiny by parents and educators today.&lt;/span&gt;&lt;span title="3."&gt;3. &lt;/span&gt;&lt;span title="Sebagai seorang pendidik, Rasuluflah saw."&gt;As an educator, Rasuluflah saw. &lt;/span&gt;&lt;span title="memangglil anak dengan panggilan yang menyenangkan, seperti “wahai ghulam”."&gt;memangglil child with a pleasant call, like "O ghulam". &lt;/span&gt;&lt;span title="Abu Salmah pun menyenangi panggilan tersebut."&gt;Abu Salmah also liked the call. &lt;/span&gt;&lt;span title="Cara tersebut cukup efektif menarik perhatian anak sehingga mereka tidak kesulitan menerima nasihat."&gt;Were quite effective way of children's attention so they had no trouble taking advice. &lt;/span&gt;&lt;span title="lronisnya, yang kita saksikan dewasa mi, jika melihat kekeliruan anak-anaknya, para orang tua marah besar sambil memanggil dengan sejelek-jelek nama."&gt;Ironically, we are witnessing today noodles, if you see the error of her children, angry parents, calling with the bad-ugly name. &lt;/span&gt;&lt;span title="Hal itu menjadikan anak jauh dari orang tuanya dan nasihat akan sulit mereka terima."&gt;It makes children far from their parents and their counsel would be difficult to accept.&lt;/span&gt;&lt;span title="4."&gt;4. &lt;/span&gt;&lt;span title="Rasulullah saw."&gt;Prophet. &lt;/span&gt;&lt;span title="tidak hanya meluruskan kesalahan Abu Salmah dalam hal berpindah-pindah tangan."&gt;not only straighten out errors in the case of Abu Salmah moving hand. &lt;/span&gt;&lt;span title="Seluruh nasihat beliau ungkapkan, mulai dari adab duduk ketika makan."&gt;The whole counsel he has noted, ranging from manners to sit when eating. &lt;/span&gt;&lt;span title="Berpedoman pada cara tersebut, para orang tua harus mencari sumber kekeliruan."&gt;Guided by this way, parents should look for sources of error. &lt;/span&gt;&lt;span title="Misalnya, ketika orang tua tahu bahwa penyebab anaknya merokok adalah pengaruh pergaulan dengan teman-temannya, orang tua bertugas mengambil rokok dan melarang anaknya membeli rokok serta bergaul dengan teman-ternan yang membawa pengaruh jelek itu, Mudah-mudahan setelah itu para orang tua tak melihat"&gt;For example, when parents know that smoking is the cause of his association with the influence of his friends, parents relied on to take their children to buy cigarettes and banning smoking and hanging out with friends-Ternan ugly influences that brought it, I hope after that the parents do not see &lt;/span&gt;&lt;span title="lagi kenakalan anaknya."&gt;another child delinquency.&lt;/span&gt;&lt;span title="5."&gt;5. &lt;/span&gt;&lt;span title="Susunan nasihat yang tepat pun harus diperhatikan."&gt;The composition of the appropriate advice must also be considered. &lt;/span&gt;&lt;span title="Rasulullah sendiri melalui hadis di atas telah memberikan contoh."&gt;Prophet himself through the hadith above has given an example. &lt;/span&gt;&lt;span title="Susunan yang akurat dan ilmiah sangat membantu upaya meluruskan kesalahan."&gt;The composition of accurate and scientific help efforts to straighten out the error. &lt;/span&gt;&lt;span title="Dalam nasihatnya, Rasulullah saw."&gt;In his advice, the Prophet. &lt;/span&gt;&lt;span title="menyatukan hati ghulam dengan Rabb-nya ketika memulai bersantap dengan menyuruhnya membaca basmalah."&gt;ghulam heart unites with his Lord when you start reading basmalah dine with him. &lt;/span&gt;&lt;span title="Cara tersebut merupakan pengarahan yang fitrah bagi otak anak untuk mencintai Allah SWT sekaligus memberikan pengertian bahwa Dialah yang memberikan rezeki makanan, tanpa Dia pastilah kita akan mati kelaparan dan kehausan."&gt;The way it is directing the disposition for the child's brain for the love of Allah SWT as well as giving the sense that it is He who gives sustenance of food, without Him we will surely die of hunger and thirst. &lt;/span&gt;&lt;span title="Dengan begitu, kecintaan mereka kepada Allah akan bertambah."&gt;That way, their love for God will increase. &lt;/span&gt;&lt;span title="Saat mereka rnulai mencintai Rabb, saat itu pula tertancaplah dalam pikiran dan benak mereka kesiapan menerima segala apa yang diserukan Allah SWT."&gt;When they rnulai loving Lord, in that moment tertancaplah in mind and the minds of their readiness to receive those things which are called by Allah SWT. &lt;/span&gt;&lt;span title="Dengan begitu, para pendidik telah berhasil menyambungkan tali penghubung antara anak didik dengan Penciptanya.[3]"&gt;That way, educators have managed to connect the connecting cord between the students with the Creator. [3]&lt;/span&gt;&lt;span title="Abdurrahman An-Nahlawi mengemukakan bahwa dari sudut psikologi dan pendidikan, pemberian nasihat itu menimbulkan beberapa hal, yaitu: (1)."&gt;Abd An-Nahlawi argued that in terms of psychology and education, advising it raises several issues, namely: (1). &lt;/span&gt;&lt;span title="Membangkitkan perasaan-perasaan ketuhanan yang telah dikembangkan dalam jiwa setiap peserta didik melalui dialog, pengamalan ibadah, praktik, dan metode lainnya, (2)."&gt;Evoke feelings that have been developed in the divinity of the soul of every learner through dialogue, the practice of worship, practice, and other methods, (2). &lt;/span&gt;&lt;span title="Membangkitkan keteguhan untuk senantiasa berpegang pada pemikiran ketuhanan yang sehat, (3)."&gt;Generating the determination to always hold on to the thought that divine sound, (3). &lt;/span&gt;&lt;span title="Membangkitkan keteguhan untuk berpegang pada jamaah yang beriman, dan (4)."&gt;Generating the determination to hold on to pilgrims who believe, and (4). &lt;/span&gt;&lt;span title="Penyucian dan pembersihan diri yang merupakan salah satu tujuan utama dalam pendidikan Islam.[4]"&gt;Purification and self-cleaning which is one of the main objectives of Islamic education. [4]&lt;/span&gt;&lt;span title="Memberikan mau'izhah/nasihat merupakan pekerjaan penting dan sering efektif dalam pendidikan Islam."&gt;Giving mau'izhah / advice is important work and is often effective in Islamic education. &lt;/span&gt;&lt;span title="Akan tetapi, banyak orang yang tidak menggunakannya, bahkan juga orang tua."&gt;However, many people who do not use it, not even parents. &lt;/span&gt;&lt;span title="Seyogianya, pendidik banyak menggunakan ibrah/nasihat yang menyentuh, menyejukkan hati dan menggugah emosi peserta didik seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW."&gt;Should, many educators use ibrah / advice that touching, soothing the heart and the emotions of students as has been exemplified by the Prophet Muhammad.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-7259038841418814331?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/7259038841418814331/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/10/methods-of-education-in-hadith-methods.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/7259038841418814331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/7259038841418814331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/10/methods-of-education-in-hadith-methods.html' title='Methods of Education in the Hadith: Methods Mau&apos;izhah'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-4554259159301692923</id><published>2011-10-01T19:37:00.002+07:00</published><updated>2011-10-01T19:37:58.981+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah'/><title type='text'>Metode Pendidikan dalam Hadis: Metode Mau'izhah</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 16pt;"&gt;Metode mau'izhah adalah&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mengingatkan seseorang terhadap sesuatu yang dapat meluluhkan hatinya&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan sesuatu itu dapat berupa pahala maupun siksa, sehingga dia menjadi ingat.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4797213228621434534#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 16pt;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Sehubungan dengan ini terdapat hadis:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;عن عُمَرَ بْنَ أَبِي سَلَمَةَ يَقُولُ كُنْتُ غُلاَمًا فِي حَجْرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;وَسَلَّمَ وَكَانَتْ يَدِي تَطِيشُ فِي الصَّحْفَةِ فَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ فَمَا زَالَتْ تِلْكَ طِعْمَتِي بَعْدُ.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4797213228621434534#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; رواه البخارى&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;Umar bin Abi Salmah ra. berkata, “Dulu aku menjadi pembantu di rumah Rasulullah saw.. Ketika makan, biasanya aku mengulurkan tanganku ke berbagai penjuru. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 16pt;"&gt;Melihat itu beliau berkata, ‘Hai ghulam, bacalah basmallah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah apa yang ada di dekatmu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 16pt;"&gt;.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 16pt;"&gt;Riwayat di atas menyiratkan beberapa nilai tarbawiyah yang dapat kita terapkan dalam mendidik anak. Sehubungan dengan hadis ini, Najib Khalid al-Amir menjelaskan bahwa:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 17.85pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 16pt;"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 16pt;"&gt;Rasulullah saw. senantiasa menyempatkan untuk makan bersama anak-anak. Cara tersebut akan mempererat keterikatan batin antara seorang pendidik dengan anak didiknya. Dengan begitu, kita dapat meluruskan kembali berbagai kekeliruan yang mereka lakukan melalui dialog terbuka dan diskusi. Alangkah baiknya jika ibu dan bapak berkumpul dengan anak-anaknya ketika makan bersama, sehingga mereka merasakan pentingnya peran kedua orang tua. Hal ini juga dapat mempermudah meresapnya segala nasihat orang tua kepada anak-anaknya baik itu nasihat dalam hal perilaku, keimanan, atau pendidikan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 17.85pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 16pt;"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 16pt;"&gt;Waktu yang beliau pilih pun sangat tepat. Beliau segera menegur ketika kekeliruan Umar bin Abi Salmah itu terjadi berulang-ulang sebelum kebiasaan tersebut menjadi kebiasaan sehari-hari. Jika dibiarkan, kekeliruan akan sulit diluruskan. Kalaupun dapat, kita membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih banyak lagi. Karenanya, mengacu pada metode Rasulullah saw. di atas, kita harus sesegera mungkin meluruskan kebiasaan jelek anak ana kita. Model pendidikan ini wajib diambil sari patiny oleh para orang tua dan pendidik zaman sekarang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 17.85pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 16pt;"&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 16pt;"&gt;Sebagai seorang pendidik, Rasuluflah saw. memangglil anak dengan panggilan yang menyenangkan, seperti “wahai ghulam”. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;Abu Salmah pun menyenangi panggilan tersebut. Cara tersebut cukup efektif menarik perhatian anak sehingga mereka tidak kesulitan menerima nasihat. lronisnya, yang kita saksikan dewasa mi, jika melihat kekeliruan anak-anaknya, para orang tua marah besar sambil memanggil dengan sejelek-jelek nama. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 16pt;"&gt;Hal itu menjadikan anak jauh dari orang tuanya dan nasihat akan sulit mereka terima. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 17.85pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 16pt;"&gt;&lt;span&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 16pt;"&gt;Rasulullah saw. tidak hanya meluruskan kesalahan Abu Salmah dalam hal berpindah-pindah tangan. Seluruh nasihat beliau ungkapkan, mulai dari adab duduk ketika makan. Berpedoman pada cara tersebut, para orang tua harus mencari sumber kekeliruan. Misalnya, ketika orang tua tahu bahwa penyebab anaknya merokok adalah pengaruh pergaulan dengan teman-temannya, orang tua bertugas mengambil rokok dan melarang anaknya membeli rokok serta bergaul dengan teman-ternan yang membawa pengaruh jelek itu, Mudah-mudahan setelah itu para orang tua tak melihat lagi kenakalan anaknya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 17.85pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 16pt;"&gt;&lt;span&gt;5.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 16pt;"&gt;Susunan nasihat yang tepat pun harus diperhatikan. Rasulullah sendiri melalui hadis di atas telah memberikan contoh. Susunan yang akurat dan ilmiah sangat membantu upaya meluruskan kesalahan. Dalam nasihatnya, Rasulullah saw. menyatukan hati ghulam dengan Rabb-nya ketika memulai bersantap dengan menyuruhnya membaca basmalah. Cara tersebut merupakan pengarahan yang fitrah bagi otak anak untuk mencintai Allah SWT sekaligus memberikan pengertian bahwa Dialah yang memberikan rezeki makanan, tanpa Dia pastilah kita akan mati kelaparan dan kehausan. Dengan begitu, kecintaan mereka kepada Allah akan bertambah. Saat mereka rnulai mencintai Rabb, saat itu pula tertancaplah dalam pikiran dan benak mereka kesiapan menerima segala apa yang diserukan Allah SWT. Dengan begitu, para pendidik telah berhasil menyambungkan tali penghubung antara anak didik dengan Penciptanya.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4797213228621434534#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 16pt;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 16pt;"&gt;Abdurrahman An-Nahlawi mengemukakan bahwa dari sudut psikologi dan pendidikan, pemberian nasihat itu menimbulkan beberapa hal, yaitu: (1). Membangkitkan perasaan-perasaan ketuhanan yang telah dikembangkan dalam jiwa setiap peserta didik melalui dialog, pengamalan ibadah, praktik, dan metode lainnya, (2). Membangkitkan keteguhan untuk senantiasa berpegang pada pemikiran ketuhanan yang sehat, (3). Membangkitkan keteguhan untuk berpegang pada jamaah yang beriman, dan (4). Penyucian dan pembersihan diri yang merupakan salah satu tujuan utama dalam pendidikan Islam.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4797213228621434534#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 16pt;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 16pt;"&gt;Memberikan mau'izhah/nasihat merupakan pekerjaan penting dan sering efektif dalam pendidikan Islam. Akan tetapi, banyak orang yang tidak menggunakannya, bahkan juga orang tua. Seyogianya, pendidik banyak menggunakan ibrah/nasihat yang menyentuh, menyejukkan hati dan menggugah emosi peserta didik seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 16pt;"&gt;&lt;br clear="all" style="page-break-before: always;" /&gt; &lt;/span&gt;  &lt;h1 align="center" dir="LTR" style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 16pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br clear="all" /&gt;  &lt;hr align="right" size="1" width="33%" /&gt;    &lt;div id="ftn1"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText" dir="LTR" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4797213228621434534#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Lihat, Abdurrahman An-Nahlawi, &lt;i&gt;Op.cit., &lt;/i&gt;h. 289&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn2"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText" dir="LTR" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4797213228621434534#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="SV"&gt; Al-Bukhariy, &lt;i&gt;Op.cit., &lt;/i&gt;Juz 3, h. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;2224&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn3"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText" dir="LTR" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4797213228621434534#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span&gt;Al-Amir, Najib Khalid, &lt;i&gt;Tarbiyah Rasulullah, &lt;/i&gt;terj. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ibnu Muhammad dan Fakhruddin Nursyam, cet. ke-3, (Jakarta: Gema Insani Press, 1996), h. 32-34&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn4"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText" dir="LTR" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4797213228621434534#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Lihat. &lt;/span&gt;Abdurrahman An-Nahlawi, &lt;i&gt;Op.cit&lt;/i&gt;., h. 293-294&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer"&gt;&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt;&lt;span class="post-author vcard"&gt;Diposkan oleh&lt;span class="fn"&gt;Bukhari Umar.blog&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="post-timestamp"&gt;di&lt;a class="timestamp-link" href="http://bukhariumar59.blogspot.com/2010/12/metode-pendidikan-dalam-hadis-metode_3567.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2010-12-04T04:43:00-08:00"&gt;04:43&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="post-comment-link"&gt;&lt;a class="comment-link" href="http://bukhariumar59.blogspot.com/2010/12/metode-pendidikan-dalam-hadis-metode_3567.html#comments"&gt;0komentar&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="post-icons"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="post-share-buttons goog-inline-block"&gt;&lt;a class="goog-inline-block share-button sb-email" href="http://www.blogger.com/share-post.g?blogID=4797213228621434534&amp;amp;postID=7417658602687249168&amp;amp;target=email" target="_blank" title="Kirimkan Ini lewat Email"&gt;&lt;span class="share-button-link-text"&gt;Kirimkan Ini lewat Email&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a class="goog-inline-block share-button sb-blog" href="http://www.blogger.com/share-post.g?blogID=4797213228621434534&amp;amp;postID=7417658602687249168&amp;amp;target=blog" target="_blank" title="BlogThis!"&gt;&lt;span class="share-button-link-text"&gt;BlogThis!&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a class="goog-inline-block share-button sb-twitter" href="http://www.blogger.com/share-post.g?blogID=4797213228621434534&amp;amp;postID=7417658602687249168&amp;amp;target=twitter" target="_blank" title="Berbagi ke Twitter"&gt;&lt;span class="share-button-link-text"&gt;Berbagi ke Twitter&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a class="goog-inline-block share-button sb-facebook" href="http://www.blogger.com/share-post.g?blogID=4797213228621434534&amp;amp;postID=7417658602687249168&amp;amp;target=facebook" target="_blank" title="Berbagi ke Facebook"&gt;&lt;span class="share-button-link-text"&gt;Berbagi ke Facebook&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-2"&gt;&lt;span class="post-labels"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-3"&gt;&lt;span class="post-location"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="" name="5626313478689686620"&gt;&lt;/a&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;&lt;a href="http://bukhariumar59.blogspot.com/2010/12/metode-pendidikan-dalam-hadis-metode_8612.html"&gt;Metode Pendidikan dalam Hadis: Metode Pengulangan dan Latihan&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 16pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Oleh: Bukhari Umar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 16pt;"&gt;Metode pengulangan adalah &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size: 16pt;"&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَدَخَلَ رَجُلٌ فَصَلَّى فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَدَّ وَقَالَ ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ فَرَجَعَ يُصَلِّي كَمَا صَلَّى ثُمَّ جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ ثَلَاثًا فَقَالَ وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ مَا أُحْسِنُ غَيْرَهُ فَعَلِّمْنِي فَقَالَ إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلَاةِ فَكَبِّرْ ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنْ الْقُرْآنِ ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْدِلَ قَائِمًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا وَافْعَلْ ذَلِكَ فِي صَلَاتِكَ كُلِّهَا.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4797213228621434534#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 16pt;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; رواه البخارى&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW masuk masjid, maka masuklah seorang laki-laki dan melakukan shalat, lalu ia memberi salam kepada Nabi SAW dan beliau pun menjawab salamnya seraya bersabda. “Kembali dan shalatlah, karena sesungguhnya engkau belum shalat.” Kemudian ia datang memberi salam kepada Nabi SAW, dan beliau bersabda. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 16pt;"&gt;Kemba1i dan salatlah, karena sesungguhnya engkau belum shalat” (tiga kali). Laki-Iaki itu berkata, ‘Demi Zat yang mengutusmu dengan benar, aku tidak dapat melakukan yang lebih baik darinya. maka ajarilah aku. Beliau SAW bersabda, “Apabila engkau berdiri untuk shalat maka hertakbirlah, kemudian bacalah apa yang mudah bugimu dari Alquran, lalu rukuklah hingga engkau tuma‘ninah (tenang) dalam rukuk. Kemudian bangkitlah hingga engkau berdiri lurus. Kemudian sujudlah hingga engkau tuma‘ninah dalam sujud, lalu bangkitlah hingga engkau tuma‘ninah dalam duduk. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;Lakukun yang demikiun itu pada seluruh shalatmu.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;Hadis di atas menginformasikan beberapa hal, di antaranya: (1) Nabi saw. melihat seorang laki-laki mendirikan salat dalam masjid, (2) Setelah salat, laki-laki itu datang kepada Nabi dan mengucapkan salam dan Nabi menjawabnya, (3) Nabi menyuruhnya mengulang salatnya karena belum benar, (4) Laki-laki itu mengulang salat dengan cara seperti pertama kali, (5) Nabi menyuruh ulang lagi sampai tiga kali, (6) Laki-laki itu mengulang salatnya sampai tiga kali pula. (7) Sesudah itu, laki-laki itu mengaku bahwa ia tidak mampu lagi melakukan salat lebih baik daripada itu dan meminta Nabi mengajarnya, dan (8) Nabi mengajarkan kaifiat salat yang benar. Di sini, Rasulullah saw. tidak langsung mengajar sahabat bagaimana tatacara salat yang benar, tetapi menyuruhnya terlebih dulu secara berulang-ulang. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 16pt;"&gt;Dalam kasus ini terlihat prinsip metode pengulangan yang digunakan oleh Rasulullah saw. Dengan digunakannya oleh Rasulullah saw.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;metode pengulangan ini, sahabat terkesan dan harus bersungguh-sungguh dan berhati-hati memperhatikan apa yang akan diajarkan oleh Rasulullah saw. Hal ini diperlukan agar materi yang diajarkan memberikan kesan yang kuat dalam memori orang yang diajar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 16pt;"&gt;Pengajaran memerlukan banyak pengulangn. Pengulangan bahan yang telah dipelajari akan memperkuat hasil belajar. Kenyataan tersebut telah dibuktikan oleh para ahli psikologi pendidikan modern seperti konsep teori &lt;i&gt;“Conditional Stimuli and Responses” &lt;/i&gt;sebagai natijah dari exsperiment Pavlov.&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4797213228621434534#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 16pt;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 16pt;"&gt;Syaibany juga menyatakan bahwa Alquran banyak melakukan pengulangan yang dapat dijadikan dalil untuk memperkuat perlunya prinsip pengulangan ini dipertimbangkan.&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4797213228621434534#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 16pt;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 16pt;"&gt; Pengulangan dalam proses belajar mengajar berlandaskan kepada dua hal. Pertama, individu pada umumnya berkecenderungan meniru orang lain, apalagi orang yang ditiru cukup berpengaruh ( misalnya karena faktor identifikasi dan simpatik). Kedua peniruan dan pengulangan memperhatikan efektivias yang tinggi. Nabi Muhammad ketika menerima wahyu yang pertama dalam keadaan “meniru dan mengulang” apa yang disampaikan oleh Jibril.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 16pt;"&gt;Dalam pelaksanaannya, pengulangan dapat dilakukan sebelum pemberian materi pelajaran dan dapat pula sesudah penyampaian bahan pelajaran. Pengulangan yang dilakukan sebelum penyampaian materi pelajaran dimaksudkan untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sehubungan dengan materi yang akan diajarkan dan dapat pula untuk meningkatkan daya konsentrasi peserta didik&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;terhadap materi yang akan diajarkan. Pengulangan yang dilakukan setelah pemberian materi dimaksudkan untuk mempertinggi penguasaan peserta didik&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;terhadap materi pelajaran yang sudah diterima.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 16pt;"&gt;Dalam hadis di atas, Rasulullah saw. menggunakan pengulangan sebelum mengajarkan kaifiat salat. Dengan metode ini, sahabat yang bersangkutan memiliki minat dan konsentrasi yang tinggi terhadap materi pelajaran yang akan diajarkan oleh Nabi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 16pt;"&gt;Pengulangan tawaran opini atau pemikiran tertentu kepada seseorang biasanya akan menyebabkan opini atau pemikiran tersebut tertanam kuat di dalam benaknya. Beberapa studi para psikolog modern mengungkapkan pentingnya pengulangan dalam proses belajar.&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4797213228621434534#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 16pt;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 16pt;"&gt; Pengulangan dapat meningkatkan perhatian seseorang terhadap objek yang diulangkan. Perhatian ini sangat dibutuhkan dalam proses belajar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 16pt;"&gt;Perhatian merupakan faktor penting dalam belajar, menimba pengetahuan, dan memperoleh ilmu. Jika seseorang tidak memerhatikan, misalnya, suatu perkuliahan, ia tidak akan dapat memahami informasi-informasi yang terdapat dalam perkuliahan itu. Lebih jauh lagi, ia tidak akan dapat mempelajari dan mengingat perkuliahan itu untuk selanjütnya. Oleh karena itu,&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;para pengajar dan pendidik selalu berusaha membangkitkan perhatian siswa-siswa agar mereka dapat menyerap, memahami dan mempelajari pelajaran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 16pt;"&gt;Nabi sendiri telah mengkhususkan waktu tiga tahun berturut-turut untuk menanamkan perintah penting dalam Islam, yaitu perintah salat. Betapa pentingnya kedudukan salat itu dapat dipahami dari firman Allah dalam A1quran disebutkan, &lt;i&gt;“Perintahkanlah&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;keluargamu mengerjakan salat dan hendaklah bersabar melaksanakannya.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4797213228621434534#_ftn5" name="_ftnref5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 16pt;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 16pt;"&gt; Mendidik anak mengerjakan salat membutuhkan kesabaran dan perintah yang berulang-ulang. Setiap waktu salat masuk, orang tua harus menyuruh anaknya mengerjakan salat. Orang tua tidak boleh bosan dalam melaksanakan kewajiban ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 16pt;"&gt;Menurut Ali Al-Jumbulati, psikologi modern memandang bahwa pengulangan itu merupakan salah satu metode belajar yang baik, karena dapat memperbaiki pengetahuan pada tahap permulaannya yang sesuai dengan teori- kemampuan menangkap pengertian manusia terhadap obyek pengamatan (seperti telah diuraikan dalam teori Gestalt).&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4797213228621434534#_ftn6" name="_ftnref6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 16pt;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 16pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size: 16pt;"&gt;عَنْ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ أَنَّ رَجُلاً تَوَضَّأَ فَتَرَكَ مَوْضِعَ ظُفُرٍ عَلَى قَدَمِهِ فَأَبْصَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ ارْجِعْ فَأَحْسِنْ وُضُوءَكَ فَرَجَعَ ثُمَّ صَلَّى.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4797213228621434534#_ftn7" name="_ftnref7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 16pt;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; رواه البخارى&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;Umar ibn Khattab meriwayatkan bahwa seorang laki-laki berwuduk lalu ia meninggalkan membasuh tumitnya selebar kuku. Hal itu dilihat oleh Nabi SAW. Lalu, beliau bersabda: Ulangilah dan perbaiki wudukmu. Seterusnya, laki-laki itu mengulang wuduknya lalu mengerjakan salat.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;Dalam hadis ini, Rasulullah saw. mengajarkan cara berwuduk setelah melihat ada rukun wuduk sahabat yang tidak sempurna. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 16pt;"&gt;Beliau menyuruh sahabat itu mengulangi wuduknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 16pt;"&gt;Metode praktik langsung dan pengulangan ini sangat penting dalam pembelajaran agama Islam terutama masalah ibadah agar peserta didik mampu memahami dan melaksanakan sesuai dengan kaifiyat yang benar. Tanpa praktik dan pengulangan, ilmu pengetahuan yang diperoleh oleh peserta didik tidak aplikatif dan tidak fungsional.(kontributor)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br clear="all" /&gt;  &lt;hr align="left" size="1" width="33%" /&gt;    &lt;div id="ftn1"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4797213228621434534#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span&gt; Al-Bukhariy, &lt;i&gt;Op.cit., &lt;/i&gt;Juz 1, h. 297&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn2"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4797213228621434534#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Lihat, James V. Mc Connel, dalam Ramayulis, &lt;i&gt;Metodologi Pengajaran Agama Islam, &lt;/i&gt;(Jakarta: kalam Mulia, 1990), h. 95&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn3"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4797213228621434534#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Lihat, Omar Mohammad Al-Thoumy Al-Syaibani,, &lt;i&gt;Falsafah Pendidikan Islam, &lt;/i&gt;Terjemahan Hasan Langgulung, (Jakarta, Bulan Bintang, 1979), h. 610&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn4"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4797213228621434534#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Lihat, Muhammad Utsman Najati, &lt;i&gt;Psikologi dalam Al-Quran Terapi Qurani dalam Penyembuhan Gangguan Kejiwaan, &lt;/i&gt;Judul Asli "Al-Qur'ân wa 'Ilm al-Nafs" Terejemahan M. Zaka Al-Farisi, (Bandung: Pustaka Setia, 2005), cet. ke-1, h. 282&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn5"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4797213228621434534#_ftnref5" name="_ftn5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="SV"&gt;QS. Thâhâ: 132&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn6"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4797213228621434534#_ftnref6" name="_ftn6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Lihat, Ali Al-Jumbulati, &lt;i&gt;Op.cit., &lt;/i&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;h. 200&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn7"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4797213228621434534#_ftnref7" name="_ftn7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ahmad Ibn Hanbal, &lt;i&gt;Op.cit., &lt;/i&gt;Juz 1, h. 140&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-4554259159301692923?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/4554259159301692923/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/10/metode-pendidikan-dalam-hadis-metode.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/4554259159301692923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/4554259159301692923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/10/metode-pendidikan-dalam-hadis-metode.html' title='Metode Pendidikan dalam Hadis: Metode Mau&apos;izhah'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-8777551348238878746</id><published>2011-10-01T19:36:00.004+07:00</published><updated>2011-10-01T19:36:41.834+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah'/><title type='text'>Pendidikan Akidah-Akhlak: Jangan Larut dalam Kesedihan Saat Ditimpa Musibah</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="LTR" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pernahkah Anda melihat orang yang lepas kendali ketika ditimpa musibah? Mungkin musibah itu kematian orang yang sangat dicintainya atau kehilangan harta yang sangat berharga seperti kebakaran rumah, toko, atau perusahaan, atau bencana alam lainnya. Sikap lepas kendalinya terlihat ketika ia memukul-mukul tubuhnya sendiri, merobek bajunya sendiri, berteriak, meratap, menyebut-nyebut kebaikan orang yang meninggal. Ia sangat larut dengan kesedihan itu. Bahkan, ada yang sampai pingsan berkali-kali. Ia tidak mau makan apa-apa bahkan juga tidak minum suatu apa pun.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Orang yang lepas kendali itu biasanya tidak terpengaruh oleh siapa yang datang melayat. Keluarga, teman, atasan, atau rekan sekerja tidak berhasil meredam gejolak emosinya. Berapa dan siapa pun yang melihatnya, ia tetap berteriak mengucapkan kata-kata yang bermuatan protes terhadap apa yang telah menimpanya. Seakan-akan, ia telah dirugikan oleh seseorang. Dia tidak ingat lagi bahwa semua yang dimilikinya termasuk dirinya sendiri adalah milik Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Saudaraku!&lt;/span&gt;&lt;span&gt; Beriman itu dalam segala kondisi. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Pada saat mendapat nikmat kita beriman. Pada waktu kehilangan kita juga beriman. Jangan sampai sewaktu bergembira mendapat rezeki, kita beriman, tetapi ketika rezeki hilang kita memprotes kepada Allah. Ini perlu dijaga karena ini adalah persoalan akidah. Bukankah seorang beriman itu telah berikrar dengan selalu pasrah kepada segala ketentuan Allah?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Bagaimana seharusnya kita menyikapi musibah yang menimpa diri kita? Untuk menjawabnya mari kita ikuti hadis dan pejelasan berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;عَنْ عَبْدِ اللَّهِ - رضى الله عنه - قَالَ قَالَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - « لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَطَمَ الْخُدُودَ، وَشَقَّ الْجُيُوبَ ، وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4797213228621434534&amp;amp;postID=320440833203628141#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; » . رواه البخارى ومسلم والترمذى وابن ماجه&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 6pt 0cm 12pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;D&lt;span style="color: black;"&gt;ari 'Abdullah radliallahu 'anhu berkata; Nabi Shallallah a'alaihi wa sallam telah bersabda: Bukan dari golongan kami siapa yang menampar-nampar pipi, merobek-robek baju dan menyeru dengan seruan jahiliyyah (meratap) . &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 6pt 0cm 12pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span&gt;Secara bahasa&lt;i&gt;, Jaibuts-tsaubi &lt;/i&gt;berarti bagian baju yang berlubang sedemikian rupa yang herfungsi sebagai jalan keluar masuknya kepala pada saat mengenakan atau menanggalkannya. Jahiliyah adalah keadaan di saat Arab sebelum kedatangan Islam sangat tidak mengenal Allah dan agama yang benar, yang diwarnai dengan saling menyombongkan diri dengan keturunan, keangkuhan, kekejaman, anak perempuan dikubur paksa dan lain-lainnva.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4797213228621434534&amp;amp;postID=320440833203628141#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 6pt 0cm 12pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span&gt;Abdul Qadir Ahmad 'Atha' menjelaskan bahwa di antara akhlak orang mukmin adalah bersabar pada saat menghadapi kesulitan, menghadapinya dengan penuh kenidaan dan kepasrahan, seraya berucap, “&lt;i&gt;innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji’ûn&lt;/i&gt;.’ Slanjutnya, ia &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;berkata, sesungguhnya milik Allahlah apa yang Dia ambil, dan milik-Nyalah apa yang Dia anugerahkan.” &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kesabaran itu akan meringankan pahitnya musibah, mengurangi rasa sakit karena benturan-benturannya dan memberantas benih-benihnya.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4797213228621434534&amp;amp;postID=320440833203628141#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 6pt 0cm 12pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Berpatah hati, berlarut dalam kesedihan dan tidak menerima ketentuan Allah dalam qadha dan qadar-Nya bukanlah termasuk keimanan dan orang yang berlaku demikian tidak tergolong umat Muhammad dan para sahabatnya. Orang yang hatinva terlepas saat musibah menimpanva, tidak punya pegangan dan keberanian dalam menghadapi kedengkian hatinya, tidak mampu menghadapi ujian, &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;tetapi malah menampar-nampar mukanya. mencoreng moreng mukanya, memukul-mukul dudanva, merobek-robek kerah bajunya, &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;mencabik—cabik pakaian, menampilkan wajah yang kusut, menyeru dengan seruan Jahiliah: Oh bapak, oh ibu, oh anak-anak, oh suami. oh tetangga, oh musibah, oh bencana, oh harta, oh rumah, dan kata-kata itu selalu terucap saat menghadapi musibah, tidak menerima &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;qadha dan qadar Allah. lnilah orang-orang yang tidak termasuk golongan orang-orang Muslim itu. Karena sesungguhnya orang Muslim itu adalah yang mempunyai ketetapan hati, dapat menguasai diri, sabar dan tabah. di mana kesedihan tidak akan dapat mendorongnya kepada amarah, tetapi justru menjadi seperti yang disabdakan Rasulullah ketika putra beliau, Ibrahim meninggal dunia, kedua matanya hanya meneteskan air. Ketika itu, &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Abdurrahman bin Auf berkata. “Apakah yang Anda lakukan wahai Rasulullah? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 6pt 0cm 12pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jawab Rasulullah, “Wahai putra Auf, sesungguhnya (kematian) ini adalah rahmat, lalu aku menambahkannya dengan rahmat yang lain.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 6pt 0cm 12pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Lalu beliau berkata lagi, “Sesungguhnya mata itu meneteskan air matanya, hati bersedih, tetapi itulah yang dapat kita katakan, Rabb kita rida dengan ini semua. Dan sesungguhnya kami sangat bersedih berpisah denganmu, wahai Ibrahim, anakku. Maka hendaklah kaum lelaki dan kaum perempuannya bertakwa kepada Allah atas apa yang mereka perbuat pada saat ditimpa musibah. Perlu dikeiahui bahwa para suami yang membiarkan istrinya menangis dan meneriakkan kebaikan-kebaikan orang yang telah mati, menampar-nampar wajahnya dan menabuh-nabuh genderang adalah orang-orung yang membantu mereka untuk melakukan dosa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 6pt 0cm 12pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Saudaraku! Dalam rangka mengamalkan hadis di atas, marilah kita berupaya mendidik diri kita dan keluarga kita dengan sebaik-baiknya. Hal itu kita lakukan dalam setiap kesempatan. Jangan kita memberikan nasihat kepada anggota keluarga kita hanya ketika mendapat musibah saja, tetapi sebelumnya dan dilakukan sesering mungkin. Pembinaan akidah dan akhlak tidak efektif bila hanya dilakukan secara insidental. Bukankah Allah telah&lt;i&gt; &lt;/i&gt;mewajibkan kita untuk menjaga diri dan keluarga kita dari azab-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 6pt 0cm 12pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnva adalah manusia dan batru. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;(At—Tahrim: 6).9kontributor Bukhari umar)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-8777551348238878746?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/8777551348238878746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/10/pendidikan-akidah-akhlak-jangan-larut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/8777551348238878746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/8777551348238878746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/10/pendidikan-akidah-akhlak-jangan-larut.html' title='Pendidikan Akidah-Akhlak: Jangan Larut dalam Kesedihan Saat Ditimpa Musibah'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-8003493160681317508</id><published>2011-10-01T19:34:00.001+07:00</published><updated>2011-10-01T19:34:14.435+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HADIS'/><title type='text'>Menstrual Periods</title><content type='html'>Narrated Aiyub: &lt;br /&gt;Hafsa said, 'We used to forbid our young women to go out for the two 'Id prayers. A woman came and stayed at the palace of Bani Khalaf and she narrated about her sister whose husband took part in twelve holy battles along with the Prophet and her sister was with her husband in six (out of these twelve). She (the woman's sister) said, "We used to treat the wounded, look after the patients and once I asked the Prophet, 'Is there any harm for any of us to stay at home if she doesn't have a veil?' He said, 'She should cover herself with the veil of her companion and should participate in the good deeds and in the religious gathering of the Muslims.' When Um 'Atiya came I asked her whether she had heard it from the Prophet. She replied, "Yes.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; May my father be sacrificed for him (the Prophet)! (Whenever she mentioned the Prophet she used to say, 'May my father be sacrificed for him) I have heard the Prophet saying, 'The unmarried young virgins and the mature girl who stay often screened or the young unmarried virgins who often stay screened and the menstruating women should come out and participate in the good deeds as well as the religious gathering of the faithful believers but the menstruating women should keep away from the Musalla (praying place).' " Hafsa asked Um 'Atiya surprisingly, "Do you say the menstruating women?" She replied, "Doesn't a menstruating woman attend 'Arafat (Hajj) and such and such (other deeds)?" &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-8003493160681317508?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/8003493160681317508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/10/menstrual-periods.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/8003493160681317508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/8003493160681317508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/10/menstrual-periods.html' title='Menstrual Periods'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-6696835563752417239</id><published>2011-10-01T19:33:00.000+07:00</published><updated>2011-10-01T19:33:45.176+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HADIS'/><title type='text'>أخذك (وفي رواية ألبسك) شيطانك يا عائشة؟</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;قلت: فيه سعيد بن محمد بن إبراهيم التيمي. أما أبوه محمد فثقة غير أن ابن أبي حاتم والدارقطني ذكرا أنه لم يسمع من عائشة (العلل5/الورقة99). وأما ابنه (سعيد) فقد حكى يعقوب بن سفيان أن روايته عن أهل الكوفة ليست بشيء. (المعرفة والتاريخ1/426).&lt;br /&gt;وذكر الحافظ في التلخيص الحبير 1/121 أن في الحديث أيضا فرج بن فضالة وهو ضعيف. وفي صحيح مسلم (لقد جاءك شيطانك يا عائشة) حين أصابتها الغيرة.&lt;br /&gt;هو في حديث رواه مسلم عن عائشة، قالت: إن رسول الله صلى الله عليه وسلم خرج من عندها ليلا. قال: فغِرْتُ عليه، فجاء فرأى ما أصنع، فقال: مالك يا عائشة! أَغِرْتِ؟ فقلت: وما ليَ لا يَغارُ مثلي على مثلك؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أقد جاءك شيطانُك؟ فقالت: يا رسول الله أو معي شيطان؟ قال نعم. قلت: ومعك يا رسول الله؟ قال نعم. ولكن الله أعانني عليه حتى أسلم«.&lt;br /&gt;وسياق الحديث يأبى الطعن بعائشة فإنها قالت: « أمعي شيطان يا رسول الله؟ فقال نعم. قالت: ومع كل إنسان؟ قال نعم. قالت ومعك يا رسول الله؟ فقال نعم ولكن الله أعانني عليه فأسلم». هذا سياق مسلم بلفظه (4/2618 رقم2815)...&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;فمناسبة الحديث الغيرة عليه ( وليس تعمد إيذائه كما يكذب التيجاني بسبب تعلقه بشيطانه. فاتضح بذلك عدة أمور:&lt;br /&gt;1) ليست عائشة وحدها التي معها شيطان، بل كل أحد، حتى النبي صلى الله عليه وسلم، فمن طعن عليها بذلك انسحب طعنه على زوجها وحبيبها صلى الله عليه وسلم، بل يكون قد طعن في نفسه دون أن يشعر!&lt;br /&gt;2) أن مناسبة الحديث غيرة عائشة رضي الله عنها، وهذا من صفات النساء كافة، وفي الحديث الآخر غيرة فاطمة من علي رضي الله عنه لما أراد الزواج من ابنة عمه أبي لهب، وشكايتها إياه لأبيها صلى الله عليه وسلم، فكما لم يكن ذلك نقصا في السيدة فاطمة، لم يكن نقصا في السيدة عائشة، رضي الله عن الجميع.&lt;br /&gt;3) فظهر بذلك جهل وكذب التيجاني أو من كتب له عندما زعم أن القصد في الحديث تعمد إيذائه صلى الله عليه وسلم، وليس الغيرة!.&lt;br /&gt;4) آلآن ظهرت غيرتكم على رسول الله؟ أين ذهبت غيرتكم عندما طعنتم في عرضه صلى الله عليه وسلم، واتهمتهم أحب الناس إليه بالزنا والردة وضرب المثل لها بامرأة نوح وامرأة لوط؟ وأنها كانت تنام مع علي تحت لحاف واحد؟&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-6696835563752417239?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/6696835563752417239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/10/blog-post_7708.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/6696835563752417239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/6696835563752417239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/10/blog-post_7708.html' title='أخذك (وفي رواية ألبسك) شيطانك يا عائشة؟'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-5564778232168714950</id><published>2011-10-01T19:31:00.002+07:00</published><updated>2011-10-01T19:31:14.909+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HADIS'/><title type='text'>أبو بكر وعمر سيدا كهول أهل الجنة</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;الشبهة: كيف يكونا من كهول أهل الجنة وأهل الجنة يكونون شبابا؟&lt;br /&gt;قال ابن الأثير « الكَهْل من الرِجال مَن زاد على ثلاثين سنة إلى الأربعين وقيل من ثلاث وثلاثين إلى تمام الخمسين. وقيل أراد بالكَهل هاهنا الحليمَ العاقِلَ. وفيه أنّ رجلا سألَه الِجهاد معه فقال هَلْ في أهْلِك مِن كاهِل يُروى بكسر الهاء على أنه اسم وبِفَتْحِها على أنه فَعْل بِوَزن ضارِبٍ وضارَبَ وهما من الكُهولة أي هل فيهم مَن أسَنَّ وصار كَهْلا كذا قال أبو عُبيد وردّه عليه أبو سعيد الضَّرير وقال قد يَخْلُف الرجلَ في أهله كَهْلٌ وغيرُ كَهل في المُلِمَّات وسَنَدُهم في المُهِمَّات ويقولون مُضَرُ كاهِل العرب وتميم كاهِل مُضَر وهو مأخوذ من كاهِل البَعير وهو مُقَدَّم ظَهْره وهو الذي يكون عليه المَحْمِلُ وإنما أراد بقوله هل في أهْلِك مَن تَعْتمِد عليه في القِيام بأمْرِ مَن تَخْلُف من صِغارِ وَلَدِك لئلاّ يَضِيعوا ألاَ ترَاه قال له ما هُم إلاّ أُصَيْبِيَةٌ صِغار فأجابه وقال ففِيهم فجاهِدْ وأنكَر أبو سعيد الكاهِل وزَعم أن العرب تقول للذي يَخْلُف الرجلَ في أهله ومالِه كاهِنٌ بالنون وقد كهَنَه يكْهُنُه كُهُونا فإمَّا أن تكون اللام مُبْدَلة من النون أو أخْطَأ السامعُ فظَنَّ أنه باللام وفي كتابه إلى اليمن في أوقات الصلاة والعِشاء إذا غاب الشَّفَقُ إلى أن تَذْهب كَواهِلُ الليل أي أوائِلُه إلى أوْساطه تشبيها لِلَّيل بالإبِل السائرة التي تتقدّم أعْناقُها وهَوادِيها ويَتْبَعُها أعجازُها وتَوالِيها والكَواهِل جَمْع كاهِل وهو مُقَدّم أعْلى الظَّهْر ومنه حديث عائشة وقَرّرَ الرُّؤوسَ على كَواهِلها أي أثْبَتَها في أماكِنها كأنها كانت مُشْفِيةً على الذَّهاب والهَلاك» (النهاية ص818 والفائق 3/288 لسان العرب 11/601 غريب الحديث لابن قتيبة1/322)..&lt;br /&gt;وقال المناوي في فيض القدير « المراد بالكهل هنا الحليم الرئيس العاقل المعتمد عليه يقال فلان كهل بني فلان وكاهلهم أي عمدتهم في المهمات وسيدهم في الملمات على أن ما صار إليه أولئك من أن الكهل من ناهز متفق عليه ففي النهاية الكهل من زاد عن ثلاثين إلى أربعين وقيل من ثلاث وثلاثين إلى خمسين وفي الصحاح من جاوز الثلاثين وخطه الشيب» (فيض القدير1/89).&lt;br /&gt;ومن غرائب الشيعة التي لا تنتهي أنهم وضعوا حديثا في فضل الحسن والحسين وأنهما سيدا كهول أهل الجنة! وذلك في النسخة الموضوعة التي ألصقوها بعلي بن موسى الرضا (ذخائر ذوي العقبى ص32).&lt;br /&gt;فأما الحديث الصحيح فردوه، لأنه في أبي بكر وعمر! وأما الموضوع فلا تجد لهم كلاما عليه، لأنه في الحسن والحسين!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-5564778232168714950?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/5564778232168714950/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/10/blog-post_01.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/5564778232168714950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/5564778232168714950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/10/blog-post_01.html' title='أبو بكر وعمر سيدا كهول أهل الجنة'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-5611928353144416019</id><published>2011-10-01T19:29:00.003+07:00</published><updated>2011-10-01T19:29:39.338+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HADIS'/><title type='text'>أبو بكر وعمر خير أهل السماوات والأرض</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;موضوع: رواه ابن عدي في الكامل في الضعفاء (2/180) ومن طريقه ابن عساكر (44/195) وابن الجوزي في العلل المتناهية (1/193 رقم331) والخطيب في تاريخه (5/253) بأتم منه، وفيه جبرون بن واقد: متهم منكر، وحكم ابن عدي على الحديث أنه منكر، وأقره ابن عساكر وابن الجوزي، وحكم الذهبي على حديثه بالوضع وقال في الميزان بأنه موضوع، وأقره الحافظ ابن حجر في اللسان على ذلك. وله طريق آخر عند الديلمي في مسند الفردوس بسند مظلم من طريق يحيى بن السري وأبوه مجهول أما ابنه فثقة من طريق يحيى بن السري وأبوه مجهول أما ابنه فثقة. وحكم عليه الألباني بالوضع (سلسلة الضعيفة4/227-228 رقم1742).&lt;br /&gt;الشبهة: قد يورد الرافضة هذا الحديث وأشباهَهُ للطعن في أهل السنة، ويقولون لهم: أنتم ترموننا بالغلو في عليٍّ وآل البيت، بينما تفضلون &lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;أنتم أبا بكر وعمر على جميع الخلق، بما فيهم الأنبياء والمرسلين!&lt;br /&gt;ولكن هذا لم يثبت عندنا، وإنما نلتزم بما ثبت سنده فيهما وأنهما أفضل هذه الأمة بعد نبيها، كما صح عن رسول الله صلى الله عليه وسلم، وتواتر عن علي رضي الله عنه، وعن غيره من أهل البيت:&lt;br /&gt;حدثنا عبد الله حدثني أبو بحر عبد الواحد البصري ثنا أبو عوانة عن خالد بن علقمة عن عبد خير قال علي رضي الله عنه لما فرغ من أهل البصرة إن خير هذه الأمة بعد نبيها ? أبو بكر وبعد أبي بكر عمر وأحدثنا أحداثا يصنع الله فيها ما شاء» (حديث صحيح خالد وهو ابن عبد الله الواسطي سماعه من عطاء بعد الاختلاط، لكن تابع عطاءً حصينُ بنُ عبد الرحمن وهو ثقة- أنظر تخريج المحقق للرواية في مسند أحمد2/245و247 حديث رقم922 و926 وانظر833 إلى837)..&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-5611928353144416019?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/5611928353144416019/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/10/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/5611928353144416019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/5611928353144416019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/10/blog-post.html' title='أبو بكر وعمر خير أهل السماوات والأرض'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-9073980273372396472</id><published>2011-09-29T12:22:00.001+07:00</published><updated>2011-09-29T12:23:26.341+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KEISLAMAN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='English Version'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Education'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah'/><title type='text'>Education Aqeedah-Morals: Do not soluble in Grief When disaster struck</title><content type='html'>&lt;span class="" id="result_box" lang="en"&gt;&lt;span title="Pernahkah Anda melihat orang yang lepas kendali ketika ditimpa musibah?"&gt;Riwayat Net-Have you ever seen anyone get out of hand when the disaster struck? &lt;/span&gt;&lt;span title="Mungkin musibah itu kematian orang yang sangat dicintainya atau kehilangan harta yang sangat berharga seperti kebakaran rumah, toko, atau perusahaan, atau bencana alam lainnya."&gt;Perhaps unfortunate that the death of a beloved or a loss of valuable property such as fire houses, shops, or companies, or other natural disasters. &lt;/span&gt;&lt;span title="Sikap lepas kendalinya terlihat ketika ia memukul-mukul tubuhnya sendiri, merobek bajunya sendiri, berteriak, meratap, menyebut-nyebut kebaikan orang yang meninggal."&gt;Control detachment seen when he beat his own body, tearing his own shirt, shouting, wailing, mention the kindness of people who died. &lt;/span&gt;&lt;span title="Ia sangat larut dengan kesedihan itu."&gt;He was very late with the sadness. &lt;/span&gt;&lt;span title="Bahkan, ada yang sampai pingsan berkali-kali."&gt;In fact, there are up to pass out many times. &lt;/span&gt;&lt;span title="Ia tidak mau makan apa-apa bahkan juga tidak minum suatu apa pun."&gt;He would not eat anything not even drink a thing.&lt;/span&gt;&lt;span title="Orang yang lepas kendali itu biasanya tidak terpengaruh oleh siapa yang datang melayat."&gt;People who are out of control is usually not affected by who came for. &lt;/span&gt;&lt;span title="Keluarga, teman, atasan, atau rekan sekerja tidak berhasil meredam gejolak emosinya."&gt;Family, friends, bosses, or co-workers failed to dampen his emotional turmoil. &lt;/span&gt;&lt;span title="Berapa dan siapa pun yang melihatnya, ia tetap berteriak mengucapkan kata-kata yang bermuatan protes terhadap apa yang telah menimpanya."&gt;How much and anyone who saw him, he kept shouting the words are charged protest against what had happened to him. &lt;/span&gt;&lt;span title="Seakan-akan, ia telah dirugikan oleh seseorang."&gt;It's as if he had been harmed by someone. &lt;/span&gt;&lt;span title="Dia tidak ingat lagi bahwa semua yang dimilikinya termasuk dirinya sendiri adalah milik Allah."&gt;He no longer remembers that all he had including himself is God's.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span title="Saudaraku!"&gt;My brother! &lt;/span&gt;&lt;span title="Beriman itu dalam segala kondisi."&gt;Faithful in all conditions. &lt;/span&gt;&lt;span title="Pada saat mendapat nikmat kita beriman."&gt;At the moment we believe in getting favors. &lt;/span&gt;&lt;span title="Pada waktu kehilangan kita juga beriman."&gt;At that time we also lose the faith. &lt;/span&gt;&lt;span title="Jangan sampai sewaktu bergembira mendapat rezeki, kita beriman, tetapi ketika rezeki hilang kita memprotes kepada Allah."&gt;Do not get excited when gets sustenance, we believe, but when we lost fortune to protest to God. &lt;/span&gt;&lt;span title="Ini perlu dijaga karena ini adalah persoalan akidah."&gt;This needs to be maintained because it is a question of faith. &lt;/span&gt;&lt;span title="Bukankah seorang beriman itu telah berikrar dengan selalu pasrah kepada segala ketentuan Allah?"&gt;Is not a believer that has vowed to always surrender to all the provisions of God?&lt;/span&gt;&lt;span title="Bagaimana seharusnya kita menyikapi musibah yang menimpa diri kita?"&gt;How should we respond to disasters that befall us? &lt;/span&gt;&lt;span title="Untuk menjawabnya mari kita ikuti hadis dan pejelasan berikut ini:"&gt;To answer that let us follow the tradition and illustrate the following:&lt;/span&gt;&lt;span title="عَنْ عَبْدِ اللَّهِ - رضى الله عنه - قَالَ قَالَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - « لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَطَمَ الْخُدُودَ، وَشَقَّ الْجُيُوبَ ، وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ[1] » ."&gt;عن عبد الله - رضى الله عنه - قال قال النبى - صلى الله عليه وسلم - «ليس منا من لطم الخدود, وشق الجيوب, ودعا بدعوى الجاهلية [1]». &lt;/span&gt;&lt;span title="رواه البخارى ومسلم والترمذى وابن ماجه"&gt;رواه البخارى ومسلم والترمذى وابن ماجه&lt;/span&gt;&lt;span title="Dari 'Abdullah radliallahu 'anhu berkata; Nabi Shallallah a'alaihi wa sallam telah bersabda: Bukan dari golongan kami siapa yang menampar-nampar pipi, merobek-robek baju dan menyeru dengan seruan jahiliyyah (meratap) ."&gt;From 'Abdullah radliallahu' anhu said: The Prophet Shallallah a'alaihi wa sallam has said: It is not from our group who was slapping his cheek, tore his clothes and calling with calls jahiliyyah (wail).&lt;/span&gt;&lt;span title="Secara bahasa, Jaibuts-tsaubi berarti bagian baju yang berlubang sedemikian rupa yang herfungsi sebagai jalan keluar masuknya kepala pada saat mengenakan atau menanggalkannya."&gt;In language, Jaibuts-tsaubi mean the clothes that are perforated in such a way that herfungsi as entry and exit roads at the time of wearing the head or take it off. &lt;/span&gt;&lt;span title="Jahiliyah adalah keadaan di saat Arab sebelum kedatangan Islam sangat tidak mengenal Allah dan agama yang benar, yang diwarnai dengan saling menyombongkan diri dengan keturunan, keangkuhan, kekejaman, anak perempuan dikubur paksa dan lain-lainnva.[2]"&gt;Ignorance is the current state of Arabs before the advent of Islam is not knowing God and true religion, which is characterized by mutual boasted descent, arrogance, cruelty, daughter buried and other forced-lainnva. [2]&lt;/span&gt;&lt;span title="Abdul Qadir Ahmad 'Atha' menjelaskan bahwa di antara akhlak orang mukmin adalah bersabar pada saat menghadapi kesulitan, menghadapinya dengan penuh kenidaan dan kepasrahan, seraya berucap, “innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji'ûn.' Slanjutnya, ia berkata, sesungguhnya milik Allahlah apa"&gt;Abdul Qadir Ahmad 'Atha' explains that among the morals of believers is to be patient when faced with adversity, deal with the full kenidaan and resignation, as he says, "wa inna inna lillahi ilaihi râji'ûn." Slanjutnya, he said, actually belongs to God what &lt;/span&gt;&lt;span title="yang Dia ambil, dan milik-Nyalah apa yang Dia anugerahkan.” Kesabaran itu akan meringankan pahitnya musibah, mengurangi rasa sakit karena benturan-benturannya dan memberantas benih-benihnya.[3]"&gt;He took, and belongs to Him what He bestows. "Patience is bitter misfortune will alleviate, relieve pain from impact-The impact and eradicate the seeds. [3]&lt;/span&gt;&lt;span title="Berpatah hati, berlarut dalam kesedihan dan tidak menerima ketentuan Allah dalam qadha dan qadar-Nya bukanlah termasuk keimanan dan orang yang berlaku demikian tidak tergolong umat Muhammad dan para sahabatnya."&gt;Berpatah heart, go on in misery and does not accept the provision God in His Qadr qadha and not including those that apply faith and thus not classified as people of Muhammad and his companions. &lt;/span&gt;&lt;span title="Orang yang hatinva terlepas saat musibah menimpanva, tidak punya pegangan dan keberanian dalam menghadapi kedengkian hatinya, tidak mampu menghadapi ujian, tetapi malah menampar-nampar mukanya."&gt;People who are separated when disaster menimpanva hatinva, had no grip and courage in the face of envy her, unable to face the exam, but instead slapping his face. &lt;/span&gt;&lt;span title="mencoreng moreng mukanya, memukul-mukul dudanva, merobek-robek kerah bajunya, mencabik—cabik pakaian, menampilkan wajah yang kusut, menyeru dengan seruan Jahiliah: Oh bapak, oh ibu, oh anak-anak, oh suami."&gt;moreng tarnished his face, pounding dudanva, tearing at his shirt collar, tearing clothes, showing a wrinkled face, appealed to the appeal of ignorance: Oh father, oh mother, oh child, oh husband. &lt;/span&gt;&lt;span title="oh tetangga, oh musibah, oh bencana, oh harta, oh rumah, dan kata-kata itu selalu terucap saat menghadapi musibah, tidak menerima qadha dan qadar Allah."&gt;neighbors oh, oh, calamity, disaster oh, oh treasure, oh house, and the words were always spoken in the face of disaster, did not receive qadha and Qadr of Allah. &lt;/span&gt;&lt;span title="lnilah orang-orang yang tidak termasuk golongan orang-orang Muslim itu."&gt;Here the people who are not included among those Muslims. &lt;/span&gt;&lt;span title="Karena sesungguhnya orang Muslim itu adalah yang mempunyai ketetapan hati, dapat menguasai diri, sabar dan tabah."&gt;Because it is actually a Muslim who has the resolve, can master yourself, be patient and steadfast. &lt;/span&gt;&lt;span title="di mana kesedihan tidak akan dapat mendorongnya kepada amarah, tetapi justru menjadi seperti yang disabdakan Rasulullah ketika putra beliau, Ibrahim meninggal dunia, kedua matanya hanya meneteskan air."&gt;where the grief will not be able to push it to the anger, but rather to be like that related the Prophet when his son Ibrahim died, both had tears in his eyes only. &lt;/span&gt;&lt;span title="Ketika itu, Abdurrahman bin Auf berkata."&gt;At that time, Abdurrahman bin Auf said. &lt;/span&gt;&lt;span title="“Apakah yang Anda lakukan wahai Rasulullah?"&gt;"What do you do, O Messenger of Allah?&lt;/span&gt;&lt;span title="Jawab Rasulullah, “Wahai putra Auf, sesungguhnya (kematian) ini adalah rahmat, lalu aku menambahkannya dengan rahmat yang lain.”"&gt;Prophet replied, "O son of Auf, the real (death) this is grace, then I add them to the mercy of others."&lt;/span&gt;&lt;span title="Lalu beliau berkata lagi, “Sesungguhnya mata itu meneteskan air matanya, hati bersedih, tetapi itulah yang dapat kita katakan, Rabb kita rida dengan ini semua."&gt;Then he said again, "Verily, those eyes had tears in his eyes, sad hearts, but that is what can we say, we are pleased with this Lord of all. &lt;/span&gt;&lt;span title="Dan sesungguhnya kami sangat bersedih berpisah denganmu, wahai Ibrahim, anakku."&gt;And indeed we are very sad parting with you, O Ibrahim, my son. &lt;/span&gt;&lt;span title="Maka hendaklah kaum lelaki dan kaum perempuannya bertakwa kepada Allah atas apa yang mereka perbuat pada saat ditimpa musibah."&gt;Then let the men and the women have fear of God for what they do when the disaster struck. &lt;/span&gt;&lt;span title="Perlu dikeiahui bahwa para suami yang membiarkan istrinya menangis dan meneriakkan kebaikan-kebaikan orang yang telah mati, menampar-nampar wajahnya dan menabuh-nabuh genderang adalah orang-orung yang membantu mereka untuk melakukan dosa."&gt;Need dikeiahui that husbands who lets her cry and shout the virtues of the dead, slapping his face and beat-nabuh orung drums are those that help them to sin.&lt;/span&gt;&lt;span title="Saudaraku!"&gt;My brother! &lt;/span&gt;&lt;span title="Dalam rangka mengamalkan hadis di atas, marilah kita berupaya mendidik diri kita dan keluarga kita dengan sebaik-baiknya."&gt;In order to practice the hadith above, let us try to educate ourselves and our families as well as possible. &lt;/span&gt;&lt;span title="Hal itu kita lakukan dalam setiap kesempatan."&gt;That we do at every opportunity. &lt;/span&gt;&lt;span title="Jangan kita memberikan nasihat kepada anggota keluarga kita hanya ketika mendapat musibah saja, tetapi sebelumnya dan dilakukan sesering mungkin."&gt;Do we provide advice to our family members only when he received an accident, but before and done as often as possible. &lt;/span&gt;&lt;span title="Pembinaan akidah dan akhlak tidak efektif bila hanya dilakukan secara insidental."&gt;Fostering faith and morals are not effective if only incidentally. &lt;/span&gt;&lt;span title="Bukankah Allah telah mewajibkan kita untuk menjaga diri dan keluarga kita dari azab-Nya."&gt;Has God not oblige us to keep ourselves and our families from His punishment.&lt;/span&gt;&lt;span title="Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnva adalah manusia dan batru."&gt;O ye who believe, guard yourselves and your families from hell fire that is human and material bakarnva batru. &lt;/span&gt;&lt;span title="(At—Tahrim: 6)."&gt;(At-Tahrim: 6).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title="[1] Â-Bukhariy, Juz 1, h."&gt;[1] Â-Bukhariy, Juz 1, p.&lt;/span&gt;&lt;span title="[2]'Atha', Abdul Qadir Ahmad, Adabun Nabi Meneladani Akhlak Rasulullah SAW."&gt;[2] 'Atha', Abdul Qadir Ahmad, the Prophet Adabun Morals emulate the Prophet Muhammad. &lt;/span&gt;&lt;span title=", Jakarta: Pustaka Azzam, 2000, Cet.ke.2, h."&gt;, Jakarta: Pustaka Azzam, 2000, Cet.ke.2, p. &lt;/span&gt;&lt;span title="24"&gt;24&lt;/span&gt;&lt;span title="[3]Ibid."&gt;[3] Ibid.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-9073980273372396472?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/9073980273372396472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/mungkin-maksud-anda-adalah-pendidikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/9073980273372396472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/9073980273372396472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/mungkin-maksud-anda-adalah-pendidikan.html' title='Education Aqeedah-Morals: Do not soluble in Grief When disaster struck'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-6283233927665027009</id><published>2011-09-29T12:20:00.001+07:00</published><updated>2011-09-29T12:20:24.516+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KEISLAMAN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah'/><title type='text'>Pendidikan Akidah-Akhlak: Jangan Larut dalam Kesedihan Saat Ditimpa Musibah</title><content type='html'>&lt;div dir="LTR" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pernahkah Anda melihat orang yang lepas kendali ketika ditimpa musibah? Mungkin musibah itu kematian orang yang sangat dicintainya atau kehilangan harta yang sangat berharga seperti kebakaran rumah, toko, atau perusahaan, atau bencana alam lainnya. Sikap lepas kendalinya terlihat ketika ia memukul-mukul tubuhnya sendiri, merobek bajunya sendiri, berteriak, meratap, menyebut-nyebut kebaikan orang yang meninggal. Ia sangat larut dengan kesedihan itu. Bahkan, ada yang sampai pingsan berkali-kali. Ia tidak mau makan apa-apa bahkan juga tidak minum suatu apa pun.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Orang yang lepas kendali itu biasanya tidak terpengaruh oleh siapa yang datang melayat. Keluarga, teman, atasan, atau rekan sekerja tidak berhasil meredam gejolak emosinya. Berapa dan siapa pun yang melihatnya, ia tetap berteriak mengucapkan kata-kata yang bermuatan protes terhadap apa yang telah menimpanya. Seakan-akan, ia telah dirugikan oleh seseorang. Dia tidak ingat lagi bahwa semua yang dimilikinya termasuk dirinya sendiri adalah milik Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Saudaraku!&lt;/span&gt;&lt;span&gt; Beriman itu dalam segala kondisi. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Pada saat mendapat nikmat kita beriman. Pada waktu kehilangan kita juga beriman. Jangan sampai sewaktu bergembira mendapat rezeki, kita beriman, tetapi ketika rezeki hilang kita memprotes kepada Allah. Ini perlu dijaga karena ini adalah persoalan akidah. Bukankah seorang beriman itu telah berikrar dengan selalu pasrah kepada segala ketentuan Allah?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Bagaimana seharusnya kita menyikapi musibah yang menimpa diri kita? Untuk menjawabnya mari kita ikuti hadis dan pejelasan berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;عَنْ عَبْدِ اللَّهِ - رضى الله عنه - قَالَ قَالَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - « لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَطَمَ الْخُدُودَ، وَشَقَّ الْجُيُوبَ ، وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4797213228621434534&amp;amp;postID=320440833203628141#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; » . رواه البخارى ومسلم والترمذى وابن ماجه&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 6pt 0cm 12pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;D&lt;span style="color: black;"&gt;ari 'Abdullah radliallahu 'anhu berkata; Nabi Shallallah a'alaihi wa sallam telah bersabda: Bukan dari golongan kami siapa yang menampar-nampar pipi, merobek-robek baju dan menyeru dengan seruan jahiliyyah (meratap) . &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 6pt 0cm 12pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span&gt;Secara bahasa&lt;i&gt;, Jaibuts-tsaubi &lt;/i&gt;berarti bagian baju yang berlubang sedemikian rupa yang herfungsi sebagai jalan keluar masuknya kepala pada saat mengenakan atau menanggalkannya. Jahiliyah adalah keadaan di saat Arab sebelum kedatangan Islam sangat tidak mengenal Allah dan agama yang benar, yang diwarnai dengan saling menyombongkan diri dengan keturunan, keangkuhan, kekejaman, anak perempuan dikubur paksa dan lain-lainnva.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4797213228621434534&amp;amp;postID=320440833203628141#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 6pt 0cm 12pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span&gt;Abdul Qadir Ahmad 'Atha' menjelaskan bahwa di antara akhlak orang mukmin adalah bersabar pada saat menghadapi kesulitan, menghadapinya dengan penuh kenidaan dan kepasrahan, seraya berucap, “&lt;i&gt;innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji’ûn&lt;/i&gt;.’ Slanjutnya, ia &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;berkata, sesungguhnya milik Allahlah apa yang Dia ambil, dan milik-Nyalah apa yang Dia anugerahkan.” &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kesabaran itu akan meringankan pahitnya musibah, mengurangi rasa sakit karena benturan-benturannya dan memberantas benih-benihnya.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4797213228621434534&amp;amp;postID=320440833203628141#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 6pt 0cm 12pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Berpatah hati, berlarut dalam kesedihan dan tidak menerima ketentuan Allah dalam qadha dan qadar-Nya bukanlah termasuk keimanan dan orang yang berlaku demikian tidak tergolong umat Muhammad dan para sahabatnya. Orang yang hatinva terlepas saat musibah menimpanva, tidak punya pegangan dan keberanian dalam menghadapi kedengkian hatinya, tidak mampu menghadapi ujian, &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;tetapi malah menampar-nampar mukanya. mencoreng moreng mukanya, memukul-mukul dudanva, merobek-robek kerah bajunya, &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;mencabik—cabik pakaian, menampilkan wajah yang kusut, menyeru dengan seruan Jahiliah: Oh bapak, oh ibu, oh anak-anak, oh suami. oh tetangga, oh musibah, oh bencana, oh harta, oh rumah, dan kata-kata itu selalu terucap saat menghadapi musibah, tidak menerima &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;qadha dan qadar Allah. lnilah orang-orang yang tidak termasuk golongan orang-orang Muslim itu. Karena sesungguhnya orang Muslim itu adalah yang mempunyai ketetapan hati, dapat menguasai diri, sabar dan tabah. di mana kesedihan tidak akan dapat mendorongnya kepada amarah, tetapi justru menjadi seperti yang disabdakan Rasulullah ketika putra beliau, Ibrahim meninggal dunia, kedua matanya hanya meneteskan air. Ketika itu, &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Abdurrahman bin Auf berkata. “Apakah yang Anda lakukan wahai Rasulullah? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 6pt 0cm 12pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jawab Rasulullah, “Wahai putra Auf, sesungguhnya (kematian) ini adalah rahmat, lalu aku menambahkannya dengan rahmat yang lain.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 6pt 0cm 12pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Lalu beliau berkata lagi, “Sesungguhnya mata itu meneteskan air matanya, hati bersedih, tetapi itulah yang dapat kita katakan, Rabb kita rida dengan ini semua. Dan sesungguhnya kami sangat bersedih berpisah denganmu, wahai Ibrahim, anakku. Maka hendaklah kaum lelaki dan kaum perempuannya bertakwa kepada Allah atas apa yang mereka perbuat pada saat ditimpa musibah. Perlu dikeiahui bahwa para suami yang membiarkan istrinya menangis dan meneriakkan kebaikan-kebaikan orang yang telah mati, menampar-nampar wajahnya dan menabuh-nabuh genderang adalah orang-orung yang membantu mereka untuk melakukan dosa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 6pt 0cm 12pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Saudaraku! Dalam rangka mengamalkan hadis di atas, marilah kita berupaya mendidik diri kita dan keluarga kita dengan sebaik-baiknya. Hal itu kita lakukan dalam setiap kesempatan. Jangan kita memberikan nasihat kepada anggota keluarga kita hanya ketika mendapat musibah saja, tetapi sebelumnya dan dilakukan sesering mungkin. Pembinaan akidah dan akhlak tidak efektif bila hanya dilakukan secara insidental. Bukankah Allah telah&lt;i&gt; &lt;/i&gt;mewajibkan kita untuk menjaga diri dan keluarga kita dari azab-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 6pt 0cm 12pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnva adalah manusia dan batru. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;(At—Tahrim: 6).[Bukhari Umar]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 6pt 0cm 12pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;  &lt;hr align="right" size="1" width="33%" /&gt;    &lt;div id="ftn1"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText" dir="LTR" style="direction: ltr; text-align: left; text-indent: 36pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4797213228621434534&amp;amp;postID=320440833203628141#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;Â-Bukhariy, Juz 1, h. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn2"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText" dir="LTR" style="direction: ltr; text-align: justify; text-indent: 36pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4797213228621434534&amp;amp;postID=320440833203628141#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;'Atha', Abdul Qadir Ahmad, &lt;i&gt;Adabun Nabi Meneladani Akhlak Rasulullah SAW. , &lt;/i&gt;Jakarta: Pustaka Azzam, 2000, Cet.ke.2, h. 24&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4797213228621434534&amp;amp;postID=320440833203628141#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Ibid.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-6283233927665027009?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/6283233927665027009/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/pendidikan-akidah-akhlak-jangan-larut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/6283233927665027009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/6283233927665027009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/pendidikan-akidah-akhlak-jangan-larut.html' title='Pendidikan Akidah-Akhlak: Jangan Larut dalam Kesedihan Saat Ditimpa Musibah'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-8215119450323880212</id><published>2011-09-29T12:16:00.000+07:00</published><updated>2011-09-29T12:16:22.906+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KEISLAMAN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah'/><title type='text'>Menggagas Konseling Islami: Syarat-Syarat Konselor</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;Riwayat.net-A. Pendahuluan&lt;br /&gt;Manusia adalah makhluk sosial. Ia mempunyai kecenderungan untuk berinteraksi antara sesamanya. Kecenderungan itu diperkuat oleh kebutuhan masing-masing akan jasa pihak lain karena berbagai keterbatasan yang dimilikinya.&lt;br /&gt;Sebagai makhluk Allah, manusia dibekali dengan berbagai potensi yang dapat dan harus dikembangkan. Dalam mengembangkan potensi dimaksud, manusia mempunyai kemampuan yang bervariasi. Dalam hal-hal tertentu, seseorang mempunyai kelebihan dan dalam hal-hal tertentu pula, ia memiliki kekurangan dari orang lain. (QS al-Isra’/17: 21).&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan yang dimiliki manusia itu membuat ia mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dan mengembangkan potensinya. Oleh karena itu, ia membutuhkan bantuan dari orang yang memiliki kelebihan dalam masalahnya. Bantuan untuk memecahkan masalah ini disebut konseling.&lt;br /&gt;Konseling adalah pemberian bimbingan oleh ahli kepada seseorang dengan menggunakan metode psikologis, dan sebagainya, dan proses pemberian bantuan oleh konselor kepada konseli sedemikian rupa sehingga pemahaman terhadap kemampuan diri sendiri meningkat dalam memecahkan berbagai masalah. (Jaya, 2004: 54).&lt;br /&gt;Sebagai suatu proses pemberian bimbingan dan bantuan, konseling mempunyai banyak fungsi. Fungsi dimaksud dapat dikelompokkan menjadi empat. Menurut Prayitno dan Erman Amti, konseling memiliki fungsi pemahaman, pencegahan, pengentasan, pemeliharaan dan pengembangan. (Prayitno dan Erman Amti, 2004: 197).&lt;br /&gt;Proses konseling berlangsung bila terjadi interaksi antara orang yang mengalami masalah (konseli) dan orang ahli yang membimbing/membantu (konselor). Bentuk proses dan kualitas hasil suatu konseling banyak diwarnai dan dipengaruhi oleh kualitas pribadi dan kapasitas intelektual sang konselor. Di antara kualitas pribadi yang banyak berpengaruh terhadap proses konseling adalah akhlak konselor.&lt;br /&gt;Mungkin sudah banyak ahli yang menulis kriteria konselor menurut versinya masing-masing, tetapi belum banyak yang mendasarkan pandangannya kepada ajaran Islam. Pada kesempatan ini, penulis mencoba memaparkan hasil kajian tentang akhlak konselor menurut ajaran Islam yang bersumberkan Alquran, hadis dan pendapat para ulama Islam. Pembahasan ini terdiri atas pendahuluan, pengertian konselor, akhlak konselor, dan penutup.&lt;br /&gt;B. Pengertian Konselor&lt;br /&gt;Proses konseling berlangsung bila terjadi interaksi antara orang yang mengalami masalah atau kesulitan dalam pengembangan potensinya (konseli) dan orang yang membantu dan membimbing dalam memecahkan masalah atau mengatasi kesulitannya. Berdasrkan ini yang disebut konselor itu adalah orang yang membantu dan membimbing seseorang yang sedang bermasalah atau mengalami kesulitan sehingga ia mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya.&lt;br /&gt;Siapa orangnya? Berdasarkan Alquran dan hadis, syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh pembimbing bimbingan dan konseling islami itu dapat dibedakan/dikelompokkan sebagai berikut: (1) kemampuan profesional (keahlian), (2) sifat kepribadian (akhlaqulkarimah), kemampuan kemasyarakatan (berukhuwwah Islam, dan (4) ketakwaan kepada Allah.(Faqih , 2001: 46).&lt;br /&gt;Konseling Islam adalah proses memberikan bantuan dan bimbingan tentang masalah-masalah yang berhubungan dengan agama Islam dan pengamalannya. Pada dasarnya, yang membimbing (konselor) Islam itu adalah Allah karena Dia-lah Pencipta, Pemelihara, dan Pendidik alam semesta. Akan tetapi karena Dia sudah mengangkat manusia sebagai khalifah-Nya di muka bumi ini, maka tugas membimbing itu didelegasikan pula kepada hamba-hamba-Nya, seperti Rasul, para ulama dan gauru-guru agama Islam.&lt;br /&gt;Dalam Alquran, Allah menamakan para Rasul itu dengan berbagai sebutan yang semuanya itu dapat dilaksanakan dalam konseling. Di antaranya “penasihat” (nāshih) (QS Fushshilat/41: 4), pemberi ingat (nazīr, munzir) (QS Al-A’raf/7: 21, 68, 79; Yusuf/12: 11, Al-Qashash/28: 12, 20).QS Fushshilat/41: 4), pengembira (basyīr, mubasysyir), dan guru (mu’allim).&lt;br /&gt;Kata ”Nāshih” dalam Alquran menunjukkan beberapa pengertian, yaitu orang yang menyampaikan amanat Allah, menginginkan kebaikan pada seseorang, memberikan solusi dan berbuat baik, dan memberikan solusi dalam penyelamatan diri. (QS Al-A’raf/7: 21, 68, 79; Yusuf/12: 11, Al-Qashash/28: 12, 20).&lt;br /&gt;Kata-kata “nazīr” menunjukkan beberapa pengertian pula, yaitu: mengingatkan akan keterbatasan manusia, : mengingatkan akan keesaan Allah, kekuasaan dan kebesaran Allah, mengingatkan agar jangan bersedih hati terhadap orang kafir, mengingatkan akan kebenaran Alquran, mengingatkan pembalasan untuk orang yang berbuat saleh, mengingatkan keesaan, kekuasaan Allah dan keharmonisan ciptaan-Nya, mengingatkan keesaan, kekuasaan dan kebesaran Allah, mengingatkan azab Allah, menjelaskan azab Allah. (Al-A’raf/7: 188; Hud/11:2, Al-Furqan/25: 51; Al-Hijr/15: 89; Al-Isra’/17 : 105; Al-Hajj/22 : 49; Al-Furqan/25: 1; Al-Mulk/67: 9 dan Al-Mulk/67: 26).&lt;br /&gt;Kata-kata “basyīr” menunjukkan pengertian menyampaikan informasi yang menggembirakan.&lt;br /&gt;Kata “mu’allim” yang ditelusuri melalui kata ‘allama” menunjukkan beberapa pengertian, yaitu antara lain: mengajarkan nama-nama benda, mengajar membaca, mengajar menulis, hikmah, taurat dan injil, mengajarkan Alquran, mengajarkan kitab, sunnah dan ilmu yang belum diketahui, mengajarkan sesuatu yang belum diketahui, membuat baju besi, mengajarkan takwil mimpi, mengajarkan sihir, dan mengajar anjing berburu. (Al-A’raf/7: 188; Hud/11:2, Al-Furqan/25: 51; Al-Hijr/15: 89; Al-Isra’/17 : 105; Al-Hajj/22 : 49; Al-Furqan/25: 1; Al-Mulk/67: 9 dan Al-Mulk/67: 26).&lt;br /&gt;Dengan demikian, mu’allim adalah orang yang mengajarkan berbagai pengetahuan dan ketrampilan.&lt;br /&gt;Dari pengertian-pengertian di atas dapat dipahami bahwa konselor menurut ajaran Islam adalah orang yang membantu /membimbing sese-orang/sekelompok orang yang sedang menghadapi masalah dengan tujuan memperbaikinya untuk mencapai keselamatan dunia dan akhirat. Bimbingan dan bantuan itu dilaksanakan dengan memberikan berbagai pengetahuan, sikap, dan ketrampilan agar konseli mampu mendapatkan solusi tentang masalah yang dihadapinya.&lt;br /&gt;Pada saat ini, konselor sudah merupakan suatu profesi. Sebagai suatu profesi, konselor harus memenuhi persyaratan keahlian sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh ketentuan profesi. Itu berarti bahwa tidak semua orang yang mampu memberikan bantuan dan bimbingan dapat disebut konselor. Setiap konselor sudah mampu membimbing dan membantu orang yang mengalami masalah. Akan tetapi tidak semua orang yang membimbing dapat disebut konselor. Yang dimaksud dengan konselor dalam tulisan ini bukanlah konselor yang sudah menjadi profesi. Pengertian konselor lebih ditekankan pada orang yang memberikan bantuan dan bimbingan dalam melaksanakan ajaran Islam. Hal ini dimungkinkan karena dalam Alquran dan hadis terdapat petunjuk-petunjuk tentang pelaksanaan konseling.&lt;br /&gt;Lapangan penelitian yang mengungkap konsep konseling ini adalah Alquran, hadis dan pendapat para ulama. Konsep Alquran tentang konseling tentu saja bukan yang bersifat profesi karena konseling sebagai profesi baru muncul pada era modern ini.&lt;br /&gt;C. Akhlak Konselor&lt;br /&gt;Kata akhlak (akhlāq) adalah bentuk jamak dari kata khuluq. Kata khuluq berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat. (Ma’luf, t.th.: 194). Abdul Hamid Yunus berpendapat bahwa akhlak ialah sifat-sifat manusia yang terdidik.(Yunus, t.th.: 436). Al-Ghazali mengemukakan bahwa akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan bermacam-macam perbuatan dengan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan (Al-Ghazali, t.th.: 56).&lt;br /&gt;Dari pengertian di atas terlihat dua wujud akhlak. Pertama sebagai sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan bermacam-macam perbuatan dan kedua sebagai budi pekerti, perangai dan tingkah laku itu sendiri. Akhlak yang dimaksud dalam tulisan ini adalah yang berwujud budi pekerti, perangai dan tingkah laku karena itulah yang mudah dilihat dan dapat diukur.&lt;br /&gt;Akhlak dapat dibedakan dalam dua kategori, yaitu mahmūdah (mulia) dan mazmūmah (tercela). Setiap muslim dituntut agar memiliki akhlak mulia dan menghindari akhlak tercela. Dalam setiap jenis profesi, setiap muslim wajib menampilkan akhlak mulia tersebut. Namun antara satu prpfesi dan profesi lain terdapat perbedaan-perbedaan kondisi yang menghendaki perbedaan perlakuan pula. Dalam tulisan ini, penulis membicarakan akhlak konselor.&lt;br /&gt;Dalam ajaran Islam, seorang konselor dituntut agar memiliki akhlak yang mulia (al-akhlāq al-karīmah). Akhlak mulia dimaksud meliputi : (1) keteladanan, (2) kasih sayang, (3) tawaduk, (4) sabar dan pemaaf, (5) lemah lembut, (6) ingin perbaikan, (7) cermat, dan (8) memahami kondisi konseli.&lt;br /&gt;1. Keteladanan&lt;br /&gt;Dalam Alquran, Allah Firman, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu keteladanan (uswah) yang baik bagi bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (al-Ahzab: 21),&lt;br /&gt;Kata uswah terbentuk dari huruf-huruf hamzah, al-sin, dan al-waw. Ia berarti menunjukkan pengobatan dan perbaikan. Uswah berarti qudwah yaitu ikutan, mengikuti, mengikuti seperti yang diikut. (Ibn Zakaria, 1969: 105). Al-Ashfahani mengemukakan bahwa al-uswah dan al-iswah sebagaimana al-qudwah dan al-qidwah berarti suatu keadaan ketika seseorang manusia mengikuti manusia lain, apakah dalam kebaikan, kejelekan, kejahatan, atau kemudaratan.(Al-Ashfahaniy, t.th.: 76). Namun, keteladanan yang dimaksud dalam ayat di atas dan keteladanan yang patut digunakan dalam pendidikan Islam adalah keteladanan yang baik.&lt;br /&gt;Qurthubi mengemukakan bahwa terdapat perbedaan hukum tentang mengikuti keteladanan (uswah) Rasulullah SAW. Ada yang mengatakan wajib, kecuali bila ada dalil lain yang menunjukkan kesunahannya dan ada yang mengatakan sunat kecuali bila ada dalil lain yang menunjukkan kewajibannya. Boleh jadi, wajib mengikuti Rasulullah dalam masalah agama dan sunat dalam masalah dunia.(Al-Qurthubiy, t.th.: 5238). Menurut Al-Thabathaba’i, laqad kāna lakum menunjukkan ketetapan dan keterusan masa lalu dan masih berlaku untuk masa yang akan datang.(At-Thabathaba’i, 1991: 295).&lt;br /&gt;Pelaksanaan konseling dalam ajaran Islam merupakan bagian dari pendidikan, dakwah dan jihad. Semuanya termasuk masalah agama. Dengan demikian, dalam melaksanakan konseling, konselor muslim wajib mengikuti Rasulullah SAW. Dalam mendidik, berdakwah, dan berjihad, Rasulullah selalu memberikan keteladanan (uswah) yang baik kepada para sahabat (umat)nya. Keteladanan merupakan alat yang efektif dalam pelaksanaan pendidikan Islam. Bila dicermati sejarah pendidikan Islam pada zaman Rasulullah Saw, dapat dipahami bahwa salah satu faktor terpenting yang membawa beliau kepada keberhasilannya adalah keteladanan (uswah). Rasulullah sangat banyak menggunakan keteladanan dalam mendidik para sahabatnya. Kendatipun kondisi zaman sekarang sudah jauh berbeda dari keadaan masa Rasul, namun prinsip-prinsip pendidikan beliau masih relevan untuk diterapkan, termasuk penggunaan keteladanan dalam memberikan bimbingan. Dengan demikian, setiap konselor muslim harus mampu memberikan keteladanan kepada konselinya agar bimbingan yang diberikan dapat diikuti oleh konseli tanpa ragu-ragu.&lt;br /&gt;Berdasarkan ayat dan keterangan di atas dapat dipahami bahwa seorang konselor muslim itu harus memiliki keteladanan dengan berbagai aspek akhlak mulia. Tanpa keteladanan, apalagi bila terang-terangan konselor memperlihatkan sesuatu yang controversial, konseli akan sulit menerima nasihat dan saran yang disampaikan oleh konselor.&lt;br /&gt;2. Kasih sayang&lt;br /&gt;Abu Hurairah meriwayatkan bahwa ketika ia sedang duduk di dekat Nabi SAW. datanglah seorang laki-laki, lantas berkata, “Ya Rasulullah, aku telah binasa”. Rasulullah bertanya, “Apa yang membuat Anda celaka?” Laki-laki itu menjawab, “Aku telah menyetubuhi istriku sedangkan aku sedang berpuasa (Ramadan)”. Rasulullah SAW. bertanya, “Apakah Anda memiliki seorang budak untuk dimerdekakan?” Laki-laki menjawab, “Tidak”. Rasulullah SAW. bertanya lagi, “Apakah Anda mampu berpuasa dua bulan berturut-turut?” Laki-laki menjawab, “Tidak”. Rasulullah SAW. bertanya lagi, Apakah Anda memiliki makanan untuk 60 orang miskin?” Laki-laki menjawab, “Tidak”. Pada waktu itu, datang seseorang membawa sebakul kurma untuk Nabi SAW. Beliau berkata kepada laki-laki itu, “Ini, ambillah dan sedekahkanlah”. Laki-laki itu berkata, “Di sini tidak ada keluarga yang lebih miskin daripada keluargaku”. Mendengar itu, lalu Rasulullah SAW. tertawa sampai kelihatan gigi taringnya dan berkata, “Sudahlah berikanlah kepada keluargamu”. (HR Bukhari) (Al-Bukhari, I : 738)&lt;br /&gt;Riwayat di atas mendeskripsikan suatu proses konseling yang terjadi antara seorang laki-laki dan Rasulullah SAW. Masalah yang diajukan oleh sahabat ini cukup berat karena ia telah menyetubuhi istrinya pada siang hari di bulan Ramadan. Sahabat dimaksud meminta solusi kepada Nabi. Rasulullah SAW. tidak langsung menyuruh lakukan ini atau itu. Akan tetapi menanyakan terlebih dulu kesanggupan konselinya. Dalam riwayat di atas dapat dipahami bahwa mulai dari proses awal sampai akhir, Rasulullah SAW. selalu memberikan pelayanan yang baik, tidak memperlihatkan sikap yang menimbulkan kesedihan yang mendalam. Bahkan di akhir Rasulullah SAW. tersenyum sambil mengambil kebijakan yang sangat sempurna. Solusi yang diberikan membuat sahabat itu merasa bebas dari himpitan masalah, bahkan mendapat santunan berupa makanan yang sedang dibutuhkan oleh keluarganya.&lt;br /&gt;Pelayanan Rasulullah SAW. sangat prima. Hal itu tidak mungkin muncul tanpa memiliki sifat kasih sayang. Kebijakan Rasulullah SAW. dimungkinkan karena pada dirinya melekat kewenangan membuat hukum (tasyri’) untuk memberikan keringanan (rukhshah) sesuai dengan kondisi yang sedang dihadapi. Kendatipun pada saat ini, konselor tidak memiliki kewenang seperti Rasulullah, namun akhlak kasih sayang, secara prinsip, harus dimilikinya.&lt;br /&gt;Sifat kasih sayang (al-rahmah) dapat melahirkan sifat pemurah (al-sakha’), tolong menolong (al-ta’awun), pemaaf (al-‘afwu), damai (al-ishlah), persaudaraan (al-ikha’), dan menghubungkan tali kekeluargaan (shilaturrahim).(Ya’qub, 1996: 125-127). Dengan demikian, sifat kasih sayang memberikan kontribusi positif kepada konselor dalam melaksanakan tugas bimbingan dengan baik. Orang yang kurang / tidak memiliki sifat kasih sayang tidak disenangi. Bila seseorang tidak disenangi, bimbingannya kurang dihargai oleh orang lain (yang dibimbing).&lt;br /&gt;3. Tawaduk&lt;br /&gt;Allah berfirman :&lt;br /&gt;Mereka berkata: "Hai Syu`aib, apakah agamamu yang menyuruh kamu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal.". Syu`aib berkata: "Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan dianugerahi-Nya aku daripada-Nya rezki yang baik (patutkah aku menyalahi perintah-Nya)? Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang. Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali. (QS Hud/11: 87 -88).&lt;br /&gt;Ayat di atas mengisahkan peristiwa konseling yang dilakukan oleh Nabi Syu’aib terhadap kaumnya. Di antara pernyataan Syu’aib adalah “tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali. Ini berarti bahwa ia mampu melaksanakan tugas itu bukan karena kemampuan sendiri, melainkan karena bantuan dari Allah. Bagaimana selanjutnya, Syu’aib menyerahkannya kepada Allah. Ia tidak membuat perkiraan-perkiraan yang mendahului kehendak dan kekuasaan Allah.&lt;br /&gt;Pada saat ini, konselor sudah merupakan profesi. Untuk menjadi seorang konselor, seseorang dipersiapkan sedemikian rupa dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Tanpa melalui pendidikan khusus konselor, seseorang dapat saja memberikan nasihat kepada orang yang membutuhkan. Namun, ia tidak disebut konselor. Hal ini membuka peluang bagi seorang konselor itu untuk bersifat sombong. Namun perlu diingat bahwa sehebat dan seprofesional apa pun seorang konselor, dalam melaksanakan tugasnya tidak boleh sombong. Ia harus bersifat tawaduk.&lt;br /&gt;Menurut Ibnu Atha’, tawaduk ialah mau menerima kebenaran dari siapa pun. Kemuliaan ada dalam tawaduk. Siapa yang mencarinya dalam kesombongan, berarti ia seperti mencari air dalam kobaran api. Pendapat yang senada juga dikemukakan oleh Al-Fudhail bin Iyadh. Menurutnya, tawaduk adalah tunduk kepada kebenaran dan patuh kepadanya serta mau menerima kebenaran itu dari siapa pun dan siapa pun yang mengucapkannya. (al-Jauziyah, 1988: 265).&lt;br /&gt;Sifat sombong dapat menimbulkan rasa antipati bagi konseli terhadap konselor. Bila ini terjadi, proses konseling tidak akan berakhir dengan hasil yang memuaskan. Oleh karena itu, setiap konselor muslim haruslah bersifat tawaduk dan bertawakkal kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;4. Sabar dan Pemaaf&lt;br /&gt;Dalam QS Al-Kahfi/18: 60 s.d. 82 terdapat kisah yang relatif panjang. Isi kisah ini adalah proses konseling yang terjadi antara Nabi Musa dan Khidhr. Karena alasan teknis, baik ayat maupun terjemahnya tidak dicantumkan di sini. Dalam ayat ini, dikisahkan bahwa Nabi Musa yang didampingi oleh seorang pengikutnya, berusaha mencari Khidhr untuk berkonsultasi. Setelah bertemu dengan Khidhr (konselor), ia mengajukan permohonan untuk berkonsultasi. Untuk dapat diterima mengikuti perjalan bersama dalam rangka berkonsultasi, Khidhr memberikan satu syarat, yaitu Musa tidak boleh bertanya tentang sesuatu yang dilakukan oleh Khidhr selama dalam perjalanan, sampai pada saatnya, Khidhr sendiri yang akan menjelaskan apa arti yang dilakukannya itu. Ternyata setelah Khidhr merusak perahu nelayan, Musa lupa dan bertanya kepada Khidhr tentang alasan perusakan perahu itu. Dengan demikian, Musa telah melanggar janjinya. Setelah mendapat teguran dari Khidhr, Musa minta maaf dan memohon agar diberi kesempatan lagi untuk mengikuti Khidhr, lantas diizinkan. Setelah Khidhr membunuh seorang pemuda, Musa bertanya lagi tentang alasan pembunuhan dimaksud. Khidhr mengingatkan lagi bahwa Musa sudah melakukan pelanggaran lagi. Namun setelah meminta dispensasi, Musa diperkenankan lagi untuk bersama-sama melanjutkan perjalanan. Selanjutnya setelah Khidhr membetulkan/ memperbaiki dinding rumah Musa bertanya lagi. Di sinilah Khidhr mengakhiri kebersamannya dengan Musa. Sebelum berpisah, Khidhr menjelaskan kepada Musa alasan-alasan dari semua tindakan yang dilakukannya.&lt;br /&gt;Dari kisah ini terlihat bahwa Khidhr (sebagai konselor) dapat bersabar dan menahan diri terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh Musa (konsili). Bahkan lebih dari itu, ia dapat memaafkan sehingga masih mau memberikan kesempatan kepada Musa kendatipun Musa telah dua kali melanggar perjanjian. Di sini kelihatan manfaat kesabaran. Bila Khidhr tidak memiliki kesabaran, maka proses konseling tidak sampai terjadi. Ternyata, Khidhr memberikan layanan informasi setelah selesai melakukan beberapa kegiatan dan pada saat akan berpisah.&lt;br /&gt;Sabar menurut pengertian bahasa adalah menahan atau bertahan. Sabar berarti menahan diri dari rasa gelisah, cemas dan amarah, menahan lidah dari keluh kesah, dan menahan anggota tubuh dari kekacauan. (al-Jauziyah, 1988: 206). Memaafkan (memberi maaf) adalah melepaskan hak, tidak menuntut balas, qishas atau denda. (al-Jauziyah, 1988: 232). Bila seseorang dicaci oleh orang lain, pada dasarnya ia mempunyai hak untuk membalas cacian itu. Akan tetapi karena mampu menahan diri, ia tidak membalasnya, maka ia disebut memaafkannya.&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan tugas, seorang konselor akan berhadapan dengan berbagai tipe konseli serta membawa masalah yang kompleks dan bervariasi. Tanpa kesabaran yang memadai, ia tidak akan mampu menghadapi baik ucapan maupun sikap dan perbuatan konselinya. Masalah dan problematika yang sedang dihadapi dapat membuat konseli kehilangan keseimbangan dalam berbicara, bersikap dan bertindak. Untuk itu semua sangat diperlukan kesabaran dan kemaafan konselor. Bahkan, kedua aspek akhlak ini menjadi syarat suatu proses konseling Islam.&lt;br /&gt;Apa yang diisyaratkan oleh Alquran di atas didukung oleh teori-teori konseling modern. Hal itu dapat dilihat dalam salah satu kode etik konselor bahwa dalam melaksanakan tugasnya membantu klien, kanselor harus memperlihatkan sifat-sifat sederhana, rendah hati, sabar, menepati janji, dapat dipercaya, sadar diri dan tidak boleh dogmatis. Di samping itu, konselor harus jujur, tertib, hormat, dan percaya pada paham hidup sehat. (Mappiare AT, 2004: 139).&lt;br /&gt;Dalam Alquran, kesabaran merupakan salah satu kriteria orang yang bertakwa (QS Al-Baqarah/2: 177) dan dapat mengantarkan seseorang kepada keberuntungan. (QS Ali Imran/3: 200).&lt;br /&gt;5. Ingin perbaikan&lt;br /&gt;Allah berfirman, Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan… (Hud/11: 88). Dalam ayat ini tergambar bahwa Syu’aib menginginkan perbaikan sikap dan perilaku kaumnya. Mereka tidak memiliki sikap yang benar tentang harta dan mengikuti apa yang telah disembah oleh orang tua mereka dulu.&lt;br /&gt;Selain itu, perbaikan yang dapat diperoleh dari proses konseling itu, bukan hanya untuk konseli semata, melainkan dapat pula untuk konselor sendiri. Hal ini terbukti dari proses konseling yang dilakukan oleh nabi Daud ketika dua orang yang mengaku bertengkar datang berkonsultasi kepanya.&lt;a href="http://bukhariumar59.blogspot.com/" name="_ftnref1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8684847663600686628#_ftn1" title=""&gt;&lt;span&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt; Dengan peristiwa ini, Nabi Daud menyadari akan kelemahannya. Masalah yang diajukan oleh konseli tersebut adalah masalahnya sendiri, lalu ia bertaubat kepada Allah. Dalam kasus seperti ini, konselor bukan hanya mengkonselingi kliennya, melainkan juga dirinya sendiri.&lt;br /&gt;6. Lemah lembut&lt;br /&gt;Dalam QS al-Fath/49: 29, Allah menyebutkan sifat-sifat Rasulullah SAW. dan orang-orang yang beriman, yaitu di antaranya: tegas terhadap orang kafir, kasih sayang terhadap sesama muslim, senantiasa beribadah dalam rangka mengharpkan karunia dan keridaan Allah. Dalam prakteknya, bukan hanya kepada sesama muslim, dengan ahli kitab, beliau juga menunjukkan sifat kasih sayang dengan sikap santun dalam berkomunikasi. Hal itu dibuktikan dalam satu hadis berikut ini.&lt;br /&gt;Aisyah meriwayatkan bahwa sekelompok Yahudi minta izin untuk menemui Rasulullah SAW. lalu mereka berkata kecelakaan untukmu. Lalu aku berkata “Bahkan untukmu kebinasaan dan kutuk Allah. Lalu Rasulullah SAW. berkata, Hai Aisyah, “Sesungguhnya Allah maha halus/lembut, mencintai kelemah-lembutan dalam semua urusan. (al-Bukhari, t.th.: juz 4, 2769).&lt;br /&gt;Jasa pelayanan konselor dibutuhkan oleh konseli yang memiliki penampilan yang bervariasi. Variasi tersebut dapat disebabkan oleh karakternya dan dapat pula karena pengaruh masalah yang melilitinya. Oleh karena itu, gaya komunikasinya berpotensi memancing emosi konselor. Di sini perlu diingat oleh konselor bahwa ia harus bersikap ramah dan lemah lembut. Bila sebaliknya, ia tidak akan sukses. Menurut Rasulullah SAW. , orang yang dihindari oleh orang lain karena kekasarannya merupakan orang yang paling jelek di sisi Allah. (Al-Bukhari, t.th., juz 4: 2476).&lt;br /&gt;7. Cermat&lt;br /&gt;Abi Hurairah meriwayatkan bahwa seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW. sedang ia dalam mesjid. Lalu ia menyeru, “Hai Rasulullah, saya telah berzina”. Rasul berpaling darinya. Lalu ia ulangi sampai empat kali, kemudian ia hadirkan saksi empat orang atas perbuatannya. Lalu Rasulullah memanggilnya dan bertanya, “Apakah engkau gila?” Ia menjawab, “Tidak”. Sabdanya, “Apakah engkau sudah kawin?” Ia menjawab, “Sudah”. Nabi bersabda, “Bawalah ia pergi dan rejamlah”. al-Bukhari, t.th. , juz 4: 2723).&lt;br /&gt;Dalam kasus ini terlihat bahwa Rasulullah SAW. bersifat cermat dan hati-hati. Kendatipun konseli sudah mengaku sendiri telah melakukan pelanggaran, namun beliau mempercayainya ketika yang bersangkutan berulang-ulang mengucapkan dan membawa saksi. Itu berarti bahwa konselor perlu mengumpulkan informasi yang benar, akurat dan lengkap tentang masalah yang dihadapi oleh konseli. Bila tidak cermat, konselor berpeluang memberikan terapi/solusi yang salah dan menimbulkan penyesalan.&lt;br /&gt;8. Memahami kondisi konseli&lt;br /&gt;Sifat memahami kondisi konseli dapat dilihat dalam firman Allah berikut ini. Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfa`at bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfa`atnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: "Yang lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir. (QS. Al-Baqarah/2: 219).&lt;br /&gt;Dalam menafsirkan ayat ini, M.Quraish Shihab mengemukakan bahwa ayat ini berisi isyarat yang kuat tentang keharaman khamar dan judi walaupun belum tegas. Selanjutnya dalam QS Annisa/4: 43, secara tegas Allah melarang mabuk tetapi itupun belum tuntas karena larangannya terbatas pada waktu-waktu menjelang shalat. Lalu dalam QS Al-Maidah/5: 90, Allah melarang tegas minum khamar untuk sepanjang waktu. (Shihab, Volume 1, 2000: 437)&lt;br /&gt;Alquran menggunakan azas metode mendidik bertahap. Azas ini diperlukan agar usaha pendidikan efektif. Minum khamar sudah menjadi kebiasaan turun temurun. Hal itu tidak mungkin ditinggalkan serta merta sekaligus, tetapi bertahap.&lt;br /&gt;Ayat di atas diawali dengan kata “yas’alūnaka” (mereka bertanya, berkonsultasi denganmu hai Muhammad). Ini merupakan petunjuk bagi Nabi (konselor) dalam melayani para sahabat (konseli) untuk mendapatkan informasi hukum tentang sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan mereka. Nabi disuruh oleh Allah menyampaikan secara bertahap keharaman khamar itu. Itu berarti bahwa Allah menyuruh Nabi memahami dan memperhatikan kondisi konseli dalam memberikan solusi dan menjawab pertanyaan yang diajukan.&lt;br /&gt;Bila konseling dilakukan terhadap orang yang mengalami masalah sehingga pengembangan potensinya tidak berjalan sebagaimana mestinya, maka konselor perlu ingat bahwa potensi dan kehidupan manusia akan berkembang secara bertahap. (QS al-Insyiqaq/84: 19). Dalam memberikan bantuan, konselor perlu pula memperhatikan tahap-tahap itu. Bila hal itu tidak diindahkan, ia akan mengalami kegagalan. Hal itu bisa dilakukan bila konselor memahami kondisi konseli.&lt;br /&gt;Akhlak seperti ini dapat dilihat pada diri Rasulullah SAW. Ketika menerima para sahabat berkonsultasi tentang masalah agama, Rasulullah memberikan jawaban yang bervariasi. Sahabat pernah bertanya tentang amal yang paling utama. Beliau menjawab, “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya”. (an-Naysaburi, t.th.: 89). Pada waktu yang lain, ada pula sahabat yang bertanya tentang masalah yang sama. Rasulullah SAW. menjawab, “Salat pada (awal) waktunya”. (al-Sijistani, t.th.: 69). Pertanyaan yang sama juga ditanyakan oleh sahabat pada kesempatan yang berbeda. Beliau menjawab, “panjang (lama) berdiri dalam salat”. (al-Sijistani, t.th.: 69). Selain itu, Nabi pernah menjawab bahwa amal yang paling utama adalah mengangkat (menjaharkan) suara ketika membaca talbiyah dan mengalirkan darah sembelihan haji. (al-Qazwiniy, t.th.: juz II: 975). Dengan demikian, masalah yang sama dikonsultasikan kepada Rasulullah SAW. mendapat jawaban yang berbeda.&lt;br /&gt;Riwayat yang bervariasi di atas dapat dipertanyakan, antara lain, mengapa beliau menjawab seperti itu? Apakah Nabi tidak konsisten dalam membimbing umatnya? Bila dilihat secara tekstual, orang mungkin mengatakan bahwa Nabi tidak konsisten. Akan perlu diingat bahwa hadis Nabi tidak selamanya harus dipahami secara demikian. Apalagi, ucapan beliau muncul dalam rangka menjawab pertanyaan. Sifat inkonsisten tidak layak dimiliki oleh Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;Perbedaan riwayat di atas lebih tepat bila dipahami bahwa Rasulullah menjawab pertanyaan sahabat setelah memahami kondisi yang sedang mengitari mereka. Perbedaan kondisi yang sedang menyertai sahabat mendorong Rasulullah SAW. untuk menjawab berbeda kendatipun secara redaksional, pertanyaannya sama.&lt;br /&gt;Dalam menanggulangi masalah, konselor perlu memahami kondisi konseli dan suasana yang meyebabkan masalah itu muncul. Tidak mustahil terjadi masalah yang sama karena penyebab yang berbeda. Bila ini terjadi, penyelesaiannya tentu tidak persisi sama.&lt;br /&gt;9. Mampu memegang amanah&lt;br /&gt;Dalam Alquran Allah berfirman, Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Hujurat/49: 12).&lt;br /&gt;Dalam menafsirkan ayat ini, Qurthubi mengemukakan bahwa Gībah adalah membicarakan orang lain dengan sesuatu yang ada/terjadi pada dirinya. (al-Burūsiy, t.th. 2003: 87). Pengertian ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW. Dalam hadis selain apa yang dibicarakan itu terdapat pada orang yang dibicarakan, ditambah dengan adanya unsur tidak disenangi oleh orang yang dibicarakan bila hal itu didengarnya, sebagaimana dapat dilihat dalam hadis berikut ini.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW. bertanya kepada sahabat, “Tahukah kalian, apa yang dimaksud dengan gibah?” Sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu”. Rasulullah SAW. bersabda, “Gibah adalah Anda membicarakan teman dengan sesuatu yang tidak disenanginya”. Sahabat bertanya, “Bagaimana bila yang saya bicarakan itu benar-benar ada pada temanku itu?” Rasulullah SAW. menjawab, “Jika sesuai dengan apa yang kamu bicarakan, itulah gibah, jika tidak, itu adalah kebohongan”. (HR Muslim dari Abi Hurairah). (An-Naysaburiy, Juz IV, t.th. 2001). Abdurrahim al-Mubarakfuri, dalam syarahnya mengemukakan bahwa gībah itu meliputi pembicaraan tentang kondisi badan, agama, dunia, diri, akhlak, harta, anak, orang tua, istri/suami, pembantu, pakaian, perjalanan, dan sebagainya. (al-Mubarakfuri, versi 2.00)&lt;br /&gt;Konselor, karena tugasnya, berpotensi untuk mengetahui berbagai kondisi konseli. Ada yang bersifat biasa dan ada pula yang rahasia. Ada yang boleh diketahui oleh publik tanpa menimbulkan masalah baik dari segi fisik maupun mental dan ada pula yang memalukan jika diketahui oleh orang banyak. Dalam hal ini, konselor harus dapat menjaga rahasia. Bila tidak, orang yang bermasalah akan enggan berkonsultasi dengan konselor, sehingga proses konseling tidak sampai terjadi, atau hubungan antara konselor dan konseli dapat terganggu. Kemampuan menjaga rahasia ini juga dituntut bagi konselor yang profesional. (Mappiare AT., 2004: 135).&lt;br /&gt;Rahasia konseli merupakan amanah bagi konselor. Ia tidak boleh membeberkannya kepada orang yang tidak berhak (berkepentingan). Bila hal itu dilakukannya berarti ia mengkhianatinya. Dalam suatu hadis, mengkhianati amanah adalah salah satu tanda munafiq (HR Bukhari dari Abi Hurairah). (Al-Bukhari, jilid I, t.th.: 22). Dengan demikian, menceritakan kondisi konseli yang termasuk kategori gībah di atas selain melanggar kode etik profesi konselor juga termasuk perilaku munafiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Penutup&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan konseling, konselor perlu memperhatikan faktor-faktor yang dapat menunjang dan menghalang keberhasilannya. Di antara faktor penunjang keberhasilan adalah akhlak yang mulia. Kapasitas intelektual dan penguasaan teknik yang memadai saja belum cukup bagi seorang konselor untuk mengantarkannya kepada kesuksesan. Demikian juga sebaliknya.&lt;br /&gt;Menurut ajaran Islam, setiap konselor itu harus memiliki akhlak mulia yang mencakup : keteladanan, kasih sayang, tawaduk, sabar, pemaaf, lemah lembut, ingin perbaikan, cermat, memahami kondisi konseling dan mampu memegang amanah serta menjaga rahasia. Sifat-sifat ini sangat urgen bagi konselor muslim.&lt;br /&gt;Penelitian ini belum mampu mengungkap secara tuntas aspek-aspek akhlak yang harus dimiliki oleh seorang konselor. Penulis berasumsi bahwa masih ada sisi lain yang perlu dikaji berdasarkan Alquran dan Hadis Nabi tentang kapasitas intelektual dan kualitas pribadi konselor untuk memperkaya khasanah konseling pendidikan Islam.[Bukhari Umar]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abd al-Baqi,Muhammad Fu’ad, al-Mu’jam al-Mufahras li Alfāz al-Qur’ān, Indonesia: Dahlan, t.th.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;Al-Aşfahaniy, al-Raghib, Mufradāt Alfāzh al-Qur’ān, Damsyiq: Dar al-Qalam, [t.th.] Juz 4&lt;br /&gt;AT, Andi Mappiare, Pengantar Konseling dan Psikoterapi, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2004, cet. ke-4&lt;br /&gt;Al-Bukhari, Abi Abdillah Muhammad ibn Ismail, Şahīh al-Bukhāriy, I, Indonesia: Dahlan, t.th.,&lt;br /&gt;al-Burūsiy, Ismā’īl Haqq ibn Muşţafa al-Hanafiy al-Khalwatiy, Rūh al-Bayān fī Tafsīr al-Qur’ān, juz 9, Beirut; Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1424 H = 2003 M&lt;br /&gt;Ad-Darimi, Abi Muhammad Abdullah ibn Bahram, Sunan ad-Dārimiy, juz I, Beirut: Dar al-Fikr, t.th&lt;br /&gt;Faqih, Ainur Rafiq, Bimbingan dan Konseling Islam, Jakarta: UII Press, 2001&lt;br /&gt;Al-Ghazali, Abu Hamid Muhammad Ibn Muhammad, Ihyā ’ulū m al-Dīn, al-Qahirah: al-Masyhad al-Husayn, [t.th], Juz 3&lt;br /&gt;Ibn Zakaria, Abi al-Husayn Ahmad Ibn al-Faris, Mu’jam Maqāyis al-Lugah, Mesir: Musthafa al-Babiy al-Halabiy wa Awladuh, 1389 H./ 1969 M., juz 1, Cet. ke-2&lt;br /&gt;Al-Jauziyah, Ibnu Qayyim, Madārijus Sālikīn Pendekatan Menuju Allah, Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 1988, cet. ke-1&lt;br /&gt;Jaya, Yahya, Bimbingan dan Konseling Agama Islam, Padang: Angkasa Raya, 2004, cet. ke-10&lt;br /&gt;Ma’luf, Louis, Qamus al Munjid, Beirut: al-Maktabah al-Katulikiyah, [t.th.]&lt;br /&gt;Al-Mubarakfuri, Abdurrahim, Tuhfah al-Ahważi bisyarh jāmi’ at-Tirmiżiy, dalam CD Proram Hadits “Mausu’ah al-Hadits asy-Syarif al-Kutub at-Tis’ah” versi 2.00.&lt;br /&gt;An-Naysaburiy, Abi al-Husayn Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyayriy, Şahīh Muslim, Juz I, Indonesia: Dahlan, t.th.&lt;br /&gt;Prayitno dan Erman Amti, Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling, Jakarta: Rineka Cipta, 2004, cet. ke-2&lt;br /&gt;Al-Qazwiniy, Al-Hafizh Abi Abdillah Muhammad ibn Yazid, Sunan Ibn Mājah, Juz I, Indonesia: Dahlan, t.th.&lt;br /&gt;Al-Qurţubi, Abu Abdillah bin Ahmad al-Anshari, al-Jāmi’ li Ahkām al-Qur’ān, Jilid 6, Kairo: Dar al-Sha’b, t.t., h. 5238&lt;br /&gt;Shihab, M. Quraish, Tafsir Al-Misbah Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Quran, Volume 1, Cet. ke-1, Jakarta: Lentara Hati, 1421/2000&lt;br /&gt;As-Sijistani, Abi Dawud Sulayman ibn al-Asy’asy, Sunan Abī Dāwūd, II, Indonesia, Dahlan, t.th..&lt;br /&gt;Sukardi, Dewa Ketut, Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2000&lt;br /&gt;Aţ-Ţabari, Imam Ibnu Jarir, Jāmi’ al-Bayān ‘an Ta’wīl Āy al-Qur’ān, Jilid 3, Beirut: Dar al-Fikr, 1415 H = 1995 M&lt;br /&gt;Aţ-Ţabaţaba’i, Muhammad Husayn, al-Mīzān fi Tafsīr al-Qur’ān, Jilid 16, Beirut: Muassasah al-A’lami li al-Mathlubat, 1411 H = 1991 M, h. 295&lt;br /&gt;At-Tirmiziy, Abi ‘Isa Muhammad bin Isa, Sunan al-Tirmiziy wa Huwa al-Jāmi’ al- Şahīh, Juz II, Indonesia: Dahlan, t.th.&lt;br /&gt;Ya’qub, Hamzah, Etika Islam Pembinaan Akhlaulkarimah (Suatu Pengantar), Bandung: CV Diponegoro, 1996, cet. ke-7&lt;br /&gt;Yunus, Abd al-Hamid, Dāirah al-Ma’ārif, (al-Qahirah: al-Sya’b, [t.th.], juz 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bukhariumar59.blogspot.com/" name="_ftn1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8684847663600686628#_ftnref1" title=""&gt;&lt;span&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;Masalah yang diajukan oleh kedua orang yang bertengkar adalah salah satunya memiliki istri sebanyak 99 orang dan yang lain hanya satu orang. Akan tetapi yang beristri 99 orang masih menginginkan agar temannya menyerahkan istrinya kepadanya. Lihat QS Shad/23: 21-24&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;sumber:&amp;nbsp; &lt;a href="http://bukhariumar59.blogspot.com/"&gt;klik di sini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-8215119450323880212?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/8215119450323880212/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/menggagas-konseling-islami-syarat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/8215119450323880212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/8215119450323880212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/menggagas-konseling-islami-syarat.html' title='Menggagas Konseling Islami: Syarat-Syarat Konselor'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-5062901946072628414</id><published>2011-09-29T12:10:00.004+07:00</published><updated>2011-09-29T12:10:48.525+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Smart Phones'/><title type='text'>Sony Ericsson Satio  Touch focus, geo-tagging, face and smile detection</title><content type='html'>			&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;img align="right" alt="Sony Ericsson Satio - Idou - Touch focus, geo-tagging, face and smile detection" src="http://re.or.id/share/sony-ericsson-satio-idou.jpg" /&gt;CPU : ARM Cortex A8 600 MHz, PowerVR SGX graphics&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Messaging : SMS, MMS, Email, IM&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Browser : WAP 2.0/HTML, RSS reader&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Radio : Stereo FM radio&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Games : Yes + downloadable&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Colors : Black, Silver, Bordeaux&lt;/li&gt;&lt;li&gt;GPS : Yes, with A-GPS support&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Display : Type : TFT touchscreen, 16M colors&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Size : 360 x 640 pixels, 3.5 inches Accelerometer sensor&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sound : Alert types : Vibration; Downloadable polyphonic, MP3, AAC ringtones&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Speakerphone : Yes&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memory : Phonebook : Practically unlimited entries and fields, Photocall&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Call records : Detailed, max 30 days&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Internal : 128 MB storage; 256 MB RAM&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Card slot : microSD, up to 32GB, 8GB included, buy memory&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Data : GPRS : Class 10 (4+1/3+2 slots), 32 - 48 kbps&lt;/li&gt;&lt;li&gt;EDGE : Class 10, 236.8 kbps&lt;/li&gt;&lt;li&gt;3G : HSDPA, 7.2 Mbps; HSUPA, 3.6 Mbps&lt;/li&gt;&lt;li&gt;WLAN : Wi-Fi 802.11 b/g, DLNA&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bluetooth : Yes, v2.0 with A2DP&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Infrared port : No&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;USB : Yes, v2.0&lt;span id="more-51"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Camera : Primary : 12 MP, 4000 x 3000 pixels, autofocus, xenon flash, video LED flash&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Features : Touch focus, geo-tagging, face and smile detection&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Video : Yes, VGA@30fps&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Secondary : VGA videocall camera&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Features : OS : Symbian Series 60, 5th edition&lt;/li&gt;&lt;li&gt;General : 2G Network : GSM 850 / 900 / 1800 / 1900&lt;/li&gt;&lt;li&gt;3G Network : HSDPA 900 / 2100 HSDPA 850 / 1900 / 2100 - Satio(a) for the Americas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Announced : 2009, February&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Status : Available. Released 2009, October&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Size : Dimensions : 112 x 55 x 13 mm&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Weight : 126 g&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Java : Yes, MIDP 2.0 Google maps, WMV/RV/MP4/3GP video player, MP3/WMA/WAV/RA/AAC/M4A music player, Organizer, Gesture control&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-5062901946072628414?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/5062901946072628414/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/sony-ericsson-satio-touch-focus-geo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/5062901946072628414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/5062901946072628414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/sony-ericsson-satio-touch-focus-geo.html' title='Sony Ericsson Satio  Touch focus, geo-tagging, face and smile detection'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-1666753633968034094</id><published>2011-09-29T12:05:00.003+07:00</published><updated>2011-09-29T12:05:49.796+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Smart Phones'/><title type='text'>Nokia X6 - HSDPA - Handwriting Recognition</title><content type='html'>			&lt;img align="left" alt="Nokia X6 - HSDPA 900 / 1900 / 2100" src="http://re.or.id/share/nokia-x6-tft-capacitive-touchscree.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bluetooth : Yes, v2.0 with A2DP&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Infrared port : No&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Secondary : Yes, QCIF@15fps&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Features : OS : Symbian OS v9.4, Series 60 rel. 5&lt;/li&gt;&lt;li&gt;CPU : ARM 11 434 MHz processor&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Messaging : SMS, MMS, Email, Instant Messaging&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Browser : WAP 2.0/xHTML, HTML, RSS feeds&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Radio : Stereo FM radio with RDS&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Games : Spore, D Mix Tour, Asphalt4 + downloadable&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Colors : Blue on White, Red on Black&lt;/li&gt;&lt;li&gt;GPS : Yes, with A-GPS support; Ovi Maps 3.0&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Status : Available. Released 2009, December&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Size : Dimensions : 111 x 51 x 13.8 mm&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Speakerphone : Yes, with stereo speakers : - 3.5 mm audio jack&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memory : Phonebook : Practically unlimited entries and fields, Photocall&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Call records : Detailed, max 30 days&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Internal : 32GB storage, 128 MB RAM&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Card slot : No&lt;/li&gt;&lt;li&gt;USB : Yes, v2.0 microUSB&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Camera : Primary : 5 MP, 2592×1944 pixels, Carl Zeiss optics, autofocus, Dual LED flash, video light&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Features : Geo-tagging&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Video : Yes, VGA@30fps&lt;/li&gt;&lt;li&gt;General : 2G Network : GSM 850 / 900 / 1800 / 1900&lt;span id="more-54"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;3G Network : HSDPA 900 / 1900 / 2100 - excl. Lat. America &amp;amp; Brazil&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Announced : 2009, September&lt;/li&gt;&lt;li&gt;WLAN : Wi-Fi 802.11 b/g, UPnP technology&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Weight : 122 g&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Display : Type : TFT capacitive touchscreen, 16M colors&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Size : 360 x 640 pixels, 3.2 inches&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Java : Yes, MIDP 2.1WMV/RV/MP4/3GP video player, MP3/WMA/WAV/RA/AAC/M4A music player, Document viewer (Word, Excel, PowerPoint), Organizer, Photo editor, Voice command/dial, TV-out, Flash Lite 3.0, T9&lt;/li&gt;&lt;li&gt; : - Proximity sensor for auto turn-off, Accelerometer sensor for auto-rotate, Handwriting recognition, Scratch-resistant glass surface&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sound : Alert types : Vibration; Downloadable polyphonic, MP3 ringtones&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Data : GPRS : Class 32&lt;/li&gt;&lt;li&gt;EDGE : Class 32&lt;/li&gt;&lt;li&gt;3G : HSDPA, 3.6 Mbps&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-1666753633968034094?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/1666753633968034094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/nokia-x6-hsdpa-handwriting-recognition.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/1666753633968034094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/1666753633968034094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/nokia-x6-hsdpa-handwriting-recognition.html' title='Nokia X6 - HSDPA - Handwriting Recognition'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-2359338610889603972</id><published>2011-09-29T12:03:00.001+07:00</published><updated>2011-09-29T12:04:00.998+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Smart Phones'/><title type='text'>HTC Google Nexus One - HSDPA AMOLED Capacitive Touchscreen</title><content type='html'>			&lt;img align="right" alt="HTC Google Nexus One" src="http://re.or.id/share/htc-google-nexus-one.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;General&lt;/strong&gt; 2G NetworkGSM 850 / 900 / 1800 / 1900&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;3G&lt;/strong&gt; HSDPA 7.2 Mbps; HSUPA, 5.76 Mbps&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;WLAN&lt;/strong&gt; Wi-Fi 802.11 a/b/g/n&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Bluetooth&lt;/strong&gt; Yes, v2.1 with A2DP&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Infrared port&lt;/strong&gt; No&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Browser&lt;/strong&gt; HTML&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Radio&lt;/strong&gt; Stereo FM radio with RDS&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Games&lt;/strong&gt; Yes + downloadable&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;3G Network&lt;/strong&gt; HSDPA 900 / 2100 / 1700&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;USB&lt;/strong&gt; Yes, microUSB v2.0&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Camera&lt;/strong&gt; Primary5 MP, 2560?1920 pixels, autofocus, LED flash&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Features&lt;/strong&gt; Smile detection, geo-tagging&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Video&lt;/strong&gt; Yes&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Features&lt;/strong&gt; OSAndroid OS, v2.1&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;CPU&lt;/strong&gt; Qualcomm Snapdragon QSD8250 1 GHz processor&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Messaging&lt;/strong&gt; SMS(threaded view), MMS, Email, Push Email, IM&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Call records&lt;/strong&gt; Practically unlimited&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Internal&lt;/strong&gt; 512MB RAM, 512MB ROM&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Card slot&lt;/strong&gt; microSD (TransFlash) up to 32GB, 4GB included, buy memory&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Data&lt;/strong&gt; GPRSClass 10 (4+1/3+2 slots), 32 - 48 kbps&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;EDGE&lt;/strong&gt; Class 10, 236.8 kbps&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Announced&lt;/strong&gt; Exp. announcement 2010,January&lt;span id="more-56"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Status&lt;/strong&gt; Rumored. Exp. release 2010, 1Q&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Size&lt;/strong&gt; Dimensions119 x 59.8 x 11.5 mm&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Weight&lt;/strong&gt; 130 g&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Display&lt;/strong&gt; TypeAMOLED capacitive touchscreen&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Size&lt;/strong&gt; 480 x 854 pixels, 3.7 inches, Multi-touch input method, Accelerometer sensor, Proximity sensor for auto turn-off&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Sound&lt;/strong&gt; Alert typesVibration, MP3 ringtones&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Speakerphone&lt;/strong&gt; Yes, 3.5 mm audio jack&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Memory&lt;/strong&gt; PhonebookPractically unlimited entries and fields, Photocall&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Colors&lt;/strong&gt; Balck&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;GPS&lt;/strong&gt; Yes, with A-GPS support&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Java&lt;/strong&gt; Yes, MIDP 2.0 Noise cancellation with dedicated microphone, Digital compass, Dedicated search key, Google Search, Maps, Gmail, YouTube, Google Talk, Picasa integration, MP3/eAAC+/WAV/WMA9 player, MP4/H.263/H.264/WMV9 player, Voice memo&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-2359338610889603972?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/2359338610889603972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/htc-google-nexus-one-hsdpa-amoled.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/2359338610889603972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/2359338610889603972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/htc-google-nexus-one-hsdpa-amoled.html' title='HTC Google Nexus One - HSDPA AMOLED Capacitive Touchscreen'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-9028277743312399745</id><published>2011-09-27T21:51:00.002+07:00</published><updated>2011-09-27T21:51:20.694+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komentar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Muhammad Saw, dan Dasar pendidikan</title><content type='html'>&lt;i&gt;&lt;b&gt;Riwayat net-&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; Nabi MUhammad Saw adalah Nabi terakhir yang mengemban tugas mendidika manusi agar berakhlak mulia.&amp;nbsp; mendidik manusia agar mempunyain kahlak yang baik di sisi Tuhannya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;tidak heran jika semua pesan-pesan yang disampaikan oleh Rasul Allah tersebut mengandung berbagai pelajaran yang berharga bagi kehidupan manusia ke arah yangv lebaih baik.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;tentunya hal ini menjadi makin berarti tatkala umatnay menyambutnya dengan antusias dan melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;bukti bahwa Muhammad SAw berperan penting dalam upaya mengentaskan manusia dari buta huruf dan kebodohan, adalah dengan diberinya Muhammad SAw wahyu pertama yang menyuruh umat manusia untuk mermbaca. dengan membaca manusia akan mampu memberi ati bagi kehidupannnya di dunia ini dan di akherat kelak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-9028277743312399745?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/9028277743312399745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/muhammad-saw-dan-dasar-pendidikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/9028277743312399745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/9028277743312399745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/muhammad-saw-dan-dasar-pendidikan.html' title='Muhammad Saw, dan Dasar pendidikan'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-4772593962834571647</id><published>2011-09-27T21:45:00.002+07:00</published><updated>2011-09-27T21:45:24.787+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>pendidikan kecerdasan emosional menurut hadis</title><content type='html'>&lt;i&gt;&lt;b&gt;Riwayat. net-&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; kecerdasan emosional pertama kali dikemukakan oleh Psikolog Peter Salovey, Salovey dan Mayer menyatakan bahwa kecerdasan emosional adalah himpunan bagian dari kecerdasan sosial yang melihat kemampuan memantau perasaan sosial yang melibatkan kemampuan pada orang lain.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;sedangkan goleman mendefinisikan emosi dengan perasaan dan pikiran-pikiran khasnya , suatu keadaan biologis dan psikologis serta serangkaian kecenderungan untuk berbuat. Crow and Crow mendefinisikan emosi dengan suatu keadaan yang mempengaruhi dan menyertai penyesuaian dalam diri secara umum.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;dalam hadis dinyatakan bahwa orang yang kuat bukanlah orang yang pandai bergulat, akan tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan marah.(HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&amp;nbsp;ketika seseorang mampu menahan marah maka Allah akan memberikan kepadanya keamanan danb keimanan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-4772593962834571647?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/4772593962834571647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/pendidikan-kecerdasan-emosional-menurut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/4772593962834571647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/4772593962834571647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/pendidikan-kecerdasan-emosional-menurut.html' title='pendidikan kecerdasan emosional menurut hadis'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-5447223669342806718</id><published>2011-09-27T21:34:00.001+07:00</published><updated>2011-09-27T21:34:10.278+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>materi Pendidikan dan Ketakwaan menurut hadis</title><content type='html'>&lt;i&gt;&lt;b&gt;Riwayat.Web.Id&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;-materi pendidikan dan ketakwaan penting dalam kehidupann siswa. karena dengan adanya materi tersebut siswa akan tertolong untuk selalu berbuat baik. adanya materi kkeimanan dan ketakwaan memberi kesan bahwa dalam pendidikan peserta didik membutuhkan materi tersebut dalam upaya memperkaya diri tentang keimanan dan ketakwaan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;mengenai pendidikan ketakwaan sudah ada dalam alQuran dan hadis yang kesemua itu membutuhkan penggalian dan pendalaman. sehingga materi yang sudah ada dalam al-Quran dan hadis dapat dimanfaatkan dengan baik.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;jika materi pendidikan ketakwaan dan keimanan tidak dianalisis dan di berdayakan dengan baik, maka hal itu hanya akan menjadi onggokan yang tidak mempunyai manfaat bagi kehidupan peserta didik. untuk itu perlu upaya pengkajian secara mendalam terhadap sinyal-sinyal pendidikan keimanana dan ketakwaan yang ada dalam al-Quran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-5447223669342806718?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/5447223669342806718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/materi-pendidikan-dan-ketakwaan-menurut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/5447223669342806718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/5447223669342806718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/materi-pendidikan-dan-ketakwaan-menurut.html' title='materi Pendidikan dan Ketakwaan menurut hadis'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-8384508792267375601</id><published>2011-09-23T14:37:00.003+07:00</published><updated>2011-09-23T14:37:49.728+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Health'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Education'/><title type='text'>Believe It or Not, Lots of Attention Makes a Child Weak</title><content type='html'>&lt;div id="article-body"&gt;			&lt;div id="article-content"&gt;				riwayat net-A Deeper Look at Personality Styles in Parenting...&lt;br /&gt;Recently, I talked with John, a very frustrated dad. He described a recurring incident with his six-year-old son, Aaron, that just made him want to climb the walls.&lt;br /&gt;This particular afternoon, Aaron and his friend, Suzanne, were playing at her house. When Suzanne's dad came home, he told the kids that he'd take them to McDonald's. Aaron's mom, Rachel, said she couldn't go. Since everybody involved knew that Aaron wouldn't go without one of his parents that meant he'd have to ask his dad.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Although Aaron is only six, he already understands that he can get pretty much whatever he wants from his mom or dad if he just uses some of his favorite manipulations. He started crying on the walk across the street.&lt;br /&gt;John heard Aaron's wailing before the front door opened. Aaron ran into the living room and threw himself on the floor. John asked Aaron twice, what was wrong. At that point Rachel mentioned the invitation.&lt;br /&gt;John said: "Aaron, talk to me." Aaron cried harder. John told him to ask or they wouldn't go anywhere. Aaron hushed himself to a snuffle but wouldn't talk. The stalemate continued until finally, John said, "Okay, Buddy, we can go."&lt;br /&gt;What's Wrong With This Scene?&lt;br /&gt;Aaron got exactly what he wanted using manipulation: the crying. Or, put differently, even though Aaron's behavior wasn't responsible, he had the power over his dad. John not only did all the talking but he even reinforced Aaron's manipulative behavior by "giving in."&lt;br /&gt;Look at the process between John, Rachel and Aaron.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Aaron created an unnecessary scene that made everyone uncomfortable, including Suzanne and her dad.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;John tried questioning, coaxing and, finally, threatening Aaron.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aaron ignored him.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;In the end, John, not wanting to disappoint his son, assured Aaron that, yes, they could go to McDonald's. John is a really Pleasing parent.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Both parents realize that the way they're behaving isn't helping Aaron to develop cooperation and responsibility; they admit to being confused. They give in because they don't know what else to do. Aaron is indeed a powerful kid; he has trained his parents to serve him.&lt;br /&gt;Solutions.&lt;br /&gt;John and Rachel need to understand their son better. They both feel a lot of anxiety when Aaron cries or screams or throws himself on the floor or runs away. But eventually, they feel impatient, frustrated and angry. Nothing they try "works." Why?&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;They both think if they talk to Aaron and explain what they expect, that will "work." No! Aaron already knows what his parents want; they've each told him many times in many different situations. Aaron doesn't care about what they want; he's focused on getting what he wants.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aaron gets a feeling of power when he "wins." And, Aaron knows (senses) UNconsciously that his parents want to be generous and give him what he wants. They love him and want him to be happy. So, he just has to "hold out" long enough to get it.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;How do these parents turn this situation around? John and Rachel:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;must step back and stop talking. Aaron already knows how he should ask. He doesn't need teaching.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;stand firm and calm when Aaron tries his variety of manipulative behaviors,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;refuse to acknowledge his tantrums. In others words, refuse to "pay off" any manipulative behaviors,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;embrace the idea of consequences. Give Aaron the choice of a time-out chair or his room until he decides to do the right thing.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;learn to say "No" in a friendly but firm way and mean it.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;It's true that most people, not only children but also adults, will stop behavior that isn't rewarded. They reason, usually UNconsciously, that if what they're doing isn't getting results, it isn't worth the effort. Aaron's a smart kid, as most are, and will eventually see that he gets more "goodies" when he behaves appropriately. Or, at least he gets fewer uncomfortable consequences. Then, John and Rachel can reward "good" behavior. The household won't be in chaos as it is now.&lt;br /&gt;Parents, don't be discouraged if this takes a while. If you do it in a confident, "take charge" but calm, kind and friendly way, your child will eventually come along. Just keep your eyes on the end goal: cooperation and peaceful relationships.&lt;br /&gt;Big Thoughts In This Article.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Parents, when children manipulate, they generally either want Attention or Power, sometimes both. Decide to deal with that desire instead of whatever they're asking to do or asking to get out of. Don't give attention; back out of power struggles.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Speak less. Chances are very high that your child already knows what you want. You've probably said it over and over..&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Understand that children are very clever and persistent about getting their way. Don't respond.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;When you give consequences, give choices. That gives the child power to decide what his consequence will be. It shows respect and fairness.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Stick to it. It should work over time. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;All the best until next time,&lt;br /&gt;Joan&lt;br /&gt;			&lt;/div&gt;&lt;div id="article-resource"&gt;				Joan Chamberlain is an author, therapist, and life coach with over 30 years of experience helping adults, couples, and teens. She has a Bachelor's degree in Business and Finance, a Bachelor's in education, and a Masters in individuals, couples, and family counseling. Her book, Smart Relationships, has helped many people achieve the self-awareness needed to see themselves honestly. Its wisdom has helped them work toward improving their relationships with themselves, their friends, and their families.&lt;br /&gt;To learn more about the ideas and concepts presented in her articles, please peruse her website:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.joanchamberlain.com/" target="_new"&gt;http://www.joanchamberlain.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;			&lt;/div&gt;Article Source:				&lt;a href="http://ezinearticles.com/?expert=Joan_Chamberlain"&gt;http://EzineArticles.com/?expert=Joan_Chamberlain&lt;/a&gt;			&lt;br /&gt;							&lt;/div&gt;&lt;div style="overflow: hidden;"&gt;&lt;br /&gt;Article Source: http://EzineArticles.com/6576655&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-8384508792267375601?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/8384508792267375601/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/believe-it-or-not-lots-of-attention.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/8384508792267375601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/8384508792267375601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/believe-it-or-not-lots-of-attention.html' title='Believe It or Not, Lots of Attention Makes a Child Weak'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-1214382438191359707</id><published>2011-09-22T09:51:00.000+07:00</published><updated>2011-09-22T16:39:54.709+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HADIS'/><title type='text'>Tahajjud 2</title><content type='html'>Yahya related to me from Malik from Yahya ibn Said from Muhammad ibn Yahya ibn Habban from Ibn Muhayriz that a man from the Kinana tribe called al-Mukhdaji heard a man in Syria known as Abu Muhammad saying, "The witr is obligatory (fard)." Al-Mukhdaji said, "I went to Ubada ibn as-Samit and presented myself to him as he was going to the mosque, and told him what Abu Muhammad had said. Ubada said that Abu Muhammad had lied and that he had heard the Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, say, 'Allah the Majestic and Mighty has written five prayers for mankind, and whoever does them and does not waste anything of them by making light of what is due to them, there is a pact for him with Allah that He will admit him into the Garden.Whoever does not do them, there is no pact for him with Allah. If He wishes, He punishes him, and if He wishes, He admits him into the Garden.' " &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-1214382438191359707?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/1214382438191359707/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/thajjud-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/1214382438191359707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/1214382438191359707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/thajjud-2.html' title='Tahajjud 2'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-8963916441325683723</id><published>2011-09-22T09:50:00.000+07:00</published><updated>2011-09-22T09:50:19.125+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HADIS'/><title type='text'>Tahajjud</title><content type='html'>Riwayat. Net-Yahya related to me from Malik from Makhrama ibn Sulayman from Kurayb, the mawla of Ibn Abbas, that Abdullah ibn Abbas told him that he had spent a night at the house of Maimuna, the wife of the Prophet, may Allah bless him and grant him peace, who was also Ibn Abbas' mother's sister. Ibn Abbas said, "I lay down with my head on the breadth of the cushion, and the Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, and his wife lay down with their heads on its length. The Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, slept, until, halfway through the night or a little before or after it, he awoke and sat up and wiped the sleep away from his face with his hand. Then he recited the last ten ayats of sura Ali Imran (Sura3). Then he got up and went over to a water-skin which was hanging up and did wudu from it, doing his wudu thoroughly, and then he stood in prayer." &lt;br /&gt;Ibn Abbas continued, "I stood up and did the same and then went and stood by his side. The Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, put his right hand on my head and took my right ear and tweaked it. He prayed two rakas, then two rakas, then two rakas, then two rakas, then two rakas, then two rakas, and then prayed an odd raka. Then he lay down until the muadhdhin came to him, and then prayed two quick rakas, and went out and prayed subh ." &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-8963916441325683723?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/8963916441325683723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/tahajjud.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/8963916441325683723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/8963916441325683723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/tahajjud.html' title='Tahajjud'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-25794961614974756</id><published>2011-09-19T20:08:00.000+07:00</published><updated>2011-09-22T16:32:04.698+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'>KEKUATAN DAN ORGANISASI</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Telah diakui bahwa jika sebuah organisasi dianggap sebagai &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;organisasi terbuka  biasanya &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; dipengaruhi oleh lingkungannya. Untuk penelitian contoh tentang desentralisasi di Malawi (Nsaliwa dan Ratsoy, 1998) menunjukkan bahwa meskipun reformasi, kontrol atas keputusan pendidikan banyak masih dianggap di tingkat Departemen, meskipun kepala sekolah juga terlihat memiliki kontrol dalam berbagai jenis keputusan. Sejauh mana kekuasaan diserahkan sangat bervariasi dan ada banyak negara di mana pendidikan dikontrol ketat dari pusat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; Korea Selatan, dengan warisan yang kolonial dan pasca-kolonial adalah salah satu contohnya. Dalam studi demokrasi dan pendidikan hak asasi manusia di negara itu, Kang (2002, p.322) menyatakan bahwa: Sekolah Korea baik umum atau pribadi yang didanai, tapi semua tunduk pada kendali pemerintah. Tidak ada sekolah dapat memutuskan jenis pendidikan yang ditawarkan. Semua guru harus mengikuti pedoman pengajaran nasional. Mereka tidak dapat memutuskan apa atau bagaimana mengajar.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Masalah distribusi kekuasaan antara tingkat nasional, regional dan institusional&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; yang &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;mana kekuasaan beroperasi dan didistribusikan dalam sebuah organisasi pendidikan. Namun, bagian daya juga akan mencakup pertimbangan singkat tentang hubungan kekuasaan dengan isu-isu ekuitas terutama dalam hal implikasi bagi para pemimpin pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Salah satu diferensiasi yang berguna jenis kekuasaan adalah bahwa dari Hales (1997) yang melihat kekuasaan sebagai:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;fisik daya sumber daya;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;kekuatan ekonomi sumber daya;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;kekuatan sumber daya pengetahuan, termasuk pengetahuan administrasi tentang bagaimana lembaga bekerja, atau pengetahuan teknis berkaitan dengan bagaimana tugas dilakukan;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;normatif sumber daya listrik, misalnya, kualitas pribadi, atau 'aura kantor' (Hales, 1997, hal.25)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cukup daftar serupa membedakan sumber daya dikutip oleh Hoyle (1986, p.74):&lt;br /&gt; struktural: kekuasaan sebagai milik kantor seseorang atau posisi struktural;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pertama, &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kepribadian: listrik sebagai fungsi dari karakteristik pribadi, seperti karisma atau kualitas kepemimpinan;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; Kedua, &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Keahlian: listrik sebagai fungsi dari pengetahuan khusus atau keahlian atau akses ke informasi;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; Ketiga, &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;kesempatan: listrik sebagai fungsi dari hunian peran yang bahkan meskipun mereka mungkin peringkat rendah dalam hirarki, memberikan kesempatan untuk mengerahkan daya melalui kontrol informasi, atau tugas utama organisasi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Hal ini berguna untuk membedakan kekuasaan sebagai sebuah konsep, dari dua konsep terkait kekuasaan dan pengaruh. Power over-melengkung, tetapi kewenangan berkaitan dengan hak hukum atau hukum untuk mengerahkan kekuatan, pengaruh sementara berhubungan dengan kekuatan yang lebih informal bahwa individu mungkin. Di sekolah misalnya, kepala sekolah atau kepala sekolah dapat melaksanakan kekuasaan dengan otoritas karena status nya, sementara anggota individu staf dapat melaksanakan aspek yang lebih tidak resmi kekuasaan yang-mempengaruhi, yang dapat dikaitkan dengan karisma pribadi. Pemahaman kita tentang analisis kekuasaan dan otoritas didasarkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kekuatan fisik tidak mungkin unsur dalam manajemen dan kepemimpinan sekolah oleh kepala sekolah atau kepala sekolah, tetapi kepala mungkin memiliki kekuatan ekonomi, terutama jika devolusi keuangan telah terjadi. Pengetahuan dan keahlian dalam kaitannya dengan hal-hal profesional dan keterampilan manajemen kemungkinan akan di tangan kepala / pokok. Tidak semua kepala / kepala sekolah akan selalu memiliki kekuasaan atau kekuatan melalui karisma kepribadian, tetapi sangat mungkin bahwa mereka bisa melakukannya. Sebuah konseptualisasi terakhir kekuasaan telah dibedakan ide-ide dari 'kekuasaan dengan' dan 'kekuasaan atas'. Hal ini&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;diferensiasi telah diartikulasikan terutama dalam kaitannya dengan cara bahwa perempuan menggunakan kekuatan. Sebagai contoh dalam hal ini deskripsi dari suatu kepala sekolah wanita Australia:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Namun dia tidak merasa nyaman dengan gagasan memiliki kekuasaan atas orang lain. Kekuasaan adalah 'cara laki-laki melakukan sesuatu', dan profesional dan etis dipertanyakan. Dia mendefinisikan kembali kekuatannya sebagai kekuatan melalui dan dengan orang lain-bersama kepemimpinan-'being di pusat jari-jari roda daripada di depan menarik gerobak '. (Blackmore, 1999, pp.160-161.)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Seorang kepala sekolah / kepala sekolah adalah memimpin kelompok profesional. Meskipun kepala sekolah memiliki kewenangan, mereka mungkin memutuskan untuk menyerahkan sebagian dari kekuasaan mereka dan berbagi dengan guru-guru di sekolah secara kolegial (kekuasaan dengan), atau mereka dapat beroperasi dalam struktur hirarki yang lebih formal di mana mereka berada di atas dan lain tunduk pada aturan dan peraturan yang dipaksakan dari atas. Atau, kekuasaan dalam bentuk pengaruh dapat berarti kekuasaan yang dilakukan secara tidak resmi dengan cara mikro-politik.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bagian berikut prihatin dengan tiga model pelaksanaan kekuasaan. Namun, mereka tidak ada secara independen dan biasanya mungkin untuk mengidentifikasi elemen-elemen dari semua tiga: kolegialitas, birokrasi dan politik mikro operasi berdampingan, meskipun satu gaya mungkin mendominasi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-25794961614974756?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/25794961614974756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/kekuatan-dan-organisasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/25794961614974756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/25794961614974756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/kekuatan-dan-organisasi.html' title='KEKUATAN DAN ORGANISASI'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-1025595754215434770</id><published>2011-09-19T20:02:00.001+07:00</published><updated>2011-09-22T16:32:25.801+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'>Apa itu Organisasi?</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sejauh ini dalam buku ini berkaitan dengan konsep teoritis &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;kepemimpinan &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;dan aspek kebudayaan nasional&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; yang lebih luas&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;. Anda telah terlibat dengan fakta bahwa&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;kepemimpinan dan manajemen harus dipertimbangkan dalam konteks dari berbagai&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;nasional budaya. Fokus sekarang beralih ke organisasi, untuk melihat kepemimpinan dan&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;manajemen terutama dalam konteks kelembagaan.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam sebuah organisasi seperti sekolah (unit) ada tingkat (sub-unit), misalnya berangkat&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;pemerintah daerah dan kelas, dan di luar unit ada struktur organisasi yang lebih besar berkaitan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; dengan &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;daerah dan pemerintah nasional. Ada juga anak tingkat atau subunit dalam organisasi pendidikan regional atau nasional.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sekolah atau perguruan tinggi dapat dilihat sebagai sistem dengan tingkat: individu;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; pertemuan tim&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;kelompok-mengintegrasikan antar-departemen pekerjaan tim sehingga mereka memiliki&lt;br /&gt;komitmen untuk seluruh;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;tingkat organisasi yang menetapkan unit di lingkungan sendiri eksternal.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;(Tuohy dan Coghlan, 1997, p.66)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Keempat tingkat saling mengunci sistem dengan tingkat masing-masing memiliki efek pada lainnyatingkat dan organisasi secara keseluruhan. Sebagai contoh, seorang individu yang bahagia danberpotensi diandalkan mungkin memiliki dampak pada pengembangan tim, yang pada gilirannya dapat menyebabkan kesulitan dalam koordinasi tim dan berkontribusi pada iklim negatif dalamorganisasi sebagai keseluruhan. Ini mirip untuk melihat seluruh organisasi sebagai suatu sistemdan ini cara memandang seluruh organisasi sebagai suatu sistem, atau 'sistem berpikir'&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Senge (1990) menyebutnya, merupakan konsep penting bagi manajer dan pemimpin pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Organisasi terlihat dalam cara ini adalah sistem yang kompleks dengan antar-subsistem yang berkaitandan arus informasi melalui organisasi akan berdampak pada cara&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;individu beroperasi.Beberapa organisasi mungkin lebih kohesif daripada yang lain. Weick (1976) mengembangkan&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;ide 'longgar digabungkan' sistem, dan ide ini cocok untuk sekolah dan perguruan tinggi, misalnya, staf dapat beroperasi dalam departemen sesuai dengan profesor merekanorma professional, dan departemen kemudian membuat koleksi longgar subsistem&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;dalam organisasi secara keseluruhan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam cara seperti sekolah berpikir atau perguruan tinggi pada dasarnya digambarkan sebagai fungsional danrasional sistem dengan tujuan. Sebuah perspektif kritis alternatif adalah bahwa konflikPendekatan melihat organisasi termasuk sekolah dan perguruan tinggi berdasarkan bertentangankepentingan yang hanya dapat diatasi dengan latihan kekuatan. Konflik dapat&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;internal, atau dapat berhubungan dengan respon terhadap tuntutan eksternal seperti pembebanan&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;tabel kinerja sekolah.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sebuah sikap filosofis radikal menolak pentingnya organisasi atau sistem&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;seluruhnya dan menekankan pentingnya individu, mengambil pandangan bahwa tidak ada&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;realitas sosial tunggal, hanya pandangan individu sehingga realitas tertentu&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;sekolah Anda akan berbeda dari realitas yang dirasakan oleh saya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; Pandangan ini harus&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;kontras dengan reifikasi potensi sistem. Sebagai contoh, beberapa&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;perawatan&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;konsep organisasi belajar atribut itu semacam realitas 'obyektif' darinya sendiri daripada melihat itu terdiri dari realitas subjektif orang-orang yang&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;merupakan anggotanya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Fitur organisasi terbuka&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Hanna (1997) mengacu pada organisasi sebagai sistem terbuka yang dapat bereaksi dengan cara yang berbeda&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;dengan lingkungan mereka yang lebih besar. Ia melihat organisasi sebagai memiliki berikut:&lt;br /&gt;1. batas (yang 'memungkinkan untuk bukaan ke sistem yang lebih luas);&lt;br /&gt;2. tujuan / sasaran;&lt;br /&gt;3. input seperti uang dan orang;&lt;br /&gt;4. transformasi atau throughput sebagai input berubah melalui pekerjaan&lt;br /&gt;dilakukan;&lt;br /&gt;5. output atau produk;&lt;br /&gt;6. umpan balik;&lt;br /&gt;7. lingkungan, dengan mana organisasi berinteraksi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Batas ini mungkin tampak jelas bahwa ada batas-batas untuk sebuah perguruan tinggi, sekolah atau&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;universitas, namun batas-batas fisik dari institusi pendidikan sekarang ditantang&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;dengan pembukaan pendidikan untuk mencakup pembelajaran seumur hidup, dan ide tentang&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;pembelajaran masyarakat. Cara-cara baru dalam memandang pendidikan memiliki implikasi untuk&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;ada struktur dan menimbulkan pertanyaan tentang orang-orang yang mungkin muncul di masa depan.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Gagasan bahwa belajar hanya terjadi di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi harus ditantang: untuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Gagasan bahwa belajar hanya terjadi di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi harus ditantang: untuk&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Misalnya, belajar tentu tidak terjadi di rumah dan di tempat kerja. Orangtua dan lainnya, anggota masyarakat memiliki peran dalam mendidik  Seorang mahasiswa tidak memiliki ditempatkan secara fisik  dalam sebuah bangunan tertentu yang ditunjuk sebagai sekolah atau universitas untuk menjadi murid.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Secara khusus, pengembangan informasi&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;teknologi dan pembelajaran yang fleksibel dan jarak, apakah pertanyaan sifat tradisional&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;sekolah dan perguruan tinggi bahkan menantang relevansi perbatasan nasional, setidaknya untuk&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;siswa dalam pendidikan tinggi.&lt;br /&gt;Masalah batas juga memiliki implikasi bagi status dan peran orang-orang&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;yang berhubungan dengan lembaga. Dalam hal suatu sekolah atau perguruan tinggi, yang dalam terikat&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Aries dan yang berada di luar? Jika Anda berpikir dari berbagai pihak: mahasiswa; guru;&lt;br /&gt;staf pendukung; orang tua; gubernur, itu adalah jelas bahwa siswa, guru dan staf pendukung yang di dalam batas-batas, tetapi di mana orang tua dan gubernur ditempatkan? Apakah mereka di dalam,&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;luar atau benar-benar pada batas?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tujuan / sasaran Semua organisasi memiliki tujuan atau tujuan bahkan jika ini tidak diartikulasikan.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Banyak organisasi pendidikan, sekolah, perguruan tinggi dan departemen pendidikan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;yang telah mempunyai tujuan &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; ditulis sebagai pernyataan misi, misalnya pernyataan tujuan Dinas Pendidikan di Singapura adalah:&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;untuk cetakan masa depan bangsa, dengan pencetakan orang-orang yang akan menentukan masa depan bangsa. Layanan ini akan menyediakan anak-anak kita dengan pendidikan yang seimbang dan baik-bulat, mengembangkan mereka untuk potensi penuh mereka, dan memelihara mereka menjadi warga negara yang baik, sadar akan tanggung jawab mereka kepada keluarga, masyarakat dan negara. (Departemen Pendidikan Singapura, 1997-1998)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tujuan pendidikan dapat dilihat sebagai meningkatkan hasil pemeriksaan, yaitu secara sempit terfokus pada prestasi akademik terukur, atau dapat dilihat sebagai tujuan yang lebih luas sebagai persiapan mahasiswa untuk semua aspek kehidupan mereka, atau penanaman ide pembelajaran seumur hidup . Pertimbangan lebih akan diberikan kepada implikasi dari dua tujuan yang berbeda dalam Bab 7 dan 8 yang meliputi peningkatan kelembagaan dan efektivitas.&lt;br /&gt;3,4,5. Masukan, throughput dan output Ide-ide mungkin lebih sulit untuk mendamaikan untuk proses pendidikan, karena mereka berutang banyak untuk model dari sebuah organisasi yang ditujukan untuk perdagangan; khusus untuk manufaktur. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Namun, adalah mungkin untuk melihat siswa sebagai input bahan baku yang nilainya ditambahkan oleh sekolah atau perguruan tinggi sebelum output (siswa dididik diumpankan ke masyarakat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;luas)&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Ini adalah versi yang sangat sempit dan sederhana dari apa pendidikan dan tidak, dan banyak orang akan merasa aneh jika tidak ofensif untuk mempertimbangkan siswa pada akhir kehidupan sekolah mereka sebagai tidak lebih dari sebuah 'output' atau produk. Ada juga asumsi yang tersirat dalam model input / output yang throughput adalah suatu proses rasional / teknis yang sederhana. Pada kenyataannya ada banyak cara lain di mana sebuah institusi pendidikan atau proses dapat dipahami (lihat di bawah).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tanggapan Sekolah, perguruan tinggi dan universitas yang tunduk pada beberapa bentuk evaluasi atau inspeksi. Hal ini mungkin berasal dari siswa, orang tua, inspektur pemerintah atau dari evaluasi diri atau evaluasi dari rekan-rekan. Umpan balik mungkin positif atau negatif, mungkin formatif (membantu dalam pengembangan) atau sumatif (menghakimi). Ini mungkin dimaksudkan untuk membantu lembaga meningkatkan, atau mungkin bahwa umpan balik datang dalam bentuk penilaian yang merupakan bagian dari proses akuntabilitas yang lembaga pendidikan adalah subjek. Akan dibahas lebih lanjut pada subjek evaluasi dan umpan balik dalam Bab 9.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; Lingkungan Pada kenyataannya, tidak ada organisasi adalah sistem tertutup. Sekolah, akademi dan universitas berinteraksi dengan lingkungan mereka, misalnya menanggapi inisiatif pemerintah. Di negara-negara dimana ada otonomi institusional lebih dan persaingan antara lembaga pendidikan, sekolah, perguruan tinggi dan universitas harus menyadari pasar di mana mereka beroperasi dan mungkin harus responsif terhadap kebutuhan dan tuntutan mahasiswa potensi mereka.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;metafora. Misalnya, metafora 'mesin' sering digunakan dalam hubungannya dengan sebuah organisasi, khususnya satu yang terstruktur secara hierarkis (Morgan, 1998) dan ini mungkin meminjamkan diri ke tampilan input / output yang kita telah dipertimbangkan di atas. Hanna (1997) juga menggunakan ide dari suatu organisme sebagai metafora dalam eksplorasi tentang lembaga dan hubungan mereka dengan lingkungan mereka. Beberapa gambar lain yang digunakan oleh Morgan (1998, hal.11) adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;organisasi sebagai otak menekankan pentingnya pengolahan informasi dan pembelajaran;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;organisasi memiliki budaya dengan sendiri, keyakinan nilai-nilai dan ritual;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;organisasi sebagai sebuah sistem politik yang dibentuk oleh kekuasaan dan konflik.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bolman dan Deal (1997, p.15) lebih memilih untuk memikirkan organisasi sebagai dilihat melalui lensa 'frame' alternatif '. Sekali lagi mereka menggunakan metafora untuk meningkatkan pemahaman kita tentang analisis mereka, frame mereka mengidentifikasi bersifat struktural (pabrik atau mesin), sumber daya manusia (keluarga), politik (hutan) dan simbolik (candi atau teater).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Selama sisa dari bab ini, Anda akan peduli dengan tiga over-lengkung dimensi organisasi yang berhubungan dengan analisis Bolman dan Deal dan Morgan. Dimensi atau frame yang akan dipertimbangkan adalah&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;kekuasaan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;struktur; dan&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;budaya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-1025595754215434770?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/1025595754215434770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/apa-itu-organisasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/1025595754215434770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/1025595754215434770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/apa-itu-organisasi.html' title='Apa itu Organisasi?'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-3656501738584540020</id><published>2011-09-13T20:47:00.000+07:00</published><updated>2011-09-22T16:32:41.167+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Hakekat Motivasi</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;a href="http://www.riwayat.net/"&gt;Riwayat.net&lt;/a&gt;-Motivasi berasal dari kata motif, yang mempunyai arti alasan seseorang melakukan sesuatu. Sedangkan motivasi berarti kecenderungan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak melakukan tindakan dengan tujuan tertentu, dapat juga berarti usaha-usaha yang menyebabkan seseorang atau kelompok orang tergerak melakukan sesuatu karena  ingin mencapai tujuan yang dikehendaki.&lt;a href="file:///C:/Users/hp/Documents/JAWABAN%20UJIAN%20SEMESTER%20MANAJEMEN%20DAN%20SUPERVISI%20PENDIDIKAN%20ISLAM%20oke.docx#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dari pengertian tersebut dapat dipahami bahwa motif bersifat batiniah, karena hanya yang bersangkutan yang mengetahui motif yang diniatkan, sedangkan orang lain tidak mengetahui, kalaupun mengetahuai hanya bersifat menebak dan mengetahui gejala-gejala, akan tetapi kebenarannya belum dapat dipastikan. Dengan arti lain, motif masih tersembunyi di dalam diri seseorang. Motif akan dapat diketahui ketika yang bersangkutan mengungkapkannya kepada orang lain. Atau dapat diketahui dengan jalan penyelidikan dan penelitian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Berdasarkan  arti tersebut dapat dimengerti motivasi terkait erat dengan psikologis, gejala-gejala psikologis yang pada akhirnya menjadi semacam kekuatan dan semangat untuk melakukan sesuatu tindakan dalam mencapai yang diinginkan. Motivasi juga  terkait erat dengan sikap kepemimpinan, didalam pengertian tersebut tersirat bahwa manajer mempunyai peran untuk membangkitkan, menggerakkan bawahannnya untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatau. Dengan kata lain  manajer mempunyai peran sebagai motivator bagi bawahannya dalam rangka meningkatkan kinerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Hikmat menyatakan bahwa motivasi adalah sesuatu yang menggerakkan terjadinya tindakan atau disebut dengan niat.&lt;a href="file:///C:/Users/hp/Documents/JAWABAN%20UJIAN%20SEMESTER%20MANAJEMEN%20DAN%20SUPERVISI%20PENDIDIKAN%20ISLAM%20oke.docx#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Hal ini memberi kesan bahwa motivasi merupakan awal dari respon seseorang untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Terry sebagaimana dikutip Marno dan Triyo Supriyatno mengemukakan bahwa motivasi adalah keinginan yang terdapat pada seseorang individu yang merangsang untuk melakukan tindakan-tindakan.&lt;a href="file:///C:/Users/hp/Documents/JAWABAN%20UJIAN%20SEMESTER%20MANAJEMEN%20DAN%20SUPERVISI%20PENDIDIKAN%20ISLAM%20oke.docx#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Dari pengertian ini dapat dipahami bahwa motivasi berasal dari dalam diri seseorang, atau bisa juga berasal dari luar diri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bagaimana  hubungannya dengan manajerial dan motivasi  dalam kepemimpinan? Apakah dorongan-dorongan yang mereka lakukan kepada anak buahnya mempunyai pengaruh atau sebaliknya tidak memberi efek signifikan? Jika halnya demikian, maka pada  dasarnya munculnya motivasi kemungkinan ada dua sumber pertama dari diri sendiri, kedua dari luar diri. Jika hal ini benar, maka peluang untuk memotivasi dari luar mendapatkan tempatnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; Nancy Stevenson mendefinisikan motivasi sebagai insentif, dorongan, atau stimulus untuk bertindak, semua hal yang verbal, fisik atau psikologi yang membuat seseorang melakukan sesuatu sebagai respon.&lt;a href="file:///C:/Users/hp/Documents/JAWABAN%20UJIAN%20SEMESTER%20MANAJEMEN%20DAN%20SUPERVISI%20PENDIDIKAN%20ISLAM%20oke.docx#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;Muhammad Utsman Najati menyatakan motivasi adalah kekuatan penggerak yang membangkitkan aktivitas pada makhluk hidup. Motif akan melahirkan perilaku dan mengantarkan makluk hidup pada suatu tujuan.&lt;a href="file:///C:/Users/hp/Documents/JAWABAN%20UJIAN%20SEMESTER%20MANAJEMEN%20DAN%20SUPERVISI%20PENDIDIKAN%20ISLAM%20oke.docx#_ftn5" name="_ftnref5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Dapat dipahami bahwa motivasi merupakan sesuatu hal yang menjadi energy pendorong seseorang untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu. Kalau halnya demikian, maka setiap perbuatan  patut diduga ada motif-motif tertentu yang membuat seseorang termotivasi melakukan sesuatu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Abdul Rahman Shaleh dan Muhbib Abdul Wahab mendefinisikan segala sesuatu  yang menjadi pendorong tingkah laku yang menuntut atau mendorong seseorang untuk memenuhi kebutuhan. John Adair mendefinisikan motivasi  kemampuan umum untuk menggerakkan atau menggairahkan orang agar bertindak.&lt;a href="file:///C:/Users/hp/Documents/JAWABAN%20UJIAN%20SEMESTER%20MANAJEMEN%20DAN%20SUPERVISI%20PENDIDIKAN%20ISLAM%20oke.docx#_ftn6" name="_ftnref6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Eugene J. Benge menyatakan motivasi adalah apa saja yang perilaku. Seperti manajer memberikan motivasi dengan cara mengambil tindakan-tindakan yang menyebabkan karyawan penyelia, pelanggan berkelakuan dengan yang yang menguntungkan.&lt;a href="file:///C:/Users/hp/Documents/JAWABAN%20UJIAN%20SEMESTER%20MANAJEMEN%20DAN%20SUPERVISI%20PENDIDIKAN%20ISLAM%20oke.docx#_ftn7" name="_ftnref7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dari pembahasan sebelumnya dapat dipahami bahwa motivasi adalah kegiatan apapun yang mampu memberi pengaruh terhadap kinerja yang mempunyai kaitan erat dengan tercapainya tujuan bersama. Jika dihubungan dengan pendidikan Islam, maka manajer atau pemimpin dalam lembaga pendidikan hendaknya mampu memberi ruang dan memberi peluang munculnya motivasi dalam diri bawahannya.  Jika bawahan dan semua komponen dalam sebuah institusi mempunyai motivasi yang sama dalam melakukan sesuatu, maka tujuan dari lembaga, organisasi akan terwujud. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sebaliknya, jika semua elemen berbuat dengan motivasi yang berbeda dalam mencapai tujuan, maka untuk mencapai tujuan yang diinginkan akan mengalami hambatan. Oleh sebab itu, pemimpin hendaknya mampu memberi semacam motivasi dari luar atau penyadaran tertentu sehingga mampu memberi motivasi baik dari dalam diri bawahan ataupun motivasi dari luar, yang pada akhirnya mampu menjadi kekuatan yang mampu mendorong kinerja yang baik. Dengan  adanya kinerja yang baik dimungkinkan tujuan bersama akan mudah terlaksana dan tercapai.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Hasibuan sebagaimana dikutip oleh Marno dan Triyo Supriyanto, mengemukakan tujuan motivasi sebagai berikut: Pertama, mengubah perilaku pegawai sesuai dengan pemimpin. Kedua, meningkatkan kegairahan kerja pegawai. Ketiga, meningkatkan disiplin pegawai. Keempat, meningkatkan kestabilan pegawai. Kelima, meningkatkan kesejahteraan pegawai. Keenam, meningkatkan prestasi pegawai. Ketujuh, meningkatkan moral pegawai.kedelapan, meningkatkan rasa tanggung jawab pegawai. Kesembilan, meningkatkan produktivitas  efesiensi. Kesepuluh, memperdalam kecintaan pegawai terhadap perusahaan. Kesebelas, memperbesar partisipasi pegawai terhadap perusahaan.&lt;a href="file:///C:/Users/hp/Documents/JAWABAN%20UJIAN%20SEMESTER%20MANAJEMEN%20DAN%20SUPERVISI%20PENDIDIKAN%20ISLAM%20oke.docx#_ftn8" name="_ftnref8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dari tujuan motivasi tersebut dapat diambil pemahaman bahwa motivasi adalah usaha mengubah sumber daya manusia menjadi lebih baik dari sebelumnya. Tentunya usaha ini membutuhkan kerjasama antara pemimpin dengan bawahan, tanpa ada kerjasama, maka apapun yang akan dilakukan tidak akan memberi pengaruh, bahkan akan cenderung mengecewakan. Untuk itu perlu kiranya motivasi-motivasi tersebut diiringi dengang usaha-usaha yang mampu mewujudkan kerjasama dan sama-sama bekerja di antara semua komponen dalam sebuah organisasi institusi pendidikan. Hal ini juga bersesuain dengan firman Allah SWT.  yang mengajak manusia untuk saling kerja sama dalam hal kebaikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; text-align: right; text-indent: .2pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ (٢)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Artinya: dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.(QS. Al Maidah:2)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr align="left" size="1" width="33%" /&gt;&lt;div id="ftn1"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;a href="file:///C:/Users/hp/Documents/JAWABAN%20UJIAN%20SEMESTER%20MANAJEMEN%20DAN%20SUPERVISI%20PENDIDIKAN%20ISLAM%20oke.docx#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tim Reality,&lt;i&gt;Kamus terbaru Bahasa Indonesia,(&lt;/i&gt;Surabaya: Reality Publisher, 2008), &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn2"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;a href="file:///C:/Users/hp/Documents/JAWABAN%20UJIAN%20SEMESTER%20MANAJEMEN%20DAN%20SUPERVISI%20PENDIDIKAN%20ISLAM%20oke.docx#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Hikmat,&lt;i&gt;Manajemen Pendidikan,(&lt;/i&gt; Bandung: Pustaka Setia,2009), &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn3"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;a href="file:///C:/Users/hp/Documents/JAWABAN%20UJIAN%20SEMESTER%20MANAJEMEN%20DAN%20SUPERVISI%20PENDIDIKAN%20ISLAM%20oke.docx#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Marno dan Triyo Supriyatno, &lt;i&gt;Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan Islam&lt;/i&gt;,(Bandung, PT. Refika Aditama,2008), &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn4"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;a href="file:///C:/Users/hp/Documents/JAWABAN%20UJIAN%20SEMESTER%20MANAJEMEN%20DAN%20SUPERVISI%20PENDIDIKAN%20ISLAM%20oke.docx#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Nancy Stevenson, &lt;i&gt;Seni Memotivasi, &lt;/i&gt;( Yogyakarta: Andi Yogyakarta, 2001), h. 2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn5"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;a href="file:///C:/Users/hp/Documents/JAWABAN%20UJIAN%20SEMESTER%20MANAJEMEN%20DAN%20SUPERVISI%20PENDIDIKAN%20ISLAM%20oke.docx#_ftnref5" name="_ftn5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Muhammad Utsman Najati, &lt;i&gt;Psikologi dalam Al-Quran, &lt;/i&gt;(Badung: Pustaka Setia, 2005), &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn6"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;a href="file:///C:/Users/hp/Documents/JAWABAN%20UJIAN%20SEMESTER%20MANAJEMEN%20DAN%20SUPERVISI%20PENDIDIKAN%20ISLAM%20oke.docx#_ftnref6" name="_ftn6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;John Adair,&lt;i&gt;Menjadi Pemimpin Efektif&lt;/i&gt;, judul asli,”&lt;i&gt;Effective Leadership, A Self Development&lt;/i&gt;,”penerjemah Lembaga PPM dan  PT Pustaka Binaman Pressindo,(Jakarta:PT Binaman Pressindo,1994), &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn7"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;a href="file:///C:/Users/hp/Documents/JAWABAN%20UJIAN%20SEMESTER%20MANAJEMEN%20DAN%20SUPERVISI%20PENDIDIKAN%20ISLAM%20oke.docx#_ftnref7" name="_ftn7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Eugene J. Benge, &lt;i&gt;Pokok-Pokok Manajemen Modern&lt;/i&gt;,judul asli&lt;i&gt;,”Elements of Modern management,&lt;/i&gt;penerjemah Rochmulyati Hamzah,”(Jakarta: PT Pustaka Binaman Pressindo, 1994),&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn8"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;a href="file:///C:/Users/hp/Documents/JAWABAN%20UJIAN%20SEMESTER%20MANAJEMEN%20DAN%20SUPERVISI%20PENDIDIKAN%20ISLAM%20oke.docx#_ftnref8" name="_ftn8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Marno dan Triyo Supriyatno, &lt;i&gt;op.cit.,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-3656501738584540020?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/3656501738584540020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/hakekat-motivasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/3656501738584540020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/3656501738584540020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/hakekat-motivasi.html' title='Hakekat Motivasi'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-4142693748597240183</id><published>2011-09-11T08:11:00.000+07:00</published><updated>2011-09-11T08:12:28.162+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HADIS'/><title type='text'>The Book Pertaining to Punishments Prescribed by Islam (Kitab Al-Hudud) 2</title><content type='html'>&lt;p&gt;Riwayat.net-Abu Sa'id reported that a person belonging to the clan of Aslam, who was  called Ma, iz b. Malik, came to Allah's Messenger (may peace be upon him) and  said: I have committed immorality (adultery), so inflict punishment upon me.  Allah's Apostle (may peace be upon him) turned him away again and again. He then  asked his people (about the state of his mind). They said: We do not know of any  ailment of his except that he has committed something about which he thinks that  he would not be able to relieve himself of its burden but with the Hadd being  imposed upon him. He (Ma'iz) came back to Allah's Apostle (may peace be upon  him) and he commanded us to stone him. We took him to the Baqi' al-Gharqad (the  graveyard of Medina). We neither tied him nor dug any ditch for him. We attacked  him with bones, with clods and pebbles. He ran away and we ran after him until  he came upon the ston ground (al-Harra) and stopped there and we stoned him with  heavy stones of the Harra until he became motionless (lie died). He (the Holy  Prophet) then addressed (us) in the evening saying Whenever we set forth on an  expedition in the cause of Allah, some one of those connected with us shrieked  (under the pressure of sexual lust) as the bleating of a male goat. It is  essential that if a person having committed such a deed is brought to me, I  should punish him. He neither begged forgiveness for him nor cursed him.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-4142693748597240183?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/4142693748597240183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/book-pertaining-to-punishments_11.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/4142693748597240183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/4142693748597240183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/book-pertaining-to-punishments_11.html' title='The Book Pertaining to Punishments Prescribed by Islam (Kitab Al-Hudud) 2'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-4269832642514872756</id><published>2011-09-11T08:09:00.000+07:00</published><updated>2011-09-11T08:11:30.849+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HADIS'/><title type='text'>The Book Pertaining to Punishments Prescribed by Islam (Kitab Al-Hudud)</title><content type='html'>&lt;p&gt;Riwayat.net-'Abdullah b. Buraida reported on the authority of his father that Ma'iz b.  Malik al-Aslami came to Allah's Messenger (may peace be upon him) and said:  Allah's Messenger, I have wronged myself; I have committed adultery and I  earnestly desire that you should purify me. He turned him away. On the following  day, he (Ma'iz) again came to him and said: Allah's Messenger, I have committed  adultery. Allah's Messenger (may peace be upon him) turned him away for the  second time, and sent him to his people saying: Do you know if there is anything  wrong with his mind. They denied of any such thing in him and said: We do not  know him but as a wise good man among us, so far as we can judge. He (Ma'iz)  came for the third time, and he (the Holy Prophet) sent him as he had done  before. He asked about him and they informed him that there was nothing wrong  with him or with his mind. When it was the fourth time, a ditch was dug for him  and he (the Holy Prophet) pronounced judg- ment about him and he wis stoned. He  (the narrator) said: There came to him (the Holy Prophet) a woman from Ghamid  and said: Allah's Messenger, I have committed adultery, so purify me. He (the  Holy Prophet) turned her away. On the following day she said: Allah's Messenger,  Why do you turn me away? Perhaps, you turn me away as you turned away Ma'iz. By  Allah, I have become pregnant. He said: Well, if you insist upon it, then go  away until you give birth to (the child). When she was delivered she came with  the child (wrapped) in a rag and said: Here is the child whom I have given birth  to. He said: Go away and suckle him until you wean him. When she had weaned him,  she came to him (the Holy Prophet) with the child who was holding a piece of  bread in his hand. She said: Allah's Apostle, here is he as I have weaned him  and he eats food. He (the Holy Prophet) entrusted the child to one of the  Muslims and then pronounced punishment. And she was put in a ditch up to her  chest and he commanded people and they stoned her. Khalid b Walid came forward  with a stone which he flung at her head and there spurted blood on the face of  Khalid and so he abused her. Allah's Apostle (may peace be upon him) heard his  (Khalid's) curse that he had huried upon her. Thereupon he (the Holy Prophet)  said: Khalid, be gentle. By Him in Whose Hand is my life, she has made such a  repentance that even if a wrongful tax-collector were to repent, he would have  been forgiven. Then giving command regarding her, he prayed over her and she was  buried.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-4269832642514872756?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/4269832642514872756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/book-pertaining-to-punishments.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/4269832642514872756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/4269832642514872756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/book-pertaining-to-punishments.html' title='The Book Pertaining to Punishments Prescribed by Islam (Kitab Al-Hudud)'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-6666600733375449905</id><published>2011-09-04T19:09:00.001+07:00</published><updated>2011-09-04T19:09:35.981+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HADIS'/><title type='text'>The Book of Zakat</title><content type='html'>&lt;p&gt;Riwayat .net-Abu Huraira reported Allah's Messenger (may peace be upon him) as saying: No  owner of the treasure who does not pay Zakat (would be spared) but (his hoards)  would be heated in the Fire of Hell and these would be made into plates and with  these his sides, his forehead would be cauterised till Allah would pronounce  judgment among His servants during a day, the extent of which would be fifty  thousand years. He would then see his path, leading either to Paradise or to  Hell. And no owner of the camels who does not pay Zakat (would be spared) but a  soft sandy plain would be set for him and they (the camels) would be made to  pass over him till the last of them would be made to return till Allah would  pronounce judgment among His servants during a day the extent of which would be  fifty thousand years. He would then see his path leading him to Paradise or  leading him to Hell. And no owner of the (cattle and) goats who does not pay  Zakat (would be spared) but a soft sandy plain would be set for him, he would  find none of them missing, with twisted horns, without horns, or with broken  horns, and they will gore him with their horns and trample him with their hoofs  and they would be made to pass over him till the last of them would be made to  return till Allah would pronounce judgment among His servants, during a day the  extent of which would be fdty thousand years, and he would see the paths leading  to Paradise or to Hell. Suhail said: I do not know whether he made mention of  the cows. They said: Messenger of Allah (may peace be upon him), what about the  horses? He said: The horses have goodness in their foreheads (or he said) or  goodness is ingrained in the foreheads of the horses (Suhail said: I am in doubt  as to what was actually said) up till the Day of judgement. The horses are of  three kinds. They are a source of reward to a person, they are a covering to a  person, and they are a burden to a person. As for those which bring reward is  that a person would get reward who rears them for the sake of Allah and trains  them for Him, and nothing disappears in their stomachs but Allah would record  for him a good deed. And if they were to graze in the meadow, they would eat  nothing but Allah would record for him a reward. And if they were to drink water  from the canal, with every drop that, would disappear in their stomachs there  would be reward (for the owner). He went on describing till a reward was  mentioned for their urine and dung. And if they pranced a course or two, there  would be recorded a reward for every pace that they covered. As for one for whom  they are a covering, he is the man who rears them for honour and dignity but  does not forget the right of their backs and their stomachs, in plenty and  adversity, As regards one for whom they are a burden, he is that who rears them  for vainglory and showing off to the people; for him they are, the burden. They  said: Messenger of Allah, what about asses? He said: Allah has not revealed to  me anything in regards to it except this one comprehensive verse:" He who does  an atom's weight of good will see it, and he who does an atom's weight of evil  will see it" (xcix. 7).&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-6666600733375449905?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/6666600733375449905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/book-of-zakat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/6666600733375449905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/6666600733375449905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/book-of-zakat.html' title='The Book of Zakat'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-3532429927289575300</id><published>2011-09-04T19:01:00.001+07:00</published><updated>2011-09-04T19:07:22.253+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafsir'/><title type='text'>Tafsir Surat Hujarat ayat 1</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt; text-align:justify;line-height:normal;background:#F4F2F9;direction:rtl; unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt; text-align:right;line-height:normal;background:#F4F2F9;direction:rtl; unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span lang="ER" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Nafees Web Naskh&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-language:ER"&gt;ان آیتوں میں اللہ تعالٰی امت مسلمہ کو اپنے نبی کے آداب سکھاتا ہے کہ تمہیں اپنے نبی کی توقیر و احترام عزت و عظمت کا خیال &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt; font-family:&amp;quot;Nafees Web Naskh&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language:ER"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt; text-align:right;line-height:normal;background:#F4F2F9;direction:rtl; unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="ER" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Nafees Web Naskh&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-language:ER"&gt;کرنا چاہیے تمام کاموں میں اللہ اور رسول کے پیچھے رہنا چاہیے، اتباع اور تابعداری کی خو ڈالنی چاہیے حضرت معاذ کو جب رسول اللہ صلی اللہ علیہ وسلم نے یمن کی طرف بھیجا تو دریافت فرمایا اپنے احکامات کے نفاذ کی بنیاد کسے بناؤ گے جواب دیا اللہ کی کتاب کو فرمایا اگر نہ پاؤ ؟ جواب دیا سنت کو فرمایا اگر نہ پاؤ ؟ جواب دیا اجتہاد کروں گا تو آپ نے ان کے سینے پر ہاتھ رکھ کر فرمایا اللہ کا شکر ہے جس نے رسول اللہ صلی اللہ علیہ وسلم کے قاصد کو ایسی توفیق دی جس سے اللہ کا رسول خوش ہو (ابو داؤد و ترمذی ابن ماجہ ) یہاں اس حدیث کے وارد کرنے سے ہمارا مقصد یہ ہے کہ حضرت معاذ نے اپنی رائے نظر اور اجتہاد کو کتاب و سنت سے مؤخر رکھا پس کتاب و سنت پر رائے کو مقدم کرنا اللہ اور اس کے رسول صلی اللہ علیہ وسلم سے آگے بڑھنا ہے ۔ حضرت ابن عباس فرماتے ہیں مطلب یہ ہے کہ کتاب و سنت کے خلاف نہ کہو ۔ حضرت عوفی فرماتے ہیں حضور صلی اللہ علیہ وسلم کے کلام کے سامنے بولنے سے منع کر دیا گیا مجاہد فرماتے ہیں کہ جب تک کسی امر کی بابت اللہ کے رسول صلی اللہ علیہ وسلم کچھ نہ فرمائیں تم خاموش رہو حضرت ضحاک فرماتے ہیں امر دین احکام شرعی میں سوائے اللہ کے کلام اور اس کے رسول صلی اللہ علیہ وسلم کی حدیث کے تم کسی اور چیز سے فیصلہ نہ کرو، حضرت سفیان ثوری کا ارشاد ہے کسی قول و فعل میں اللہ اور اس کے رسول صلی اللہ علیہ وسلم پر پہل نہ کرو امام حسن بصری فرماتے ہیں مراد یہ ہے کہ امام سے پہلے دعا نہ کرو ۔ حضرت قتادہ فرماتے ہیں کہ لوگ کہتے ہیں اگر فلاں فلاں میں حکم اترے تو اس طرح رکھنا چاہیے اسے اللہ نے ناپسند فرمایا ۔ پھر ارشاد ہوتا ہے کہ حکم اللہ کی بجاآوری میں اللہ کا لحاظ رکھو اللہ تمہاری باتیں سن رہا ہے اور تمہارے ارادے جان رہا ہے پھر دوسرا ادب سکھاتا ہے کہ وہ نبی صلی اللہ علیہ وسلم کی آواز پر اپنی آواز بلند کریں ۔ یہ آیت حضرت ابوبکر اور حضرت عمر کے بارے میں نازل ہوئی ۔ صحیح بخاری شریف میں حضرت ابن ابی ملیکہ سے مروی ہے کہ قریب تھا کہ وہ بہترین ہستیاں ہلاک ہو جائیں یعنی حضرت ابوبکر صدیق اور حضرت عمر فاروق ان دونوں کی آوازیں حضور صلی اللہ علیہ وسلم کے سامنے بلند ہوگئیں جبکہ بنو تمیم کا وفد حاضر ہوا تھا ایک تو اقرع بن حابس کو کہتے تھے جو بنی مجاشع میں تھے اور دوسرے شخص کی بابت کہتے تھے ۔ اس پر حضرت صدیق نے فرمایا کہ تم تو میرے خلاف ہی کیا کرتے ہو فاروق اعظم نے جواب دیا نہیں نہیں آپ یہ خیال بھی نہ فرمائیے اس پر یہ آیت نازل ہوئی حضرت ابن زبیر فرماتے ہیں اس کے بعد تو حضرت عمر اس طرح حضور صلی اللہ علیہ وسلم سے نرم کلامی کرتے تھے کہ آپ کو دوبارہ پوچھنا پڑتا تھا ۔ اور روایت میں ہے کہ حضرت ابوبکر فرماتے تھے قعقاع بن معبد کو اس وفد کا امیر بنائیے اور حضرت عمر فرماتے تھے نہیں بلکہ حضرت اقرع بن حابس کو اس اختلاف میں آوازیں کچھ بلند ہوگئیں جس پر آیت (یا ایھا الذین امنوا لا تقدموا ) نازل ہوئی اور آیت (ولو انھم صبروا) الخ ، مسند بزار میں ہے آیت (لا ترفعوا) الخ ، کے نازل ہونے کے بعد حضرت ابوبکر نے حضور صلی اللہ علیہ وسلم سے کہا یا رسول اللہ صلی اللہ علیہ وسلم قسم اللہ کی اب تو میں آپ سے اس طرح باتیں کروں گا جس طرح کوئی سرگوشی کرتا ہے صحیح بخاری میں ہے کہ حضرت ثابت بن قیس کئی دن تک حضور صلی اللہ علیہ وسلم کی مجلس میں نظر نہ آئے اس پر ایک شخص نے کہا یارسول اللہ صلی اللہ علیہ وسلم میں اس کی بابت آپ کو بتاؤں گا چنانچہ وہ حضرت ثابت کے مکان پر آئے دیکھا کہ وہ سر جھکائے ہوئے بیٹھے ہیں ۔ پوچھا کیا حال ہے ۔ جواب ملا برا حال ہے میں تو حضرت صلی اللہ علیہ وسلم کی آواز پر اپنی آواز کو بلند کرتا تھا میرے اعمال برباد ہوگئے اور میں جہنمی بن گیا ۔ یہ شخص رسول اللہ صلی اللہ علیہ وسلم کے پاس آئے اور سارا واقعہ آپ صلی اللہ علیہ وسلم سے کہہ سنایا پھر تو حضور صلی اللہ علیہ وسلم کے فرمان سے ایک زبردست بشارت لے کر دوبارہ حضرت ثابت کے ہاں گئے حضور صلی اللہ علیہ وسلم نے فرمایا تم جاؤ اور ان سے کہو کہ تو جہنمی نہیں بلکہ جنتی ہے مسند احمد میں بھی یہ واقعہ ہے اس میں یہ بھی ہے کہ خود حضور صلی اللہ علیہ وسلم نے پوچھا تھا کہ ثابت کہاں ہیں نظر نہیں آتے ۔ اس کے آخر میں ہے حضرت انس فرماتے ہیں ہم انہیں زندہ چلتا پھرتا دیکھتے تھے اور جانتے تھے کہ وہ اہل جنت میں سے ہیں ۔ یمامہ کی جنگ میں جب کہ مسلمان قدرے بد دل ہوگئے تو ہم نے دیکھا کہ حضرت ثابت خوشبو ملے ، کفن پہنے ہوئے دشمن کی طرف بڑھتے چلے جا رہے ہیں اور فرما رہے ہیں مسلمانو تم لوگ اپنے بعد والوں کے لئے برا نمونہ نہ چھوڑ جاؤ یہ کہہ کر دشمنوں میں گھس گئے اور بہادرانہ لڑتے رہے یہاں تک کہ شہید ہوگئے رضی اللہ تعالٰی عنہ ۔ صحیح مسلم شریف میں ہے آپ نے جب انہیں نہیں دیکھا تو حضرت سعد سے جو ان کے پڑوسی تھے دریافت فرمایا کہ کیا ثابت بیمار ہیں ؟ لیکن اس حدیث کی اور سندوں میں حضرت سعد کا ذکر نہیں اس سے ثابت ہوتا ہے کہ یہ روایت معطل ہے اور یہی بات صحیح بھی ہے اس لئے کہ حضرت سعد بن معاذ اس وقت زندہ ہی نہ تھے بلکہ آپ کا انتقال بنو قریظہ کی جنگ کے بعد تھوڑے ہی دنوں میں ہو گیا تھا اور بنو قریظہ کی جنگ سنہ &lt;/span&gt;&lt;span lang="ER" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-language:ER"&gt;٥&lt;/span&gt;&lt;span lang="ER" style="font-size: 12.0pt;font-family:&amp;quot;Nafees Web Naskh&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language:ER"&gt; ہجری میں ہوئی تھی اور یہ آیت وفد بنی تمیم کی آمد کے وقت اتری ہے اور وفود کا پے درپے آنے کا واقعہ سنہ &lt;/span&gt;&lt;span lang="ER" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-language:ER"&gt;٩&lt;/span&gt;&lt;span lang="ER" style="font-size: 12.0pt;font-family:&amp;quot;Nafees Web Naskh&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language:ER"&gt; ہجری کا ہے واللہ اعلم۔ ابن جریر میں ہے جب یہ آیت اتری تو حضرت ثابت بن قیس راستے میں بیٹھ گئے اور رونے لگے حضرت عاصم بن عدی جب وہاں سے گزرے اور انہیں روتے دیکھا تو سبب دریافت کیا جواب ملا کہ مجھے خوف ہے کہ کہیں یہ آیت میرے ہی بارے میں نازل نہ ہوئی ہو میری آواز بلند ہے حضرت عاصم یہ سن کر چلے گئے اور حضرت ثابت کی ہچکی بندھ گئی دھاڑیں مار مار کر رونے لگے اور اپنی بیوی صاحبہ حضرت جمیلہ بنت عبداللہ بن ابی سلول سے کہا میں اپنے گھوڑے کے طویلے میں جارہا ہوں تم اس کا دروازہ باہر سے بند کر کے لوہے کی کیل سے اسے جڑ دو ۔ اللہ کی قسم میں اس میں سے نہ نکلوں گا یہاں تک کہ یا مر جاؤں یا اللہ تعالٰی اپنے رسول صلی اللہ علیہ وسلم کو مجھ سے رضامند کر دے ۔ یہاں تو یہ ہوا وہاں جب حضرت عاصم نے دربار رسالت میں حضرت ثابت کی حالت بیان کی تو رسالت مآب نے حکم دیا کہ تم جاؤ اور ثابت کو میرے پاس بلا لاؤ ۔ لیکن عاصم اس جگہ آئے تو دیکھا کہ حضرت ثابت وہاں نہیں مکان پر گئے تو معلوم ہوا کہ وہ تو گھوڑے کے طویلے میں ہیں یہاں آکر کہا ثابت چلو تم کو رسول اللہ صلی اللہ علیہ وسلم یاد فرما رہے ہیں ۔ حضرت ثابت نے کہا بہت خوب کیل نکال ڈالو اور دروازہ کھول دو ، پھر باہر نکل کر سرکار میں حاضر ہوئے تو آپ نے رونے کی وجہ پوچھی جس کا سچا جواب حضرت ثابت سے سن کر آپ نے فرمایا کیا تم اس بات سے خوش نہیں ہو کہ تم قابل تعریف زندگی گزارو اور شہید ہو کر مرو اور جنت میں جاؤ ۔ اس پر حضرت ثابت کا سارا رنج کافور ہو گیا اور باچھیں کھل گئیں اور فرمانے لگے یا رسول اللہ صلی اللہ علیہ وسلم میں اللہ تعالٰی کی اور آپ کی اس بشارت پر بہت خوش ہوں اور اب آئندہ کبھی بھی اپنی آواز آپ کی آواز سے اونچی نہ کروں گا ۔ اس پر اس کے بعد کی آیت (ان الذین یغضون) الخ ، نازل ہوئی، یہ قصہ اسی طرح کئی ایک تابعین سے بھی مروی ہے۔ الغرض اللہ تعالٰی نے اپنے رسول صلی اللہ علیہ وسلم کے سامنے آواز بلند کرنے سے منع فرما دیا امیر المومنین حضرت عمر بن خطاب نے دو شخصوں کی کچھ بلند آوازیں مسجد نبوی میں سن کر وہاں آکر ان سے فرمایا تمہیں معلوم ہے کہ تم کہاں ہو ؟ پھر ان سے پوچھا کہ تم کہاں کے رہنے والے ہو ؟ انہوں نے کہا طائف کے آپ نے فرمایا اگر تم مدینے کے ہوتے تو میں تمہیں پوری سزا دیتا ۔ علماء کرام کا فرمان ہے کہ رسول اللہ صلی اللہ علیہ وسلم کی قبر شریف کے پاس بھی بلند آواز سے بولنا مکروہ ہے جیسے کہ آپ کی حیات میں آپ کے سامنے مکروہ تھا اس لئے کہ حضور صلی اللہ علیہ وسلم جس طرح اپنی زندگی میں قابل احترام و عزت تھے اب اور ہمیشہ تک آپ اپنی قبر شریف میں بھی باعزت اور قابل احترام ہی ہیں ۔ پھر آپ کے سامنے آپ سے باتیں کرتے ہوئے جس طرح عام لوگوں سے باآواز بلند باتیں کرتے ہیں باتیں کرنی منع فرمائیں ، بلکہ آپ سے تسکین و وقار ، عزت و ادب ، حرمت و عظمت سے باتیں کرنی چاہیں ۔ جیسے اور جگہ ہے آیت (لا تجعلوا دعاء الرسول بینکم کدعاء بعضکم بعضا ) اے مسلمانو! رسول صلی اللہ علیہ وسلم کو اس طرح نہ پکارو جس طرح تم آپس میں ایک دوسرے کو پکارتے ہو ، پھر فرماتا ہے کہ ہم نے تمہیں اس بلند آواز سے اس لئے روکا ہے کہ ایسا نہ ہو کسی وقت حضور صلی اللہ علیہ وسلم ناراض ہو جائیں اور آپ کی ناراضگی کی وجہ سے اللہ ناراض ہو جائے اور تمہارے کل اعمال ضبط کر لے اور تمہیں اس کا پتہ بھی نہ چلے ۔ چنانچہ صحیح حدیث میں ہے کہ ایک شخص اللہ کی رضامندی کا کوئی کلمہ ایسا کہہ گزرتا ہے ۔ کہ اس کے نزد یک تو اس کلمہ کی کوئی اہمیت نہیں ہوتی ۔ لیکن اللہ کو وہ اتنا پسند آتا ہے ۔ کہ اس کی وجہ سے وہ جنتی ہو جاتا ہے اسی طرح انسان اللہ کی ناراضگی کا کوئی ایسا کلمہ کہہ جاتا ہے کہ اس کے نزدیک تو اس کی کوئی وقعت نہیں ہوتی لیکن اللہ تعالٰی اسے اس ایک کلمہ کی وجہ سے جہنم کے اس قدر نیچے کے طبقے میں پہنچا دیتا ہے کہ جو گڑھا آسمان و زمین سے زیادہ گہرا ہے پھر اللہ تبارک وتعالیٰ آپ کے سامنے آواز پست کرنے کی رغبت دیتا ہے اور فرماتا ہے کہ جو لوگ اللہ کے نبی صلی اللہ علیہ وسلم کے سامنے اپنی آوازیں دھیمی کرتے ہیں انہیں اللہ رب العزت نے تقوے کے لئے خالص کر لیا ہے اہل تقویٰ اور محل تقویٰ یہی لوگ ہیں ۔ یہ اللہ کی مغفرت کے مستحق اور اجر عظیم کے لائق ہیں امام احمد نے کتاب الزہد میں ایک روایت نقل کی ہے کہ حضرت عمر سے ایک تحریراً استفتاء لیا گیا کہ اے امیرالمومنین ایک وہ شخص جسے نافرمانی کی خواہش ہی نہ ہو اور نہ کوئی نافرمانی اس نے کی ہو وہ اور وہ شخص جسے خواہش معصیت ہے لیکن وہ برا کام نہیں کرتا تو ان میں سے افضل کون ہے ؟ آپ نے جواب میں لکھا کہ جنہیں معصیت کی خواہش ہوتی ہے پھر نافرمانیوں سے بچتے ہیں یہی لوگ ہیں جن کے دلوں کو اللہ تعالٰی نے پرہیز گاری کے لئے آزما لیا ہے ان کے لئے مغفرت ہے اور بہت بڑا اجر و ثواب ہے ۔&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt; font-family:&amp;quot;Nafees Web Naskh&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language:ER"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-3532429927289575300?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/3532429927289575300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/tafsir-surat-hujarat-ayat-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/3532429927289575300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/3532429927289575300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/tafsir-surat-hujarat-ayat-1.html' title='Tafsir Surat Hujarat ayat 1'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-3909857681403835936</id><published>2011-09-03T16:08:00.000+07:00</published><updated>2011-09-03T16:10:11.543+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HADIS'/><title type='text'>في جملة من أخبار الآحاد مختلف فيها</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;الباب السادس: في جملة من أخبار الآحاد مختلف فيها.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;ثم ختمته بخاتمة في وجوب التمسك بالحديث الصحيح و إن خالف المذاهب و الآراء و الله المستعان و به الثقة.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;الباب الأول&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;في تعريف الخبر وأقسامه&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;ماهية الخبر&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;تعريف الخبر:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;الخبر لغة مشتق من الخبار، وهي الأرض الرخوة ذات الحجارة، ومنه الحديث: (نهى عن المخابرة).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;وفي المثل: من تجنب الخبار أمن العثار.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;وسمى الخبر خبراً لأنه يثير العلم في النفس، كما تثير الأرض الغبار عندما يقرعها الحافر ونحوه، وأما في الاصطلاح: فاعلم أن العلماء قسموا الكلام إلى خبر وإنشاء، وذلك أن اللفظ العربي عندما يُصاغ مضمناً معنى مفهوماً للسامع فإن ذلك المعنى إما أن يكون إفادة للمخاطب، وإعلاماً له بما حصل منه، أو من غيره، وهذا ونحوه ما يسمونه خبراً، وإما أن يكون مبتدأ من المتكلم، مطالباً بفعل أو كف ونحوهما، ويسمى إنشاء، وقد أكثر الأصوليون القول في تعريف الخبر، وتوقف بعضهم في حده، إما لظهوره بالضرورة للمخاطب الذي يعرف مفردات ذلك التعريف وإما لكون الحد يلزم أن يكون مسبوقاً بفهم تلك المفردات التي تركب منها، فيلزم منه الدور، والذين عرفوه أورد على تعاريفهم إشكالات ومناقشات دخلتها صناعة الكلام في الرد والعقيب بما &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;لا طائل تحته.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;وأسلم تلك التعريفات ما ذكره الموفق في الروضة وغيره: أن الخبر هو الذي يتطرق إليه التصديق والتكذيب. أي: يصح أن يُقال لصاحبه: صدق أو كذب. ذلك أن المتكلم إن أخبر عن معنى من المعاني مطابق لما في نفس الأمر وهو مع ذلك معتقد لصحة ما أخبر، فهذا هو الصدق، فإن كل من سمعه وقد عرف حقيقة ذلك الأمر سيوافق على ما أفاده. أما إن أخبر بما لا يعتقد صحته، أو أخبر معتقداً صحته ولم يكن في نفس الأمر كما ظن، فإن هذا غير صدق، وسيكذبه كل من سمعه، وقد اتضح له خلاف ما يقول. ولما كان المحدثون قد اصطلحوا على كلمات كثيرة نقلوها من معانيها اللغوية، إلى ما يقاربها في الظاهر من علوم الحديث والإسناد التي لم يكن للعرب بها معرفة من قبل، كان من جملة تلك الكلمات لفظ الخبر، ولفظ الحديث، فمن أهل المصطلح من جعلهما مترادفين، ومنهم من جعل الخبر أعم، فيدخل فيه ما نقل عن الرسول صلى الله عليه وسلم وعن غيره، ومنهم من خص الخبر بالموقوف على الصحابة ومن دونهم، فلا يعم الحديث الذي هو خاص بالمرفوع إلى النبي صلى الله عليه وسلم، وواضح من حيث اللغة صدق الخبر على ما نقله لنا المحدثون بأسانيدهم إلى أن تتصل بالنبي صلى الله عليه وسلم فلهذا المعنى أدخلها الأصوليون تحت عنوان الأخبار.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;أقسام الخبر باعتبار وصوله إلينا:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;عندما تلقَّى الصحابة تلك السنن عن نبيهم صلى الله عليه وسلم طبقوها على أنفسهم، ثم نقلوها إلى من أدركهم واتصل بهم من تلاميذهم، وهكذا من بعدهم، وقد استمر هذا النقل من راوٍ إلى آخر بعده، حتى وصلت إلى العلماء الذين دونوها في مؤلفاتهم كما هي، وقد وصلت إلينا تلك المؤلفات محفوظة كاملة، برواتها ومتونها، بألفاظها ومعانيها، بدون نقص أو تغيير. ثم إن المحدِّثين والأصوليين بعد أن تتبعوا تلك الأخبار ألفوا منها البعض نقله العدد الكثير، ممن تحيل العادة اتفاقهم على الكذب، عن مثلهم إلى آخر السند والبعض الآخر ليس كذلك، فاصطلحوا على تسمية الأول بالمتواتر، والثاني بالآحاد.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;ومن المتحقق أن هذا التقسيم لم يكن معروفاً بين الصحابة والتابعين الذين إنما يعتبرون صحة المنقول وبطلانه غالباً باعتبار حال الناقل له من ثقته وأمانته أو ضد ذلك، فاتضح أن هذا التقسيم اصطلاح حادث بين المحدِّثين وأهل الأصول كسائر علوم الحديث، وقد زاد الحنفية قسماً ثالثاً سموه بالمشهور، وعرفوه بأنه ما كان أصل رواته آحاداً ثم تواتر بعد القرن الأول، كحديث عمر: )إنما الأعمال بالنيات) فإنه لم يروه في القرن الأول إلا يحيى بن سعيد الأنصاري، عن محمد بن إبراهيم التيمي، عن علقمه بن وقاص الليثي، عن عمر، ثم تواتر في القرن الثاني، حيث رواه عن يحيى العدد الكثير. والجمهور على عده قسماً من أقسام الآحاد كما سيأتي.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;تعريف المتواتر وشروطه&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-3909857681403835936?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/3909857681403835936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/3909857681403835936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/3909857681403835936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/09/blog-post.html' title='في جملة من أخبار الآحاد مختلف فيها'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-5287104850543894891</id><published>2011-08-23T18:25:00.001+07:00</published><updated>2011-08-23T18:25:35.705+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HADIS'/><title type='text'>Pilgrimage</title><content type='html'>&lt;p&gt;'Abdullah b. 'Umar (Allah be pleased with them) reported: I heard the  Messenger of Allah (may peace be upon him) pronouncing Talbiya with compacted  hair: Here I am at Thy service. O Allah: here I am at Thy service; here I am at  Thy service. There is no associate with Thee; here I am at Thy service. Verily  all praise and grace is due to Thee and the Sovereignty (too). There is no  associate with Thee; and he did not make any addition to these words. 'Abdullah  b. 'Umar (Allah be pleased with them) (further) said: The Messenger of Allah  (may peace be upon him) used to offer two rak'ahs of prayer at Dhu'l-Hulaifa and  then when his camel stood up with him on its back near the mosque at  Dhu'l-Hulaifa, he pronounced these words (of Talbiya). And 'Abdullah b. 'Umar  (Allah be pleased'with them) said that 'Umar b. Khattab (Allah be pleased with  him) pronounced, the Talbiya of the Messenger of Allah (may peace be upon him)  in these words of his (Prophet's words) and said: Here I am at Thy service, O  Lord; here I am at Thy service, ready to obey Thee, and good is in Thy Hand,  Here I am at Thy service. Unto Thee is the petition and deed (is also for  Thee).&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-5287104850543894891?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/5287104850543894891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/08/pilgrimage.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/5287104850543894891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/5287104850543894891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/08/pilgrimage.html' title='Pilgrimage'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-5272395004787605626</id><published>2011-08-23T18:09:00.006+07:00</published><updated>2011-08-23T18:26:22.998+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komentar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Share'/><title type='text'>tidak sampai seminggu pendapat adsensecamp dah 9.300</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-w1j6BQcCx2Y/TlOMVNzwbVI/AAAAAAAAAlg/BooruC9ghak/s1600/adsensecamp%2B2%2Bagustus.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 116px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-w1j6BQcCx2Y/TlOMVNzwbVI/AAAAAAAAAlg/BooruC9ghak/s320/adsensecamp%2B2%2Bagustus.bmp" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644009054137249106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;riwayat net- pengen share deng.. gak sampai seminggu pendapatan dari adsensecamp dah capai RP. 9.300 lumayanlah tuk tabung biar dikit, ntar kalau dah banyak kan lama-lama jadi bukit. eh terbaliknya, sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit, nah tu baru bener. tapi gak papalah biar dikit tapi ada, dari pada banyak tapi kagak ada lebih baik ada rapi banyak, atau dikit tapi ada, yang gak boleh yang gak ada sama sekali, ayo bener gak...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-5272395004787605626?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/5272395004787605626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/08/tidaik-sampai-seminggu-pendapat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/5272395004787605626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/5272395004787605626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/08/tidaik-sampai-seminggu-pendapat.html' title='tidak sampai seminggu pendapat adsensecamp dah 9.300'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-w1j6BQcCx2Y/TlOMVNzwbVI/AAAAAAAAAlg/BooruC9ghak/s72-c/adsensecamp%2B2%2Bagustus.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-430828408912744178</id><published>2011-08-10T22:14:00.004+07:00</published><updated>2011-08-10T22:56:07.305+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komentar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>PPC Indonesia  penghasil rupiah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-wRQf4WlhVgI/TkKkkZuESjI/AAAAAAAAAlQ/ICB2jdjJiyI/s1600/hasil%2Badsense%2BcaMP.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 158px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-wRQf4WlhVgI/TkKkkZuESjI/AAAAAAAAAlQ/ICB2jdjJiyI/s320/hasil%2Badsense%2BcaMP.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639250628707633714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;riwayat net- saya ingin berbagai kepada para netter Indonesia. terutama bagi pemula dan belum pernah ikut bisnis online periklanan PPC. semoga sharing kali ini bermanfaat bagi para netter pemula. sharing yang saya maksud adalah ikutan PPC Indonesia , yaitu Adsensecamp Indonesia yang akan membayar kita dengan mata uang Rupiah, lumayan buat tabungan meskipun hasilnya  sedikit, tapi gak papalah daripada kagak sama sekali. seneng juga sih.. ikut adsensecamp ,  karean terbukti membayar kita. liohat peroleh saya selama menjadi anggota PPC adsensecamp berikut ini. dan bagi yang pengen daftar silahkan &lt;a href="http://adsensecamp.com/?ref_id=5098"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;klik di sini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-3Aa6j0SGgWg/TkKiwBGeZDI/AAAAAAAAAlI/8TLBKI1C1PU/s1600/TRANSFER%2BADSENSECAMP%2BKE%2BREK%2BSAYA.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 159px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-3Aa6j0SGgWg/TkKiwBGeZDI/AAAAAAAAAlI/8TLBKI1C1PU/s320/TRANSFER%2BADSENSECAMP%2BKE%2BREK%2BSAYA.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639248629234295858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-430828408912744178?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/430828408912744178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/08/ppc-indonesia-penghasil-rupiah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/430828408912744178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/430828408912744178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/08/ppc-indonesia-penghasil-rupiah.html' title='PPC Indonesia  penghasil rupiah'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-wRQf4WlhVgI/TkKkkZuESjI/AAAAAAAAAlQ/ICB2jdjJiyI/s72-c/hasil%2Badsense%2BcaMP.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-3303969813908090079</id><published>2011-08-03T15:18:00.000+07:00</published><updated>2011-09-22T16:33:09.830+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HADIS'/><title type='text'>"What has happened to the people?" She pointed out towards the sky. (I looked towards the mosque), and saw the people offering the prayer</title><content type='html'>Narrated Asma:  &lt;br /&gt;I came to 'Aisha while she was praying, and said to her, "What has happened  to the people?" She pointed out towards the sky. (I looked towards the mosque),  and saw the people offering the prayer. Aisha said, "Subhan Allah." I said to  her, "Is there a sign?" She nodded with her head meaning, "Yes." I, too, then  stood (for the prayer of eclipse) till I became (nearly) unconscious and later  on I poured water on my head. After the prayer, the Prophet praised and  glorified Allah and then said,  &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Just now at this place I have seen what I have never seen before, including  Paradise and Hell. No doubt it has been inspired to me that you will be put to  trials in your graves and these trials will be like the trials of  Masiah-ad-Dajjal or nearly like it (the sub narrator is not sure which  expression Asma' used). You will be asked, 'What do you know about this man (the  Prophet Muhammad)?' Then the faithful believer (or Asma' said a similar word)  will reply, 'He is Muhammad Allah's Apostle who had come to us with clear  evidences and guidance and so we accepted his teachings and followed him. And he  is Muhammad.' And he will repeat it thrice. Then the angels will say to him,  'Sleep in peace as we have come to know that you were a faithful believer.' On  the other hand, a hypocrite or a doubtful person will reply, 'I do not know, but  I heard the people saying something and so I said it.' (the same). " &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-3303969813908090079?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/3303969813908090079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/08/what-has-happened-to-people-she-pointed.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/3303969813908090079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/3303969813908090079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/08/what-has-happened-to-people-she-pointed.html' title='&quot;What has happened to the people?&quot; She pointed out towards the sky. (I looked towards the mosque), and saw the people offering the prayer'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-2452290261270294266</id><published>2011-08-03T15:17:00.000+07:00</published><updated>2011-08-03T15:18:23.779+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HADIS'/><title type='text'>From among the portents of the Hour are (the following)</title><content type='html'>&lt;p&gt;Narrated Anas:  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;I will narrate to you a Hadith and none other than I will tell you about  after it. I heard Allah's Apostle saying: From among the portents of the Hour  are (the following):  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Religious knowledge will decrease (by the death of religious learned men).   &lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Religious ignorance will prevail.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. There will be prevalence of open illegal sexual intercourse.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;4. Women will increase in number and men will decrease in number so much so  that fifty women will be looked after by one man. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-2452290261270294266?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/2452290261270294266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/08/from-among-portents-of-hour-are.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/2452290261270294266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/2452290261270294266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/08/from-among-portents-of-hour-are.html' title='From among the portents of the Hour are (the following)'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-3424878330860703482</id><published>2011-08-03T15:12:00.001+07:00</published><updated>2011-09-22T16:33:25.764+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HADIS'/><title type='text'>that he differed with Hur bin Qais bin Hisn Al-Fazari regarding the companion of the Prophet Moses.</title><content type='html'>Narrated Ibn 'Abbas:  &lt;br /&gt;that he differed with Hur bin Qais bin Hisn Al-Fazari regarding the companion  of the Prophet Moses. Meanwhile, Ubai bin Ka'b passed by them and Ibn 'Abbas  called him saying, "My friend (Hur) and I have differed regarding Moses'  companion whom Moses asked the way to meet. Have you heard Allah's Apostle  mentioning something about him? Ubai bin Ka'b said: "Yes, I heard the Prophet  mentioning something about him (saying) while Moses was sitting in the company  of some Israelites, a man came and asked him: "Do you know anyone who is more  learned than you? Moses replied: "No." So Allah sent the Divine Inspiration to  Moses: '--Yes, Our slave Khadir is more learned than you. Moses asked Allah how  to meet him (Al-Khadir). So Allah made the fish a sign for him and he was told  when the fish was lost, he should return (to the place where he had lost it) and  there he would meet him (Al-Khadir). So Moses went on looking for the sign of  the fish in the sea. The servant-boy of Moses said: 'Do you remember when we  betook ourselves to the rock, I indeed forgot the fish, none but Satan made me  forget to remember it. On that Moses said, 'That is what we have been seeking.'  So they went back retracing their footsteps, and found Kha,dir. (and) what  happened further about them is narrated in the Holy Qur'an by Allah." (18.54 up  to 18.82) &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-3424878330860703482?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/3424878330860703482/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/08/that-he-differed-with-hur-bin-qais-bin_03.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/3424878330860703482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/3424878330860703482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/08/that-he-differed-with-hur-bin-qais-bin_03.html' title='that he differed with Hur bin Qais bin Hisn Al-Fazari regarding the companion of the Prophet Moses.'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-8093595697199008859</id><published>2011-08-03T15:11:00.001+07:00</published><updated>2011-08-03T15:11:50.927+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HADIS'/><title type='text'>Once the Prophet was riding his camel and a man was holding its rein</title><content type='html'>&lt;p&gt;Narrated 'Abdur Rahman bin Abi Bakra's father:  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Once the Prophet was riding his camel and a man was holding its rein. The  Prophet asked, "What is the day today?" We kept quiet, thinking that he might  give that day another name. He said, "Isn't it the day of Nahr (slaughtering of  the animals of sacrifice)" We replied, "Yes." He further asked, "Which month is  this?" We again kept quiet, thinking that he might give it another name. Then he  said, "Isn't it the month of Dhul-Hijja?" We replied, "Yes." He said, "Verily!  Your blood, property and honor are sacred to one another (i.e. Muslims) like the  sanctity of this day of yours, in this month of yours and in this city of yours.  It is incumbent upon those who are present to inform those who are absent  because those who are absent might comprehend (what I have said) better than the  present audience." &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-8093595697199008859?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/8093595697199008859/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/08/once-prophet-was-riding-his-camel-and.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/8093595697199008859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/8093595697199008859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/08/once-prophet-was-riding-his-camel-and.html' title='Once the Prophet was riding his camel and a man was holding its rein'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-6249924075117742667</id><published>2011-08-03T15:08:00.000+07:00</published><updated>2011-08-03T15:10:31.397+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HADIS'/><title type='text'>That he differed with Hur bin Qais bin Hisn Al-Fazari regarding the companion of (the Prophet) Moses</title><content type='html'>&lt;p&gt;Narrated Ibn 'Abbas:  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;That he differed with Hur bin Qais bin Hisn Al-Fazari regarding the companion  of (the Prophet) Moses. Ibn 'Abbas said that he was Khadir. Meanwhile, Ubai bin  Ka'b passed by them and Ibn 'Abbas called him, saying "My friend (Hur) and I  have differed regarding Moses' companion whom Moses, asked the way to meet. Have  you heard the Prophet mentioning something about him? He said, "Yes. I heard  Allah's Apostle saying, "While Moses was sitting in the company of some  Israelites, a man came and asked him. "Do you know anyone who is more learned  than you? Moses replied: "No." So Allah sent the Divine Inspiration to Moses:  'Yes, Our slave Khadir (is more learned than you.)' Moses asked (Allah) how to  meet him (Khadir). So Allah made the fish as a sign for him and he was told that  when the fish was lost, he should return (to the place where he had lost it) and  there he would meet him (Al-Khadir). So Moses went on looking for the sign of  the fish in the sea. The servant-boy of Moses said to him: Do you remember when  we betook ourselves to the rock, I indeed forgot the fish, none but Satan made  me forget to remember it. On that Moses said: 'That is what we have been  seeking? (18.64) So they went back retracing their foot-steps, and found Khadir.  (And) what happened further to them is narrated in the Holy Qur'an by Allah.  (18.54 up to 18.82) &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-6249924075117742667?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/6249924075117742667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/08/that-he-differed-with-hur-bin-qais-bin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/6249924075117742667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/6249924075117742667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/08/that-he-differed-with-hur-bin-qais-bin.html' title='That he differed with Hur bin Qais bin Hisn Al-Fazari regarding the companion of (the Prophet) Moses'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-6221922031255882965</id><published>2011-08-01T15:13:00.002+07:00</published><updated>2011-08-01T15:16:10.436+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Download'/><title type='text'>asbabun nuzul al wakidi dan tafsir jalalain</title><content type='html'>asbabunnuzul oleh al wakidi silahkan ambil &lt;a href="http://www.altafsir.com/Books/Asbab%20Al-Nuzul%20by%20Al-Wahidi.pdf"&gt;di sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; jika pengen tafsir jalalain silahkan download &lt;a href="http://www.altafsir.com/Books/Al_Jalalain_Eng.pdf"&gt;di sini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7471238836276135029-6221922031255882965?l=www.riwayat.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.riwayat.net/feeds/6221922031255882965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/08/asbabun-nuzul-al-wakidi-dan-tafsir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/6221922031255882965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7471238836276135029/posts/default/6221922031255882965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.riwayat.net/2011/08/asbabun-nuzul-al-wakidi-dan-tafsir.html' title='asbabun nuzul al wakidi dan tafsir jalalain'/><author><name>Riwayat Attubani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09565027226390490361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-DYOinKt8Qg0/Tg7tViaBCII/AAAAAAAAAjw/UZg4Kc-B0i0/s220/IMG000054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7471238836276135029.post-1103229809883685689</id><published>2011-07-21T11:56:00.002+07:00</published><updated>2011-09-22T16:33:54.196+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah'/><title type='text'>MANAJEMEN PENDIDIKAN TINGGI ISLAM</title><content type='html'>Oleh : Riwayat&lt;br /&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="A"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l2 level1 lfo2; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pendidikan Tinggi Islam [selanjutnya ditulis PTI]membutuhkan pengelolaan, perencanaan, serta kepemimpinan. Jika dalam  organisasi  tidak ada pengelolaan, perencanaan, ketatalaksanaan, maka organisasi  tidak akan jalan dengan semestinya. PTI yang tidak diatur dengan baik,  maka organisasi tersebut akan lambat mencapai  tujuan,  bahkan akan gagal sebelum mencapai tujuan. Dengan demikian pengaturan  dalam organisasi sangat penting dalam rangka mengatur dan mengarahkan  jalannya organisasi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;PTI  akan  berjalan dengan baik jika ada hubungan yang baik, adanya kerjasama  antara komponen-komponen yang ada dalam organisasi tersebut untuk  bersama-sama mengerahkan tenaga dan pikiran untuk mencapai tujuan  bersama. Adanya kerjasama  dalam  PTI , atau adanya usaha bersama untuk mencapai tujuan bersama merupakan  bagian dari manajemen. Manajemen merupakan sesuatu yang wajib dalam  usaha menyatukan berbagai  aktivitas kolektif dalam rangka mewujudkan tujuan dan keinginan bersama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Manajemen  Perguruan Tinggi Islam[selanjutnya ditulis PTI] penting, diantaranya  adalah untuk mengarahpan PTI mencapai tujuan pendidikan. PTI hendaknya  dikelola secara bisnis tanpa melupakan sifat pengbadian masyarakat.  Untuk itu perlu dukungan karyawan non akademik dalam melayani mahasiswa  yang harus diperlakukan sebagai pelanggan. Prinsip yang harus diterapkan  adalah meningkatkan customer satisfaction dengan memberikan pelayanan  sebaik mungkin kepada mahasiswa sejak pendaftaraan sebagai calon  mahasiswa sampai mereka lulus, dan menjadi Alumni. Untuk itu perlu  dukungan dari sistem informasi manajemen yang canggih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sehingga  mahasiswa bisa melakukan pendaftaran dan pembayaran, mengisi KRS,  mengetahui hasil studinya melalui internet, bimbingan skripsi, serta  penyampaian tugas melalui e-mail. Orang tua mahasiswa dapat  mengetahui  kemajuan studi anaknya melalui internet atau SMS. Di era transparansi  ini diharapkan yayasan, rektorat, dekanat, jurusan, dan seluruh pejebat  struktural perguruan tinggi bisa menerapkan prinsip-prinsip GCG dalam  melaksanakan tugasnya, seperti pengawasan, akuntabilitas, transparansi,  kesetaraan, profesionalisme, wawasan ke depan, efektivitas dan  efesiensi, daya tanggap, partisipasi dan penegakan hukum. Dalam hal ini,  senat perguruan tinggi harus lebih diberdayakan dalam menilai kinerja  pimpinan perguruan tinggi, memberikan pertimbangan dan masukan kepada  pimpinan perguruan tinggi dalam pengelolaan perguruan tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; Hal ini dilakukan antara lain dengan cara: pertama,  Melakukan  peningkatan kinerja melalui restrukturisasi. Restrukturisasi dilakukan  dengan berbagai cara antara lain; Peningkatan kinerja keuangan,  pemberian kewenangan yang luas kepada manajemen dalam melaksanakan  fungsi-fungsinya pengurangan birokrasi. Pemberian kewenangan yang luas  kepada manajemen dalam mengambil keputusan merupakan salah satu langkah  dalam upaya peningkatan kinerja perguruan tinggi yang meletakkan pada  empat aspek penting yakni otonomi, akuntabilitas, akreditasi dan  evaluasi. Kedua,  Manajemen  perguruan tinggi harus memiliki kemampuan untuk mengimplementasikan  suatu proses adaptasi dengan tepat. Di samping itu manajemen harus dapat  bertanggung-jawab mengendalikan organisasi agar visi dan misi peguruan  tinggi dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan. Ketiga,  Seiring  dengan perjalanan waktu dan pengaruh era globalisasi, maka PTI dituntut  tidak hanya sekedar menjalankan misi, akan tetapi dibutuhkan Badan  Penjaminan Mutu (BPM), hal ini sangat penting untuk digunakan sebagai  acuan dalam rangka peningkatan mutu dan kinerja perguruan tinggi.  Masyarakat sebagai salah satu sumber pendanaan perguruan tinggi berhak  memperoleh informasi mengenai kinerja perguruan tinggi tersebut. &lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn1" name="_ftnref1" style="mso-footnote-id: ftn1;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; Dengan  demikian jika dalam sekumpulan orang atau sebuah organisasi tidak ada  kerjasama untuk bersama-sama mencapai tujuan maka hal tersebut tidak  dikatakan sebagai manajemen secara kolektif  karena  mereka bekerja sendiri-sendiri, sehingga tujuan bersama dalam  organisasi tidak tercapai. Memperhatikan pentingnya pengaturan atau  manajemen dalam sebuah organisasi maka perlu kiranya mempelajari  manajemen, dengan mempelajari manajemen diharapkan akan mampu  mengarahkan jalannya organisasi yang dikelolanya. Untuk  mengenal dan mempelajari manajemen lebih lanjut maka akan dibahas dalam makalah ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="2" style="margin-top: 0cm;" type="A"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l2 level1 lfo2; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pengertian      Manajemen Pendidikan Tinggi  Islam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Secara bahasa manajemen berasal dari kata &lt;i&gt; manage&lt;/i&gt; yang berarti mengurus,mengatur, melaksanakan, mengelola.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn2" name="_ftnref2" style="mso-footnote-id: ftn2;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Sedang menurut Asnawir manajemen berasal dari kata &lt;i&gt;managio&lt;/i&gt; yang berarti pengurusan atau &lt;i&gt;managiare&lt;/i&gt; yang berarti melatih dalam mengatur langkah-langkah.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn3" name="_ftnref3" style="mso-footnote-id: ftn3;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;  Secara  bahasa manajemen mengandung arti kerja aktif yang bertanggungjawab,  tidak sekedar untuk mengatur diri tetapi juga mengandung unsur sosial  untuk memberikan pendidikan manajemen kepada orang lain, terutama kepada  bawahannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dari  arti secara bahasa tersebut dapat dipahami bahwa manajemen merupakan  kerja aktif, lawannya adalah pasif, dengan demikian manajemen adalah  aktifitas aktif untuk mencapai sesuatu. Jika dalam sebuah organisasi  tidak ada gerak aktif yang terus menerus dan terarah, maka organisasi  tersebut belum terdapat  manajemen yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Alam raya yang besar dan luas ini, tentu ada yang mengaturnya, kalau tidak ada  yang mengatur mustahil alam ini berjalan secara teratur, terarah, tersusun secara rapi. Adanya  alam  bergerak secara teratur dan tertata rapi pasti ada yang mengerakkan dan  menyusun serta mengendalikannya. Yang mengatur dan mengendalikannya  adalah Yang Maha mengatur,Maha Mengerakkan yaitu Allah swt. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Allah,  tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal  lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak  tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. tiada yang dapat  memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa  yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak  mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya.  Kursi Allah meliputi langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat  memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn4" name="_ftnref4" style="mso-footnote-id: ftn4;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa Allah Swt selalu mengatur  makhluk-Nya,  tiada henti, secara terus-menerus mengatur dan mengurus segala  ciptaan-Nya. Artinya adalah Allah selalu aktif, Allah selalu aktif  mengatur makhluk ciptaan-Nya. Hal ini memberikan pelajaran kepada  makhluk-Nya. Dalam ayat lain Allah berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dia  mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik  kepadanya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut  perhitunganmu.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn5" name="_ftnref5" style="mso-footnote-id: ftn5;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dari ayat tersebut dapat diambil pengertian bahwa mengatur dalam Islam cenderung mengambil kata dari &lt;i&gt;dabbara &lt;/i&gt;yang artinya mengatur. Hal ini diperkuat oleh pendapat Ramayulis bahwa hakekat manajemen adalah &lt;i&gt;al-tadbir&lt;/i&gt; yang berarti pengatur, kata ini menurut Ramayulis kata &lt;i&gt;al-tadbir &lt;/i&gt;mempunyai derivasi dari kata &lt;i&gt;Dabbara&lt;/i&gt; artinya mengatur.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn6" name="_ftnref6" style="mso-footnote-id: ftn6;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;  Dalam ayat lain Allah mempertanyakan, siapakah yang mengatur segala  urusan di alam raya dan isinya ini. Pertanyaan tersebut seolah  membangunkan pikiran dan otak manusia untuk mempelajari ilmu Allah  tentang manajemen alam raya ini. Paling tidak manusia dapat mencotoh  manajemen yang dilakukan Allah, meskipun tidak akan pernah manusia  mencapai manajemen yang dilakukan Allah, tetapi paling tidak manusia  dapat berbuat yang terbaik dalam manajemen sesuai dengan kodrat  kemanusiaannya. Allah Berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Katakanlah:  "Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau  siapakah yang Kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan  siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan  yang mati dari yang hidup&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn7" name="_ftnref7" style="mso-footnote-id: ftn7;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;  dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Maka mereka akan menjawab:  "Allah". Maka Katakanlah "Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?"&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn8" name="_ftnref8" style="mso-footnote-id: ftn8;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dari  ayat tersebut memperjelas pada hakekatnya manajemen berasal dari Allah,  dikatakan berasal dari Allah karena sebelum manusia mengenal kata  manajemen-Allah telah lebih dahulu melakukan aktifitas manajerial  terhadap semua ciptaan-Nya. Dengan demikian kata manajemen secara  hakekat adalah berasal dari Allah, hal ini dapat dipahami dari kekuasaan  Allah  dalam mengatur alam raya beserta isinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sedangkan manajemen menurut bahasa akan dikemukakan beberapa pendapat, menurut  Hersey dan Blanchard manajemen adalah kerjasama melalui orang atau kelompok untuk mencapai tujuan.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn9" name="_ftnref9" style="mso-footnote-id: ftn9;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;  Dari kutipan tersebut dapat dipahami bahwa manajemen adalah sebuah  kerja tim yang berusaha untuk mewujudkan impian dan cita-cita bersama,  cita-cita dan impian bersama diwujudkan dengan kerjasama dalam tim yang  saling mendukung satu dengan lainnya dalam wadah organisasi yang sama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Menurut Ramayulis manajemen adalah  sebuah proses pemanfaatan segala sumber daya melewati orang lain dengan cara bekerjasama.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn10" name="_ftnref10" style="mso-footnote-id: ftn10;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;  Dari pengertian ini dapat dicermati bahwa manajemen selalu membutuhkan  orang lain dalam proses pencapaian tujuan bersama, artinya dalam  manajemen membutuhkan orang lain dalam pencapaian tujuan. Dengan  demikian manajemen memerlukan kerjasama lebih dari satu orang dalam  rangka proses pencapaian keinginan bersama. Hal ini dapat juga dipahami  dari pendapat Frederick Winslow Taylor, bahwa &lt;i&gt;“management is knowing exactly what you want to do and then seeing that they do it in the best and cheapest way”&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn11" name="_ftnref11" style="mso-footnote-id: ftn11;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;  dari pendapat Frederick W.  Taylor  tersebut dapat dipahami bahwa dalam manajemen mengandung unsur  kepemimpinan, pemimpin yang mempunyai konsep yang jelas, kemudian  berusaha merealisasikan  konsepnya melalui bawahannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dari  uraian tersebut dapat dipahami bahwa manajemen adalah suatu proses  kegiatan aktif satu dengan lainnya dalam sebuah organisasi, lembaga  dalam rangka mewujudkan keinginan dan tujuan bersama. Dengan demikian  manajemen pendidikan&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn12" name="_ftnref12" style="mso-footnote-id: ftn12;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; adalah suatu proses kerjasama aktif dalam sebuah lembaga pendidikan  dalam  rangka mencapai tujuan lembaga pendidikan. Kerjasama tersebut  berdasarkan keimanan kepada Allah, serta kerjasama untuk mencapai ridho  Allah. Sehingga segala usaha aktif bersama-sama untuk mencapai tujuan  terlaksana dan terarah dalam bingkai keimanan. Karena pada dasarnya  Allah menyuruh bekerjasama dalam kebaikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;dan  tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan  jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan  bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn13" name="_ftnref13" style="mso-footnote-id: ftn13;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dari  ayat tersebut dapat diambil pemikiran bahwa manajemen dalam pendidikan  Tinggi Islam lebih mengedepankan kerjasama aktif dengan orang lain, baik  di dalam lembaga pendidikan maupun di luar lembaga. Kerjasama  tersebut dibingkai  dengan  semangat ridhoi Allah, semangat kerjasama tim untuk mencapai tujuan  Pendidikan Islam yang bernuansa keilahian. Manajemen Pendidikan Islam  dalam arti tersebut membedakannya dengan manajemen lain, karena  manajemen dalam pendidikan Islam berdasarkan Al-Quran dan Hadis Nabi  Muhammad Saw.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Manajemen Pendidikan Tinggi  Islam  berdasarkan Al-Quran dan Hadis. Dasar ini menjadi pembeda dengan  manajemen lain, manajemen di luar lembaga Pendidikan Islam hanya  berdasarkan pemikiran para tokoh manajemen dan idiologi negara tempat  lembaga itu berada. Sedangkan manajemen Pendidikan Islam tidak terkait  dengan idiologi negara. Ketidakterkaitan manajemen pendidikan Islam  dengan idiologi negara karena pada dasarnya manajemen Pendidikan Islam  tidak mempunyai kaitan langsung, manajemen Pendidikan Islam menyatu  dengan nilai nilai ajaran Islam itu sendiri. Dengan demikian dasar  manajemen Pendidikan Islam tidak akan pernah bercampur dengan idiologi  manajemen lain, karena semangat manajemen Pendidikan Islam berdasarkan  Al-Quran dan Hadis Nabi Muhammad Saw. Di sisi lain, manajemen Pendidikan  Islam lebih mengedepankan kerjsama yang saling menguntungkan untuk  mencapai tujuan bersama, karena kerjasama yang dilakukan berdasarkan  nilai-nilai kebaikan yang barometernya adalah keridhoan Allah, yang  akhir semua tujuan kerjasama tersebut adalah nilai takwa di sisi Allah  swt.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="3" style="margin-top: 0cm;" type="A"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l2 level1 lfo2; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Prinsip      Manajemen Pendidikan Tinggi  Islam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Prinsip manajemen tersirat dari firman Allah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ingatlah  ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak  menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa  Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat  kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa  bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman:  "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn14" name="_ftnref14" style="mso-footnote-id: ftn14;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;            Ayat  tersebut secara implisit terdapat unsur manajemen yaitu kepemimpinan,  khalifah adalah pemimpin, dalam manajemen pasti ada pemimpin yang  mengatur segala urusan dalam sebuah lembaga pendidikan disebut dengan  manajer. Dalam Islam prinsip manajemen secara implisit juga disinggung  oleh Nabi  Muhammad saw dalam hadisnya&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn15" name="_ftnref15" style="mso-footnote-id: ftn15;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[15]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;-  yang intinya adalah setiap manusia adalah pemimpin, dan akan dimintai  pertanggungjawan tentang yang dipimpinnya. Dalam hadis tersebut  menekankan akan besarnya tanggungjawab seorang pemimpin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Menurut  Ramayulis prinsip-prinsip manajemen pendidikan adalah ikhlas,  kejujuran, manah, adil, tanggungjawab, dinamis, praktis, dan fleksibel.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn16" name="_ftnref16" style="mso-footnote-id: ftn16;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[16]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Untuk secara detail akan dikemukakan beberapa dalil  Al-Quran yang mendasari prinsip-prinsip manajemen Pendidikan Islam sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;1. Ikhlas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Padahal  mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan  ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya  mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah  agama yang lurus.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn17" name="_ftnref17" style="mso-footnote-id: ftn17;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[17]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dalam ayat lain Allah berfirman:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ingatlah,  hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). dan  orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak  menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan Kami kepada Allah  dengan sedekat- dekatnya". Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara  mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah  tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn18" name="_ftnref18" style="mso-footnote-id: ftn18;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[18]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Prinsip  ikhlas dalam manajemen Pendidikan Islam hendaknya menjadi bagian  terpenting dalam diri pemimpin dan yang dipimpinnya. Jika keikhlasan  tidak ada, maka akan terjadi  kesemerawutan  dalam melaksanakan tugas, tugas tidak mereka anggap sebagai ibadah.  Tanpa adanya keikhlasan maka segala perbuatannya dalam rangka mencapai  tujuan bersama dalam organisasi maupun lembaga pendidikan akan sisa-sia  karena dilakukan dengan terpaksa atau karean selain Allah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;2. kejujuran&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Allah  memerintahkan kepada setiapmuslim untuk berlaku dan bersama orang-orang  yang jujur.Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan  hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn19" name="_ftnref19" style="mso-footnote-id: ftn19;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[19]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dari ayat tersebut secara jelas Allah mengajak orang  beriman  untuk berlaku jujur, berlaku benar dalam menjalankan tugas, dalam  menjalankan segala hal, termasuk dalam manajerial. Dalam ayat tersebut  tersirat bahwa ketika seorang mukmim dalam kebersamaan dalam sebuah  kelompok atau dalam lembaga maupun dalam organisasi hendaknya ia berada  dalam barisan orang-orang yang jujur. Jika dalam manajemen pendidikan  Islam banyak orang-orang yang jujur maka Allah akan memberikan balasan  atas kebenaran dan kejujurannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Supaya  Allah memberikan Balasan kepada orang-orang yang benar itu karena  kebenarannya, dan menyiksa orang munafik jika dikehendaki-Nya, atau  menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi  Maha Penyayang.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn20" name="_ftnref20" style="mso-footnote-id: ftn20;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[20]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;3. Amanah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Amanah  hendaknya dimiliki oleh setiap muslim, ketika amanah telah dimiliki,  maka dalam melaksanakan tugas apapun akan bertanggungjawab, akan amanah  dengan tugas yang diberikan kepadanya. Karena pada dasarnya Allah  menyuruh manusia untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sesungguhnya  Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya,  dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya  kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang  sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi  Maha melihat.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn21" name="_ftnref21" style="mso-footnote-id: ftn21;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[21]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dalam ayat lain Allah melarang orang beriman menghianati amanah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; Hai  orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul  (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang  dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn22" name="_ftnref22" style="mso-footnote-id: ftn22;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[22]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;4. Adil&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sesungguhnya  Allah menyuruh (kamu) Berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi  kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran  dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat  mengambil pelajaran.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn23" name="_ftnref23" style="mso-footnote-id: ftn23;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[23]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Maka  karena itu serulah (mereka kepada agama ini) dan tetaplah sebagai mana  diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan  Katakanlah: "Aku beriman kepada semua kitab yang diturunkan Allah dan  aku diperintahkan supaya Berlaku adil diantara kamu. Allah-lah Tuhan  Kami dan Tuhan kamu. bagi Kami amal-amal Kami dan bagi kamu amal-amal  kamu. tidak ada pertengkaran antara Kami dan kamu, Allah mengumpulkan  antara kita dan kepada-Nyalah kembali (kita)"&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn24" name="_ftnref24" style="mso-footnote-id: ftn24;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[24]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;manajemen  Pendidikan Islam keputusan yang akan diambil hendaknya memperhatikan  nilai-nilai keadilan, sehingga keputusan tersebut tidak merugikan pihak  lain. Prinsip keadilan hendaknya diterapkan di semua aspek manajemen,  sehingga tidak ada celah untuk melakukan kezhaliman terhadap yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;5. Tanggung Jawab&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Setiap  komponen dalam manajemen hendaknya mempunyai pribadi yang bertanggung  jawab, sehingga dalam melaksanakan tugas bukan sekedar jadi, tetapi  memnag berani untuk mempertanggungjawabkan segala keputusan, segala  tindakan dalam rangka mencapai tujuan bersama. Dalam manajemen  pendidikan Islam pertanggungan jawaban tidak hanya berhenti di tangan  manajer, tetapi juga dihadapan Allah Swt. Hal senada juga diungkapkan  oleh Ramayulis bahwa semua tindakan yang dilakukan oleh manajer akan  dimintai pertanggungjawaban, baik segala aktivitas, kebijakan yang  diambilnya akan dimintai petanggungjawaban, baik dihadapan manusia  maupun di hadapan Allah Swt.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn25" name="_ftnref25" style="mso-footnote-id: ftn25;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[25]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Allah  tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia  mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat  siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): "Ya Tuhan  Kami, janganlah Engkau hukum Kami jika Kami lupa atau Kami tersalah. Ya  Tuhan Kami, janganlah Engkau bebankan kepada Kami beban yang berat  sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan  Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada Kami apa yang tak sanggup Kami  memikulnya. beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami.  Engkaulah penolong Kami, Maka tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir."&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn26" name="_ftnref26" style="mso-footnote-id: ftn26;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[26]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;6. Dinamis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Bagi  manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di  muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.  Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka  merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah  menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat  menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn27" name="_ftnref27" style="mso-footnote-id: ftn27;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[27]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Manajemen pendidikan Islam hendaknya selalu dinamis, dalam arti melakukan perubahan-perubahan yang  mungkin perlu untuk diubah, dan berusaha untuk tidak statis dalam melakukan manajerial dalam pendidikan Islam,  dan kesemua dinamika hendaknya diarahkan dan disesuaikan dengan pendidikan Islam itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;7. Praktis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Prinsip  kepraktisan hendaknya menjadi dasar dalam manajemen pendidikan Islam,  terutama dalam teorinya, karena teori yang praktis akan memungkinkan  untuk dilakukan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Demi  masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, Kecuali  orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat  menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya  menetapi kesabaran.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn28" name="_ftnref28" style="mso-footnote-id: ftn28;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[28]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;8. Fleksibel&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Manajemen  pendidikan islam hendak bersifat fleksibel sehingga memungkinkan adanya  perubahan menuju kesempurnaan sesuai dengan ajaran Al-quran dan Hadis.  karena pada dasarnya Islam dating untuk rahmat seluruh alam. Untuk itu  manajemen pendidikan Islam hendaknya membawa rahmat bagi semua.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn29" name="_ftnref29" style="mso-footnote-id: ftn29;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[29]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dari  prinsip-prinsip tersebut diharapkan manajemen pendidikan Islam memberi  peran besar dalam mewujudkan tujuan pendidikan Islam. di sisi lain  manajemen pendidikan Islam hendaknya menjadi tauladan bagi manajemen  lain. Hal ini sangat mungkin terjadi dan layak karena manajemen  pendidikan Islam berdasarakan wahyu Allah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;D. Bidang Garapan Manajemen Pendidikan Tinggi  Islam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sebagaimana diketahui bahwa manajemen pendidikan erat kaitannya dengan  sistem  pengelolaan, penataan sumber daya pendidikan seperti tanaga pendidik,  peserta didik, masyarakat, kurikulum, dana sarana dan prasarana  pendidikan, tata laksana dan lingkungan pendidikan.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn30" name="_ftnref30" style="mso-footnote-id: ftn30;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[30]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;  Dari kutipan tersebut dapat dipahami bahwa garapan manajemen pendidikan  islam meliputi segala komponen yang ada di dalam pendidikan Islam itu  sendiri, termasuk masyarakat dan lingkungan pendidikan. Dengan demikian  garapan manajemen pendidikan tidak hanya sumber daya manusia, tetapi  segala sumber daya yang ada di dalam pendidikan Islam. sedangkan Nawawi  mengelompokkan garapan manajemen ke dalam dua bidang yaitu, pertama,  manajemen administrative memfokuskan kepada kegiatan perencanaan,  organisasi, bimbingan, pegarahan, koordinasi, dan pengawasan serta  komunikasi. Kedua bidang  manajemen operasional meliputi  kegiatan tata usaha, kepegawaian, keuangan, serta hubungan antara sekolah dan masyarakat.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn31" name="_ftnref31" style="mso-footnote-id: ftn31;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[31]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;   Soepardi  menyatakan bahwa garapan manajemen pendidikan meliputi bidang  organisasi kurikulum, perlengkapan pendidikan, media pendidikan,  personel pendidik, hubungan kemanusiaan, dan keuangan.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn32" name="_ftnref32" style="mso-footnote-id: ftn32;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[32]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dengan demikian aspek manajemen pendidikan Islam meliputi bidang insitusi, aspek  structural,  media pendidikan, tenaga pendidik, keuangan, hubungan antara sekolah  dan masyarakat. Kemudian yang termasuk institusi pendidikan Islam adalah  lembaga sekolah, lembaga pendidikan rumah tangga dan lembaga pendidikan  masyarakat.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn33" name="_ftnref33" style="mso-footnote-id: ftn33;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[33]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; Ramayulis  menyatakan selain institusi, aspek lain manajemen pendidikan islam  adalah struktur pendidikan Islam yang meliputi organisasi, analisis unit  kerja, deskripsi tugas dengan spesifikasi tugas, hirarki dan wewenang,  perubahan lingkungan, dan kemantapan struktur.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn34" name="_ftnref34" style="mso-footnote-id: ftn34;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[34]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;  Selain itu aspek manajemen pendidikan islam adalah personalia, teknik,  lingkungan  pendidikan, serta informasi pendidikan Islam. kesemua itu penting dalam  manajemen pendidikan Islam karena menentukan keberhasilan tujuan  pendidikan Islam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;E.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;  &lt;b&gt;Fungsi manajemen Pendidikan  Tinggi Islam&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;            Di antara fungsi-fungsi manajemen pendidikan Islam adalah sebagai perencanaan, pengorganisasian, pengerakan, dan pengawasan.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn35" name="_ftnref35" style="mso-footnote-id: ftn35;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[35]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Fungsi manajemen pendidikan islam secara detail akan dibahas sebagai berikut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l4 level1 lfo3; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Fungsi       perencanaan, perencanaan adalah sebuah proses yang dilakukan oleh  seorang      manajer dalam menentukan tujuan dan mengambil  langkah-langkah untuk      menjamin bahwa tujuan tersebut dapat dicapai.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn36" name="_ftnref36" style="mso-footnote-id: ftn36;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[36]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;       Sedangkan menurut Ramayulis perencanaan adalah langkah pertama  yang harus      diperhatikan oleh manajer dan para pengelola pendidikan  pendidikan      Islam.  perencanaan  merupakan hal      penting yang hendaknya ada dalam manajemen  pendidikan islam. perencanaan      sangat perlu dan harus ada dalam  pendidikan islam. jika tanpa ada      perencanaan maka keberlangsungan  pendidikan Islam akan terkendala. Allah      memberikan arahan bahwa  setiap orang beriman dan bertakwa hendaknya      memperhatikan hari  esoknya, memperhataikan apa rencana yang akan dilakukan      untuk hari  esok. Hal ini dapat dipahami dari firman Allah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 18.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Hai  orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap  diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok  (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha  mengetahui apa yang kamu kerjakan. &lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn37" name="_ftnref37" style="mso-footnote-id: ftn37;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[37]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dari  ayat tersebut tersirat bahwa setiap orang hendaknya memperhatikan apa  yang telah direncanakan untuk hari esoknya. Seorang manajer  hendaknya  memperhatikan perencanaan yang telah dibuatnya. Dalam arti dalam  manajemen pendidikan Islam perlu perencanaan dan setelah itu perlu  memperhatikan apa yang telah direncanakannya. Hal ini dapat dipahami  bahwa pendidikan islam membutuhkan manajemen. Dan inti darai manajemen  pada hakekatnya adalah perencanaan, tanpa perencanaan atau salah dalam  merencanakan pendidikan Islam akan berakibat buruk terhadap  keberlangsungan pendidikan Islam. makna ini dapat dipahami dari firman  Allah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Hai  orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan  Allah, Maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang  mengucapkan "salam" kepadamu: "Kamu bukan seorang mukmin" (lalu kamu  membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia,  karena di sisi Allah ada harta yang banyak. begitu jugalah Keadaan kamu  dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu, Maka telitilah.  Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn38" name="_ftnref38" style="mso-footnote-id: ftn38;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[38]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Perencanaan  dalam lembaga pendidikan Islam tidak hanya untuk memenuhi target tujuan  pendidikan Islam dalam jangak tertentu, tetapi perencanaan pendidikan  Islam melampaui batas duniawi. Maksudnya adalah perencanaan pendidikan  Islam diarahkan untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akherat. Hal ini  diperkuat oleh pendapat Ramayulis, bahwa perencanaan pendidikan Islam  tidak sekedar diarahkan untuk mencapai kesempurnaan kebahagiaan dunia  saja ,tetapi juga kebahagiaan akherat, &lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn39" name="_ftnref39" style="mso-footnote-id: ftn39;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[39]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;artinya  dalam perencanaan pendidikan Islam perlu mempertimbangkan keseimbangan  antara tujuan dunia dan akherat. Hal ini berdasarkan firman Allah.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dan  di antara mereka ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan Kami, berilah Kami  kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari  siksa neraka".&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn40" name="_ftnref40" style="mso-footnote-id: ftn40;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[40]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dari  ayat tersebut dapat dipahami bahwa tujuan orang mukmin adalah untuk  mendapatkan kebahagiaan dunia dan akherat. Permintaan ini adalah  permintaan setiap mukmin, kalau ia sebagai manajer tentu ia akan mencari  jalan bagaimana tugas sebagai menejer adapat dimanfaatkan untuk  mencapai kebahagiaan dunia  dan  akherat. Hal ini memberi kesan bahwa dalam Islam segala perbuatan selalu  diarahkan untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akherat. Kebahagiaan  tersebut didapatkan dengan cara membuat perencanaan yang matang dan  terukur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ramayulis  menyatakan bahwa dalam manajemen pendidikan Islam perencanaan meliputi,  penentuan prioritas, penetapan tujuan, merumuskan prosedur, dan  pembagian tugas kepaada individu maupun kelompok.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn41" name="_ftnref41" style="mso-footnote-id: ftn41;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[41]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;  Dari kutipan tersebut dapat dicermati bahwa manajemen perencanaan dalam  pendidikan Islam menjadi penentu prioritas, memperjelas prosedur,  pendelegasian yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dalam manajemen pendidikan Islam perencanaan mempunyai karakteristik,  karakteristik  tersebut adalah suatu proses rasional, berhubungan dengan tujuan  social, cara, tujuan, proses-proses dan kontrol, perencanaan dalam  manajemen pendidikan Islam merupakan rancangan konseptual, dan konsep  yang dibuat hendaknya bersifat dinamis dan lentur.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn42" name="_ftnref42" style="mso-footnote-id: ftn42;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[42]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Perencanaan   dalam  manajemen pendidikan, merupakan kunci keberhasilan pada suatu lembaga.  Untuk itu perencanaan dalam pendidikan Islam hendaknya meliputi  pengetahuan khusus seperti metode ilmiah yang menyeluruh, mengetahui  nilai-nilai, dalam hal tentunya nilai-nilai keislaman, dan  adanya pemahaman yang bersifat kontinuitas.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn43" name="_ftnref43" style="mso-footnote-id: ftn43;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[43]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dengan  demikian dalam mananjemen pendidikan islam hendaknya memperhatikan  perencanaan, karena perencanaan merupakan awal dari segala aspek yang  akan dilakukan dalam manajemen pendidikan Islam, selain langkah awal  perencanaan merupakan aktifitas untuk memilih berbagai alternative  tindakan yang kesemua itu bermuara kepada suatu target yang harus  dicapai. Asnawir menyatakan bahwa langkah-langkah dalam perencanaan  adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo4; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Menentukan dan merumuskan tujuan yang hendak dicapai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo4; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Meneliti  masalah-masalah atau pekerjaan-pekerjaan yang akan dilakukan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo4; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Masalah-masalah atau informasi-informasi yang diperlukan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo4; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;d.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Menentukan tahap-tahap atau rangkaian tindakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo4; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;e.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Merumuskan bagaimana masalah-masalah tersebut akan dipecahkan dan bagaimana pekerjaan pekerjaan itu harus diselesaikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo4; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;f.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Menentukan  siapa yang akan melakukan dan apa yang mempengaruhi pelaksanaan tindakan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo4; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;g.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Menentukan  cara bagaimana mengadakan perubahan dalam penyusunan rencana.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn44" name="_ftnref44" style="mso-footnote-id: ftn44;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[44]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dapat  dipahami bahwa perencanaan dalam manajemen pendidikan merupakan kunci  utama dalam aktivitas berikutnya, aktivitas lain tidak akan berjalan  dengan baik, bahkan mungkin gagal jika tidak didahului oleh perencanaan,  maka dalam hal ini dapat dikatakan bahwa perencanaan merupakan &lt;i&gt;“ruh”&lt;/i&gt;  manajemen. Jika tidak perencanaan, maka semua aktivitas dalam  pendidikan Islam tidak akan jalan dengan baik. Sedangkan lainnya hanya  bersifat menjalankan saja, meskipun demikian bagian yang lain pun  mempunyai peranan yang penting dalam mewujudkan tujuan dari pendidikan  Islam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dengan  demikian manajemen pendidikan Islam hendaknya diawali dengan  perencanaan yang jelas dan matang, dengan adanya perencanaan yang matang  diharapkan manajemen pendidikan Islam akan berjalan dengan baik.  Perencanaan dalam manajemen pendidikan Islam akan berjalan dengan baik  jika memperhatikan  langkah-langkah  perencanaan, seperti menentukan tujuan, meneliti masalah, menentukan  tahapan-tahapan, merumuskan bagaimana cara menyelesaikan  masalah,menentukan siapa yang akan bertanggungjawab melaksanakan , dan  mengidentifikasi kemungkinan-kemungkinan resiko yang akan dihadapi,  mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan dan terakhir berusaha  melakukan perubahan setelah dilakukan evaluasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="2" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l4 level1 lfo3; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pengorganisasian&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Asnawir  menyatakan  bahwa pengorganisasian adalah aktivitas penyusunan, pembentukan  hubungan kerja antara orang-orang sehingga terwujud suatu kesatuan usaha  dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn45" name="_ftnref45" style="mso-footnote-id: ftn45;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[45]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;  Akitivitas mengumpulkan segala tenaga untuk  membentuk suatu kekuatan baru dalam rangka mencapai tujuan merupakan kegiatan dalam manajemen, karena pada dasarnya mengatur  segala sesuatu yang ada dalam sebuah organisasi maupun suatu lembaga adalah  kegiatan  pengorganisasian. Kegiatan menyusun berbagai elemen dalam sebuah  lembaga pendidikan maupun instansi merupakan kegiatan manajemen yang  secara khusus disebut sebagai pengorganisasian, hal ini makin  memperjelas bahwa di antara fungsi manajemen adalah menyusun dan  membentuk berbagai hubungan kerja dari  berbagai  unit untuk menjadi sebuah tim yang solid, dari tim yang solid akan  memberi kekuatan. Apabila terjadi kesatuan kekuatan dari berbagai elemen  sistem untuk mencapai tujuan dalam lembaga maupun organisasi maka  manajemen dianggap berhasil. Karena telah mampu menyatukan semua elemen  dalam sistem untuk mewujudkan tujuan bersama. Dalam Al-Quran Allah telah  memberikan kunci dalam manajemen yaitu untuk bersatu. Adanya kesatuan  sistem akan memberi peluang besar untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini  dapat dipahami dari firman Allah berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Hai  orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa  kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan  beragama Islam. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama)  Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah  kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka  Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah,  orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang  neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah  menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn46" name="_ftnref46" style="mso-footnote-id: ftn46;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[46]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ramayulis  menyatakan pengorganisasian dalam manajemen sebagai upaya penetapan  struktur peran-peran dengan cara membuat konsep-konsep kegiatan-kegiatan  yang diperlukan untuk mewujudkan tujuan.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn47" name="_ftnref47" style="mso-footnote-id: ftn47;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[47]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;  Hal ini makin memperjelas posisi pengorganisasin dalam manajemen,  konsep pengorganisasian tersebut secara jelas memberikan gambaran bahwa  dalam manajemen ada upaya untuk melakukan peran-peran yang berbeda dalam  rangka mewujudkan tujuan bersama, meskipun berbeda-beda dalam peran  tetapi kesemua peran dan aktivitas tersebut bermuara kepada satu tujuan  yaitu pencapaian target-target yang telah disepakati sebelumnya.  Pencapaian target-target tersebut merupakan aktualisasi darai  konsep-konsep yang telah direncanakan sebelumnya. Hal ini memberi  pemahaman bahwa ada semacam gerakan aktif dan berkesinambungan berbagai  unsur di dalam lembaga, organisasi maupun institusi untuk melakukan  berbagai kegiatan yang terstruktur dan tertata rapi, sehingga terjalin  keterkaitan yang saling mendukung untuk mewujudkan hasil akhir, hasil  akhir tersebut adalah tujuan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ramayulis menyatakan bahwa dalam  penetapan  berbagai aktivitas untuk mencapai tujuan bersama, dengan  rincian-rinciannya, baik berupa tugas-tugas tertentu, pendelegasian  wewenang, informasi-informasi horizontal maupun vertikal  merupakan kegiatan pengorganisasian.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn48" name="_ftnref48" style="mso-footnote-id: ftn48;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[48]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;  Kegiatan-kegiatan  tersebut mengindikasikan kebersamaan yang saling menentukan satu dengan  lainnya. Kegiatan yang dilakukan membentuk lingkaran kebersatuan dan  membentuk jejaring kerja berkesimbungan. Kebersatuan kerja membentuk  sebuah tim kerja yang berdedikasi tinggi terhadap kerja masing-masing.  Adanya jejaring kerja tim yang baik akan memberi peluang besar  tercapainya tujuan bersama.  Adanya  kerja sama dengan bermacam jenis kegiatan menuju satu arah tujuan  merupakan proses pengorganisasian dalam manajemen pendidikan Islam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pengorganisasian  dalam manajemen pendidikan Islam adalah penentuan struktur,  aktifitas,interaksi, koordinasi, desain struktur, wewenang, tugas secara  transparan, dan jelas dalam lemabaga pendidikan baik bersifat  individual, kelompok maupun kelembagaan.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn49" name="_ftnref49" style="mso-footnote-id: ftn49;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[49]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;  Dengan demikian pengorganisasian dalam manajemen pendidikan Islam  merupakan penetapan berbagai hal untuk mempermudah dalam aktivitas  perwujudan perencanaan yang telah dibuat sebelumnya. Penetapan tersebut  bukan hanya sekedar pembagian tugas, tetapi penetapan menyeluruh tentang  segala sesuatu yang membangun sistem tersebut, sehingga membentuk tim  kerja yang akan mewujudkan tujuan pendidikan Islam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dari  paparan sebelumnya dapat dicermati bahwa pengorganisasian merupakan  tindak lanjut dari perencanaan yang telah dibuat sebelumnya. Tindak  lanjut dalam bentuk konsep-konsep aplikatif yang nyata dan dapat  langsung dikerjakan.  Konsep nyata  tersebut akan berjalan dengan baik jika memenuhi prinsip-prinsip  pengorganisasian. Ramayulis menyatakan prinsip-prinsip  tersebut adalah kebebasan, keadilan dan musyawarah.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn50" name="_ftnref50" style="mso-footnote-id: ftn50;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[50]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Prinsip tersebut dapat dipahami dari firman Allah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Maka  disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap  mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah  mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma'afkanlah mereka,  mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam  urusan itu. kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka  bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang  yang bertawakkal kepada-Nya.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn51" name="_ftnref51" style="mso-footnote-id: ftn51;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[51]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Berdasarkan  ayat tersebut pengorganisasian hendaknya dijiwai dengan manajemen yang  penuh rasa kasih sayang, pendekatan kasih sayang, kelembutan, tegas,  bijaksana, kelembutan hati, kebeningan hati, kejernihan hati, kesabaran,  lapang dada,  pendekatan religi,  konsisten dengan keputusan yang telah dibuat, serta dengan memohon  kepada Allah ampunan untuk semua komponen yang berada dalam  manajerialnya.  Di samping itu prinsip lain yang perlu diperhatikan adalah prinsip amanah, kejujuran, &lt;i&gt;amar ma’ruf nahi mungkar.&lt;/i&gt; Allah Berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: HQPB5; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;t&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn52" name="_ftnref52" style="mso-footnote-id: ftn52;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[52]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dalam ayat lain Allah berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn53" name="_ftnref53" style="mso-footnote-id: ftn53;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[53]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dengan prinsip-prinsip pengorganisasian&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn54" name="_ftnref54" style="mso-footnote-id: ftn54;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[54]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;  tersebut diharapkan manajemen dalam pendidikan Islam akan terwujud  dalam bingkai ridho Allah. Lebih dari itu manajemen tersebut diarahkan  dan dikendalikan dalam nuansa nilai-nilai keislaman yang kental dengan &lt;i&gt;ruh &lt;/i&gt;Al-Quran dan Al-Hadis Nabi Muhammad Saw. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="3" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l4 level1 lfo3; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;penggerakan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Manajemen  mempunyai  fungsi pengerakan, adanya pengerakan yang dilakukan oleh manajer  memungkinkan organisasi berjalan dan perencanaan dilaksanakan. Dengan  demikian pengerakan yang dilakukan oleh manajer penting dalam manajemen.  Manajer yang mampu menggerakan bawahannya tentu mempunyai kiat-kiat  tertentu, seperti memberi motivasi, memberi motivasi adalah usaha untuk  membangkitkan, usaha membangkitkan merupakan satu di antara asma Allah  yaitu &lt;i&gt;Al-Ba’ist&lt;/i&gt; yang berarti membangkitkan. Berdasarkan Asma  Allah tersebut hendaknya manajer mempunyai sifat tersebut sehingga  diharapkan dalam manajerialnya mampu membangkitkan semangat kerja  bawahannya. Berkenaan dengan sifat &lt;i&gt;Al-Ba’ist&lt;/i&gt; Allah berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dan  Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang  kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang  hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan[481], kemudian  kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang  dahulu kamu kerjakan.&lt;a href="http://www.riwayat.net/2011/07/manajemen-pendidikan-tinggi-islam.html#_ftn55" name="_ftnref55" style="mso-footnote-id: ftn55;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span styl
